JAKARTA – Gurita bisnis properti yang dikembangkan Agung Sedayu Group dan Salim Group di kawasan Pantai Indah Kapuk 2 (PIK 2) terus menunjukkan perkembangan. Sejumlah proyek infrastruktur dan fasilitas komersial mulai beroperasi, sementara pembangunan berbagai fasilitas baru terus berjalan. Perkembangan tersebut memperkuat ambisi kawasan PIK 2 menjadi pusat aktivitas bisnis, hunian, pariwisata, hingga penyelenggaraan acara berskala besar. (Sumber: Investor.id)
Perkembangan terbaru turut terlihat dari kinerja PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK), anak usaha PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) atau PIK 2. Hingga September 2026, CBDK membukukan marketing sales atau prapenjualan sebesar Rp448 miliar. Angka tersebut meningkat sekitar 40 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. (Sumber: Investor.id)
PIK 2 sendiri merupakan proyek pengembangan kawasan yang dikaitkan dengan Agung Sedayu Group dan Salim Group. Dua nama besar di balik kelompok usaha tersebut adalah Sugianto Kusuma atau Aguan dari Agung Sedayu serta Anthoni Salim dari Salim Group. Kolaborasi keduanya menjadi salah satu kekuatan pengembangan kawasan properti berskala besar di wilayah pesisir utara Tangerang. (Sumber: Investor.id)
Tol KATARAJA Perkuat Akses Menuju PIK 2
Salah satu perkembangan penting yang mendukung aktivitas kawasan adalah beroperasinya secara fungsional sebagian akses Tol KATARAJA. Kehadiran jalur tersebut membuka konektivitas menuju PIK 2, termasuk akses dari Jalan Tol Prof. Dr. Ir. Sedyatmo yang menghubungkan Jakarta dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta. (Sumber: Investor.id)
Berdasarkan informasi yang dikutip dari akun resmi Instagram Agung Sedayu, Ramp 1 Tol KATARAJA atau Gate 1 Tol PIK 2 mulai dibuka pada Kamis, 5 November 2026 pukul 15.00 WIB. Akses fungsional tersebut melayani kendaraan golongan I pada pukul 06.00 hingga 20.00 WIB. (Sumber: Investor.id)
Untuk periode yang disebutkan dalam pemberitaan, tarif akses tersebut sebesar Rp19.500, terdiri dari tarif Tol Sedyatmo Rp8.500 dan Tol KATARAJA Rp11.000. Pemberlakuan tarif dan jadwal operasional mengikuti ketentuan yang diumumkan untuk periode fungsional hingga 3 Januari 2027. (Sumber: Investor.id)
Konektivitas menjadi faktor penting bagi pengembangan kawasan berskala besar. Akses yang semakin mudah berpotensi mendukung mobilitas pengunjung, konsumen properti, pekerja, pelaku usaha, serta penyelenggara kegiatan yang beraktivitas di PIK 2. (Sumber: Investor.id)
Gedung Perbankan, Dermaga, dan Fasilitas Komersial Terus Berkembang
Tidak hanya mengandalkan pembangunan hunian, pengembangan PIK 2 juga diarahkan untuk menghadirkan fasilitas bisnis dan komersial yang saling terhubung. Sejumlah proyek strategis yang dikembangkan pihak ketiga mulai memperlihatkan hasil, di antaranya gedung Bank Mandiri yang telah selesai dibangun serta gedung BNI yang sudah mulai beroperasi. (Sumber: Investor.id)
Kehadiran fasilitas perbankan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat aktivitas ekonomi kawasan. Selain itu, Dermaga CBD Beachwalk turut menambah pilihan fasilitas gaya hidup dan aktivitas komersial, sekaligus membuka akses menuju Kepulauan Seribu. (Sumber: Investor.id)
Kombinasi fasilitas perbankan, ruang komersial, kawasan rekreasi, dan akses transportasi diharapkan membentuk ekosistem yang dapat mendukung kegiatan masyarakat maupun dunia usaha. Dengan semakin lengkapnya fasilitas, kawasan PIK 2 berupaya memperluas daya tariknya, bukan hanya sebagai lokasi hunian, tetapi juga sebagai tujuan aktivitas bisnis dan gaya hidup. (Sumber: Investor.id)
NICE PIK 2 Jadi Magnet Acara Berskala Besar
Sektor penyelenggaraan acara atau MICE (Meeting, Incentives, Conferences, and Exhibitions) juga menjadi salah satu penopang aktivitas kawasan. Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2 tercatat telah menyelenggarakan 51 acara hingga September 2026. (Sumber: Investor.id)
Sejumlah kegiatan yang berlangsung di NICE antara lain Java Jazz Festival, Hyrox Indonesia 2026, dan Danantara Expo. Kehadiran acara dengan beragam skala dan segmen tersebut berpotensi mendatangkan pengunjung, meningkatkan aktivitas bisnis, serta membuka peluang bagi sektor pendukung seperti transportasi, kuliner, perhotelan, dan jasa penyelenggara acara. (Sumber: Investor.id)
