Agenda Biksu Thudong Dijadwalkan Singgah di Solo, Warga Siap Sambut Prosesi Spiritual Menuju Borobudur

 

Kota Solo bersiap menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan spiritual puluhan Biksu Thudong yang tengah berjalan kaki menuju Candi Borobudur untuk perayaan Hari Raya Waisak 2026. Kehadiran para biksu ini diperkirakan akan menarik perhatian masyarakat luas karena rangkaian prosesi sakral dan budaya yang akan digelar sepanjang akhir pekan.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang melintasi jalur Pantai Utara (Pantura), rombongan Biksu Thudong tahun ini memilih jalur selatan dan dijadwalkan tiba di Kota Solo pada Sabtu, 23 Mei 2026 sore.

Solo Jadi Jalur Baru Perjalanan Spiritual Biksu Thudong

Juru Bicara Panitia Waisak Kota Solo, Pandita Mettasiri Sutrisno, mengatakan bahwa ini menjadi kali pertama perjalanan Biksu Thudong melewati Kota Solo.

Menurutnya, perubahan rute dilakukan karena tingginya antusiasme umat Buddha di wilayah selatan Pulau Jawa yang ingin menyambut langsung perjalanan spiritual para biksu.

“Betul, baru pertama kali lewat Solo. Biasanya memang lewat Pantura, tapi tahun ini lewat sini,” ujar Sutrisno kepada awak media, Jumat (22/5/2026).

Perjalanan spiritual ini diketahui telah dimulai sejak 7 Mei 2026 dari Pulau Bali dan melintasi sejumlah wilayah di Jawa Timur sebelum memasuki Jawa Tengah melalui Ngawi dan Sragen.

Disambut Prosesi Basuh Kaki hingga Kirab Budaya

Setibanya di Solo, rombongan Biksu Thudong dijadwalkan langsung menuju Vihara Dhamma Sundara di kawasan Pucangsawit, Jebres.

Di lokasi tersebut, para biksu akan mengikuti prosesi penyambutan berupa:

  • Basuh kaki sebagai simbol penghormatan
  • Prosesi puja dan doa bersama
  • Penyambutan umat Buddha Kota Solo

Setelah itu, rombongan akan melanjutkan perjalanan menuju Pura Mangkunegaran untuk menerima ucapan selamat datang dari KGPAA Mangkunegara X.

Agenda kemudian dilanjutkan ke Rumah Dinas Wali Kota Solo di Loji Gandrung sebelum mengikuti kirab budaya Waisak menuju Balai Kota Solo.

Prosesi Sakral di Balai Kota Solo

Di Balai Kota Solo, para Biksu Thudong akan mengikuti prosesi sakral memandikan Rupang Siddhartha Gautama yang menjadi bagian penting dalam rangkaian perayaan Waisak.

Acara tersebut diperkirakan akan dihadiri masyarakat umum, tokoh agama, serta berbagai komunitas lintas budaya di Kota Solo.

Panitia juga memastikan seluruh rangkaian kegiatan akan berlangsung tertib dengan pengamanan dari TNI, Polri, Satpol PP, serta instansi terkait lainnya.

Total 59 Orang Ikut Rombongan Thudong

Menurut panitia, total peserta dalam perjalanan spiritual kali ini berjumlah 59 orang yang terdiri dari:

  • 55 Biksu Thudong
  • 2 Bhante dari dalam negeri
  • 2 Samanera

Rombongan tersebut melakukan perjalanan panjang dengan berjalan kaki sebagai bentuk latihan spiritual, disiplin diri, kesederhanaan, serta meditasi dalam kehidupan sehari-hari.

Sanghadana Jadi Momen Berbagi Umat Buddha

Pada Minggu pagi, 24 Mei 2026, kegiatan akan dilanjutkan dengan acara Sanghadana yang dimulai pukul 07.00 WIB.

Dalam tradisi Buddhis, Sanghadana merupakan prosesi umat memberikan dana makanan dan kebutuhan kepada para biksu sebagai bentuk kebajikan dan penghormatan.

Para biksu nantinya akan berjalan kaki dari Vihara Dhamma Sundara menuju Balai Kota Solo untuk menerima persembahan dari masyarakat.

Sekitar pukul 09.00 WIB, Wali Kota Solo dijadwalkan melepas secara resmi rombongan Biksu Thudong untuk melanjutkan perjalanan menuju Candi Borobudur.

Perjalanan Dilanjutkan ke Klaten hingga Borobudur

Usai dilepas dari Balai Kota Solo, rombongan akan melanjutkan perjalanan long march menuju Kabupaten Klaten melalui jalur utama Solo-Yogyakarta.

Rute perjalanan meliputi:

  • Jalan Slamet Riyadi
  • Underpass Purwosari
  • Jalan Raya Solo-Yogyakarta
  • Pos Kartasura
  • Kabupaten Klaten

Rombongan dijadwalkan singgah di Vihara Bodhivamsa, Klaten sebelum melanjutkan perjalanan menuju Yogyakarta, Muntilan, Magelang, hingga akhirnya tiba di Candi Borobudur sebagai pusat perayaan Waisak Nasional 2026.

Perjalanan Spiritual yang Menarik Perhatian Dunia

Tradisi Thudong sendiri dikenal sebagai praktik spiritual berjalan kaki yang dilakukan para biksu Buddhis untuk melatih kesabaran, ketekunan, dan pengendalian diri.

Dalam beberapa tahun terakhir, perjalanan Biksu Thudong menuju Borobudur selalu menjadi perhatian masyarakat internasional karena menunjukkan semangat toleransi, kedamaian, dan keberagaman budaya Indonesia.

Posting Komentar untuk "Agenda Biksu Thudong Dijadwalkan Singgah di Solo, Warga Siap Sambut Prosesi Spiritual Menuju Borobudur"

Admin
Selamat datang di Arsyafin Production, silahkan kirimkan detail kebutuhan Anda?