Vendor Cirebon - Arsyafin Production

Proyek Data Center AI BDx di Jatiluhur Disetop Sementara, Pemprov Jabar Soroti AMDAL, PBG dan Kebutuhan Air

PURWAKARTA – Pembangunan pusat data berbasis kecerdasan buatan atau AI Data Center milik BDx di kawasan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, dihentikan sementara. Keputusan tersebut menjadi perhatian publik karena proyek berskala besar itu baru saja memasuki tahap pembangunan, tetapi sejumlah dokumen persyaratan masih dalam proses.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyatakan penghentian sementara dilakukan karena Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) belum terbit. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta pembangunan tidak dilanjutkan sebelum persyaratan tersebut terpenuhi. (Jabarprov)

Langkah ini sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk ikut mencermati bagaimana pembangunan pusat data AI dilakukan, terutama karena proyek tersebut berkaitan dengan kebutuhan energi, penggunaan air, kebisingan, tata ruang, serta keberlanjutan lingkungan.

Data Center AI BDx Jatiluhur Belum Boleh Dilanjutkan

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM menegaskan pembangunan pusat data AI di Jatiluhur sebaiknya dihentikan terlebih dahulu sampai dokumen AMDAL dan PBG selesai.

Pemprov Jabar meminta konsultan proyek segera melengkapi dokumen yang diperlukan untuk proses penerbitan persyaratan tersebut melalui Pemerintah Kabupaten Purwakarta. (Jabarprov)

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Barat Adi Komar juga menjelaskan bahwa kewenangan penerbitan izin berada di Pemerintah Kabupaten Purwakarta, sementara Pemprov Jabar menjalankan fungsi pengawasan dan koordinasi.

Dengan demikian, penghentian sementara tersebut bukan berarti proyek BDx dibatalkan. Pemerintah masih membuka ruang bagi investasi, tetapi pembangunan harus mengikuti ketentuan yang berlaku. (Liputan6)

Proyek Rp3,5 Triliun dengan Kapasitas hingga 640 MW

Proyek AI Campus 2 (CGK4) BDx merupakan pembangunan pusat data berskala besar di Jatiluhur.

Menurut informasi yang dihimpun, proyek tersebut memiliki nilai investasi sekitar Rp3,5 triliun dan dibangun di atas lahan sekitar 8.000 meter persegi sebagai bagian dari kawasan pengembangan sekitar 11 hektare.

Pengembangan kawasan direncanakan terdiri atas beberapa gedung dengan kapasitas daya hingga 640 megawatt (MW). BDx sebelumnya menyatakan proyek dikembangkan secara bertahap selama sekitar tiga tahun. (Liputan6)

Besarnya kapasitas tersebut membuat proyek tidak hanya menjadi isu teknologi dan investasi, tetapi juga menyangkut bagaimana kebutuhan sumber daya alam dikelola.

Kebutuhan Air Jadi Perhatian

Salah satu persoalan yang mendapat perhatian adalah kebutuhan air pusat data AI.

Pada tahap awal, kebutuhan air fasilitas tersebut disebut sekitar 6.000 meter kubik per hari. Ketika pengembangan mencapai kapasitas penuh, kebutuhan tersebut diproyeksikan dapat meningkat hingga sekitar 33.000 meter kubik per hari. (Liputan6)

Air tersebut disebut bersumber dari sistem yang terkait dengan Jatiluhur dan disalurkan melalui PDAM Kabupaten Purwakarta dengan mekanisme komersial.

Dedi Mulyadi meminta agar penggunaan air untuk kebutuhan pusat data tidak mengganggu kepentingan masyarakat, khususnya sektor pertanian yang juga bergantung pada sumber daya air Jatiluhur. (Liputan6)

Di sinilah pentingnya transparansi. Publik perlu mengetahui secara jelas berapa kebutuhan air proyek pada setiap tahap pengembangan, dari mana sumbernya, bagaimana mekanisme pengambilannya, serta bagaimana pemerintah memastikan kebutuhan masyarakat dan pertanian tetap terlindungi.

AMDAL Jangan Sekadar Formalitas

Dalam perspektif lingkungan hidup, AMDAL memiliki posisi penting karena menjadi instrumen untuk mengidentifikasi dan mengelola potensi dampak suatu kegiatan.

Dedi Mulyadi juga meminta kajian proyek dibuka kepada masyarakat, termasuk informasi mengenai potensi kebisingan dan penggunaan air Waduk Jatiluhur. Ia meminta konsultan memastikan keberadaan pusat data tidak mengganggu pemanfaatan air untuk petani. (Jabarprov)

Artinya, masyarakat tidak hanya perlu mengetahui bahwa AMDAL sedang diproses, tetapi juga dapat memperoleh informasi mengenai substansi kajiannya.

