Cirebon – Video yang memperlihatkan Menara Eiffel di Paris, Prancis, dilalap kobaran api besar disertai kepulan asap hitam pekat ramai beredar di media sosial X. Tayangan tersebut memunculkan kesan seolah-olah salah satu ikon wisata dunia itu sedang mengalami kebakaran hebat. Namun, setelah ditelusuri, video tersebut bukan rekaman kejadian nyata, melainkan konten yang dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). (ANTARA)
Dalam unggahan yang beredar, video tersebut disertai narasi berbahasa Inggris, “Paris, very, very soon” yang berarti “Paris, sebentar lagi”. Visual api yang menyelimuti struktur menara dan asap hitam yang membumbung membuat konten tersebut tampak meyakinkan. Meski demikian, tampilan dramatis dalam sebuah video tidak otomatis membuktikan bahwa peristiwa yang digambarkan benar-benar terjadi. (ANTARA – Cek Fakta)
Hasil Pemeriksaan: Video Menara Eiffel Terbakar Dibuat dengan AI
Tim JACX ANTARA menjelaskan bahwa salah satu petunjuk kuat rekayasa terlihat dari label “Made with AI” pada unggahan. Label tersebut menunjukkan bahwa konten dibuat atau dimodifikasi menggunakan teknologi kecerdasan buatan. Pemeriksaan lanjutan menggunakan perangkat Hive Moderation atau Hive Detect juga menunjukkan probabilitas sebesar 88 persen bahwa video tersebut merupakan hasil generasi AI. (ANTARA)
Pengecekan kondisi Menara Eiffel melalui tayangan webcam di situs World Cams juga memperlihatkan menara berada dalam keadaan normal, tanpa tanda-tanda kebakaran seperti yang digambarkan dalam video. Selain itu, penelusuran ANTARA tidak menemukan laporan resmi otoritas Prancis maupun pemberitaan media arus utama internasional yang mengonfirmasi adanya kebakaran besar di landmark tersebut. (World Cams | ANTARA)
Demonstrasi di Prancis Memang Terjadi, tetapi Bukan Kebakaran Menara Eiffel
Di tengah beredarnya video tersebut, Prancis memang mengalami demonstrasi besar pada 24 Oktober 2026. Aksi berlangsung di sejumlah wilayah untuk menyuarakan protes terhadap kenaikan biaya hidup dan persoalan layanan publik, termasuk pendanaan pendidikan. Menurut data Kementerian Dalam Negeri Prancis yang dikutip ANTARA, sekitar 410.000 orang mengikuti demonstrasi tersebut. (ANTARA)
Namun, demonstrasi dan kerusuhan yang terjadi di sejumlah lokasi tidak dapat dijadikan bukti bahwa Menara Eiffel ikut terbakar. Kedua hal tersebut merupakan peristiwa berbeda. Karena itu, masyarakat perlu berhati-hati terhadap unggahan yang menggabungkan kejadian nyata dengan visual buatan AI sehingga membentuk narasi yang menyesatkan. (ANTARA | Tirto – Cek Fakta)
Konten Menara Eiffel Terbakar Bukan Pertama Kali Muncul
Konten yang menggambarkan Menara Eiffel terbakar sebenarnya bukan fenomena baru. Pada Januari 2024, AFP juga pernah memeriksa video serupa yang viral di media sosial. Hasil penelusuran saat itu menemukan bahwa rekaman tersebut merupakan efek visual atau visual effects (VFX), bukan kejadian kebakaran sungguhan. Video aslinya bahkan telah diunggah ke YouTube pada Juli 2023 dengan keterangan “Eiffel Tower burning VFX”. (AFP Fact Check)
Kemunculan kembali konten dengan tema serupa menunjukkan bahwa teknologi manipulasi visual dapat dimanfaatkan untuk membuat informasi palsu tampak seperti dokumentasi peristiwa nyata. Oleh sebab itu, pemeriksaan sumber, waktu pengambilan gambar, konteks kejadian, dan konfirmasi dari media tepercaya menjadi langkah penting sebelum membagikan sebuah video. (AFP Fact Check | Tirto – Cek Fakta)
Masyarakat Diimbau Tidak Mudah Membagikan Video Viral
Masyarakat diharapkan lebih kritis ketika menerima video dramatis, terutama yang mengatasnamakan peristiwa besar atau kejadian darurat. Periksa apakah unggahan memiliki sumber yang jelas, cari pemberitaan dari media kredibel, dan manfaatkan layanan pemeriksaan fakta maupun webcam langsung jika relevan. Jangan menjadikan jumlah tayangan, komentar, atau tanda suka sebagai ukuran kebenaran informasi. (ANTARA | World Cams)
Kesimpulan: Klaim bahwa Menara Eiffel di Paris terbakar hebat seperti dalam video yang viral di media sosial adalah hoaks. Video tersebut terindikasi kuat merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan berdasarkan label “Made with AI” dan pemeriksaan Hive Detect yang menunjukkan probabilitas 88 persen sebagai konten buatan AI. Menara Eiffel sendiri terlihat dalam kondisi normal pada tayangan webcam yang dirujuk ANTARA.
Mari lebih bijak bermedia sosial. Saring sebelum sharing, periksa sebelum percaya, dan jangan ikut menyebarkan informasi yang belum terbukti kebenarannya.
Tag: Hoaks, Cek Fakta, Menara Eiffel, Paris, Prancis, Artificial Intelligence, AI, Video Viral, Literasi Digital, ANTARA.
Hashtag:
#Hoaks #CekFakta #MenaraEiffel #Paris #Prancis #VideoViral #AI #ArtificialIntelligence #LiterasiDigital #AntiHoaks #SaringSebelumSharing #FaktaBerita