Aktivitas MICE juga memiliki peran strategis dalam membangun identitas sebuah kawasan. Semakin banyak kegiatan yang digelar, semakin besar pula peluang terbentuknya arus kunjungan dan kebutuhan layanan pendukung. Hal ini menjadi salah satu alasan pengembangan fasilitas konvensi dan pameran mendapat perhatian dalam pembangunan ekosistem PIK 2. (Sumber: Investor.id)
Hotel Hilton PIK 2 Ditargetkan Beroperasi Semester II 2027
Pengembangan fasilitas akomodasi turut menjadi bagian dari rencana jangka panjang kawasan. Salah satunya adalah pembangunan Hotel Hilton PIK 2, hotel bintang lima setinggi 20 lantai dengan kapasitas 271 kamar. Proyek tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada semester II 2027. (Sumber: Investor.id)
Kehadiran hotel tersebut diharapkan melengkapi kebutuhan akomodasi bagi pengunjung, wisatawan, pelaku bisnis, serta peserta kegiatan MICE di NICE PIK 2. Dengan tersedianya fasilitas penginapan di dalam kawasan, aktivitas pertemuan, pameran, dan kegiatan berskala besar berpotensi memperoleh dukungan layanan yang lebih terintegrasi. (Sumber: Investor.id)
Presiden Direktur PIK 2, Sugianto Kusuma atau Aguan, menyampaikan bahwa perusahaan tetap berfokus memperkuat ekosistem kawasan. Pengembangan infrastruktur, operasional NICE, Dermaga CBD Beachwalk, serta pembangunan Hotel Hilton menjadi bagian dari upaya meningkatkan nilai tambah perusahaan dan kawasan PIK 2. (Sumber: Investor.id)
PANI Kelola Land Bank 1.828 Hektare
Dari sisi pengembangan properti, PANI memiliki modal berupa cadangan lahan atau land bank yang cukup besar. Per 30 September 2026, perusahaan mengelola land bank seluas 1.828 hektare. Ketersediaan lahan tersebut menjadi salah satu modal penting untuk mendukung pengembangan proyek residensial, komersial, dan berbagai fasilitas kawasan pada masa mendatang. (Sumber: Investor.id)
Sebelumnya, PANI juga menyampaikan fokus pengembangan pada sejumlah lini bisnis, termasuk residensial, komersial, dan kawasan industri. Strategi tersebut diarahkan untuk menjaga keseimbangan sumber penjualan sekaligus memperkuat potensi pendapatan dari berbagai segmen properti. (Sumber: Bisnis.com)
Dengan cadangan lahan yang luas dan pembangunan fasilitas yang terus berjalan, PIK 2 memiliki ruang untuk mengembangkan berbagai proyek baru. Meski demikian, realisasi proyek dan kinerja bisnis tetap akan dipengaruhi kondisi pasar properti, daya beli konsumen, serta perkembangan ekonomi nasional. (Sumber: Investor.id)
Aguan dan Salim Perkuat Ekosistem Bisnis PIK 2
Rangkaian perkembangan di PIK 2 memperlihatkan bahwa strategi pengembangan kawasan tidak hanya bertumpu pada penjualan properti. Infrastruktur jalan tol, fasilitas perbankan, dermaga, pusat konvensi dan pameran, hingga hotel menjadi bagian dari pembangunan ekosistem yang saling mendukung. (Sumber: Investor.id)
Capaian marketing sales CBDK sebesar Rp448 miliar hingga September 2026, dengan pertumbuhan sekitar 40 persen secara tahunan, menjadi salah satu indikator perkembangan bisnis yang patut dicermati. Di sisi lain, beroperasinya sejumlah fasilitas dan berlanjutnya pembangunan proyek baru menunjukkan bahwa pengembangan PIK 2 masih terus berlangsung. (Sumber: Investor.id)
Ke depan, tantangan bagi Aguan dan Salim bukan hanya menyelesaikan pembangunan fisik, tetapi juga memastikan seluruh fasilitas mampu beroperasi secara optimal dan menghasilkan aktivitas ekonomi berkelanjutan. Jika konektivitas, fasilitas komersial, hunian, dan sektor MICE berkembang secara seimbang, PIK 2 berpotensi semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu kawasan bisnis dan properti yang diperhitungkan di wilayah Jabodetabek.
Tag: Aguan, Anthoni Salim, Agung Sedayu Group, Salim Group, PIK 2, PANI, CBDK, Tol KATARAJA, NICE PIK 2, Hotel Hilton PIK 2, proyek properti, bisnis properti, investasi properti.
Hashtag:
#Aguan #AnthoniSalim #AgungSedayu #SalimGroup #PIK2 #PantaiIndahKapuk2 #PANI #CBDK #TolKATARAJA #NICEPIK2 #HotelHilton #BisnisProperti #InvestasiProperti #EkonomiIndonesia
