Film Dokumenter Pesta Babi Ungkap Realita Papua, Novel Baswedan Soroti Menguatnya Militerisasi

Jakarta, Indonesia — Mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, mengaku terkejut setelah menyaksikan film dokumenter Pesta Babi yang mengangkat situasi masyarakat adat Papua di tengah ekspansi proyek-proyek besar nasional.

Melalui reaksinya yang dibagikan di media sosial, Novel menyoroti meningkatnya militerisasi di Papua yang dinilai berjalan beriringan dengan perampasan ruang hidup masyarakat adat.

Dokumenter Pesta Babi karya jurnalis investigasi Dandhy Laksono dan sineas Cypri Paju Dale menggambarkan perjuangan masyarakat adat Papua mempertahankan tanah leluhur mereka dari berbagai proyek pembangunan yang mengatasnamakan “ketahanan pangan” dan “transisi energi”.

Film tersebut memperlihatkan bagaimana proyek-proyek berskala besar di Papua memunculkan konflik baru terkait hak atas tanah, kerusakan lingkungan, serta tekanan sosial terhadap komunitas adat yang telah lama hidup bergantung pada hutan dan wilayah tradisional mereka.

“Militerisasi di Papua menguat beriringan dengan perampasan ruang hidup masyarakat adat,” menjadi salah satu sorotan yang mencuat setelah penayangan dokumenter tersebut.

Isu Papua kembali menjadi perhatian publik karena proyek pembangunan dan investasi di wilayah timur Indonesia itu dinilai sering kali mengabaikan suara masyarakat adat. Dalam berbagai kasus, warga lokal mengaku tidak dilibatkan secara penuh dalam proses pengambilan keputusan terkait penggunaan tanah adat.

Film Pesta Babi juga menyingkap sejarah panjang eksploitasi sumber daya alam Papua yang selama bertahun-tahun menjadi polemik di tingkat nasional maupun internasional. Kehadiran aparat keamanan dalam proyek-proyek strategis disebut menambah ketegangan di sejumlah wilayah adat.

Selain mengangkat isu lingkungan dan hak asasi manusia, dokumenter ini memperlihatkan dampak sosial yang dirasakan masyarakat Papua ketika ruang hidup mereka mulai menyempit akibat ekspansi industri dan pembukaan lahan skala besar.

Melalui pendekatan dokumenter investigatif, Cypri Paju Dale dan Dandhy Laksono menghadirkan suara masyarakat adat yang selama ini jarang mendapat ruang dalam narasi pembangunan nasional.

Penayangan Pesta Babi kini mulai menarik perhatian komunitas, mahasiswa, hingga kelompok masyarakat sipil di berbagai daerah. Sejumlah pihak bahkan menggelar acara nonton bareng atau nobar untuk membuka ruang diskusi mengenai situasi Papua dan hak masyarakat adat.

Film ini dinilai bukan hanya dokumentasi visual, tetapi juga catatan penting mengenai benturan antara proyek pembangunan, kepentingan ekonomi, dan perjuangan masyarakat adat mempertahankan tanah leluhur mereka.

Di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap isu Papua, dokumenter Pesta Babi menjadi salah satu karya yang memicu diskusi luas tentang keadilan lingkungan, hak asasi manusia, dan masa depan masyarakat adat di Indonesia.

sumber 


 

Posting Komentar untuk "Film Dokumenter Pesta Babi Ungkap Realita Papua, Novel Baswedan Soroti Menguatnya Militerisasi"

Admin
Selamat datang di Arsyafin Production, silahkan kirimkan detail kebutuhan Anda?