Terlebih, proyek pusat data AI berskala besar membutuhkan infrastruktur pendukung seperti listrik dan sistem pendinginan yang dapat berdampak terhadap penggunaan sumber daya.

Investasi dan Lingkungan Perlu Berjalan Bersama

BDx sebelumnya menyatakan proyek CGK4 didukung kapasitas jaringan listrik sebesar 845 MVA dan dirancang sebagai pusat data AI berkapasitas tinggi. Perusahaan juga menyebut tengah menjajaki jalur energi rendah karbon, termasuk potensi pemanfaatan tenaga air. (BDx Data Centers)

Karena itu, pembahasan mengenai proyek ini sebaiknya tidak berhenti pada pertanyaan “investasinya berapa?”, tetapi juga mencakup:

  • Berapa kebutuhan air setiap tahap pembangunan?

  • Bagaimana dampaknya terhadap pertanian?

  • Bagaimana pengelolaan air limbah?

  • Bagaimana dampak kebisingan terhadap lingkungan sekitar?

  • Berapa kebutuhan listrik dan sumber energinya?

  • Bagaimana pengelolaan panas dari sistem pendingin?

  • Apa langkah mitigasi jika terjadi gangguan pasokan air?

  • Sejauh mana masyarakat dilibatkan dalam proses konsultasi?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut penting agar pertumbuhan ekonomi digital tidak berjalan dengan mengabaikan daya dukung lingkungan.

Mari Kawal Data Center AI Jatiluhur secara Transparan

Penghentian sementara proyek BDx di Jatiluhur dapat menjadi momentum untuk memastikan bahwa pembangunan teknologi berskala besar dilakukan secara terukur, transparan dan memperhatikan daya dukung lingkungan.

Di sisi lain, pemerintah juga menyatakan tetap mendukung investasi dan pembangunan, sepanjang ketentuan serta persyaratan yang berlaku dipenuhi. (Media Indonesia)

Karena itu, masyarakat dapat ikut mengawal dengan cara yang konstruktif: membaca dokumen AMDAL ketika tersedia, mencermati kajian penggunaan air, mengikuti proses perizinan, serta membedakan antara fakta, kekhawatiran dan informasi yang belum terverifikasi.

Pembangunan pusat data AI merupakan bagian dari perkembangan ekonomi digital. Namun, keberhasilan sebuah proyek tidak hanya dapat dilihat dari besarnya investasi atau kapasitas teknologinya. Ketersediaan air, keberlanjutan lingkungan, kepentingan petani dan kebutuhan masyarakat sekitar juga perlu menjadi bagian dari ukuran keberhasilannya.

Mari kawal pembangunan Data Center AI Jatiluhur agar kemajuan teknologi dan investasi dapat berjalan beriringan dengan perlindungan lingkungan serta kepentingan masyarakat.


🔎 Artikel

Focus Keyword:
Data Center AI Jatiluhur

Title:
Proyek Data Center AI BDx di Jatiluhur Disetop, AMDAL dan Kebutuhan Air Jadi Sorotan

Meta Description:
Proyek Data Center AI BDx di Jatiluhur dihentikan sementara karena AMDAL dan PBG belum terbit. Simak sorotan soal kebutuhan air, pertanian dan lingkungan.

Slug:
proyek-data-center-ai-bdx-jatiluhur-disetop

Kata Kunci Terkait:
Data Center AI Jatiluhur, BDx Data Center, proyek data center Purwakarta, pusat data AI Jawa Barat, Dedi Mulyadi, KDM, AMDAL data center, PBG data center, kebutuhan air data center, Waduk Jatiluhur, lingkungan Jatiluhur, investasi data center, AI Data Center Indonesia, dampak lingkungan data center, pusat data kecerdasan buatan.

🏷️ Tags

Data Center AI, BDx Data Centers, Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, Dedi Mulyadi, KDM, AMDAL, PBG, Waduk Jatiluhur, Lingkungan Hidup, Pertanian, Sumber Daya Air, Investasi, Teknologi AI, Artificial Intelligence, Data Center Indonesia, Infrastruktur Digital, Ekonomi Digital, Berita Jawa Barat.

#️⃣ Hashtag

#DataCenterAI #DataCenterJatiluhur #BDx #BDxDataCenters #Jatiluhur #Purwakarta #JawaBarat #DediMulyadi #KDM #AMDAL #PBG #WadukJatiluhur #LingkunganHidup #Lingkungan #SumberDayaAir #AirJatiluhur #Pertanian #Petani #Investasi #InvestasiIndonesia #TeknologiAI #ArtificialIntelligence #AIIndonesia #DataCenterIndonesia #PusatData #InfrastrukturDigital #EkonomiDigital #PembangunanBerkelanjutan #SustainableDevelopment #InfoJawaBarat #BeritaJawaBarat

Sumber CNBC Indonesia yang dirujuk

Lebih baru Lebih lama

Hubungi Kami