Vendor Cirebon - Arsyafin Production

Hoaks! Video Viral Prabowo Disebut Ingin Memiskinkan Rakyat, Ini Fakta Sebenarnya

JAKARTA – Sebuah video singkat yang beredar di media sosial Facebook memicu perhatian publik karena menampilkan Presiden Prabowo Subianto seolah-olah menyatakan bahwa pemerintah tidak peduli terhadap kondisi masyarakat dan ingin rakyat terus dimiskinkan. Namun, setelah ditelusuri, klaim tersebut dinyatakan sebagai hoaks atau disinformasi karena video menggabungkan potongan rekaman dari dua peristiwa berbeda sehingga mengubah konteks pernyataan.
Sumber: https://www.antaranews.com/berita/5805467/hoaks-prabowo-menyatakan-bahwa-rakyat-perlu-dimiskinkan

Video 20 Detik di Facebook Potong Pernyataan Prabowo

Video berdurasi sekitar 20 detik tersebut memperlihatkan Prabowo mengenakan kemeja putih dan peci hitam. Narasi yang menyertainya menggiring penonton pada kesimpulan bahwa Presiden mengaku tidak peduli terhadap keadaan rakyat dan bahkan ingin masyarakat semakin miskin. Padahal, potongan video yang beredar tidak menggambarkan keseluruhan isi pembicaraan secara utuh.
Sumber: https://www.antaranews.com/berita/5805467/hoaks-prabowo-menyatakan-bahwa-rakyat-perlu-dimiskinkan

Fakta Sebenarnya: Prabowo Mengkritik Pihak yang Diduga Memiskinkan Rakyat

Berdasarkan penelusuran ANTARA, bagian video yang membahas rakyat dimiskinkan memiliki kemiripan dengan rekaman berjudul “Prabowo: Ada Pihak yang Ingin Memiskinkan Rakyat | 1ST SESSION CLOSING” yang diunggah pada Agustus 2025. Dalam rekaman aslinya, Prabowo membicarakan pihak-pihak yang diduga mengejar keuntungan ekonomi sebesar-besarnya tanpa memedulikan dampaknya terhadap masyarakat.

Konteks pernyataan tersebut adalah kritik terhadap praktik ekonomi yang dinilai merugikan rakyat. Prabowo menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin masyarakat terus mengalami pemiskinan akibat tindakan pihak-pihak yang mengeksploitasi perekonomian demi kepentingan sendiri. Dengan demikian, pernyataan itu bukan pengakuan bahwa pemerintah ingin memiskinkan rakyat, melainkan kritik terhadap pihak yang diduga melakukan hal tersebut.
Sumber: https://www.antaranews.com/berita/5805467/hoaks-prabowo-menyatakan-bahwa-rakyat-perlu-dimiskinkan
Rekaman terkait: https://www.youtube.com/watch?v=E2tuNXuLgyw

Pernyataan tentang Tahun 2029 Berasal dari Rekaman Berbeda

ANTARA juga menjelaskan bahwa bagian video yang memuat kalimat mengenai pergantian kepemimpinan pada 2029 berasal dari rekaman lain. Pernyataan tersebut serupa dengan video “Presiden Prabowo Menjawab!!! (Part 1)” yang diunggah pada Maret 2026.

Dalam rekaman tersebut, Prabowo membahas penegakan hukum serta menanggapi pihak-pihak yang ingin mengganti dirinya sebagai presiden. Ia menyampaikan bahwa pergantian kepemimpinan seharusnya berlangsung melalui pemilihan umum pada 2029. Karena berasal dari kesempatan berbeda, penggabungan kedua potongan video membuat pesan yang diterima penonton menjadi menyesatkan.
Sumber: https://www.antaranews.com/berita/5805467/hoaks-prabowo-menyatakan-bahwa-rakyat-perlu-dimiskinkan
Rekaman terkait: https://www.youtube.com/watch?v=c4ezUakXFWs

Komdigi Tegaskan Klaim Prabowo Ingin Memiskinkan Rakyat Tidak Benar

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) turut memuat klarifikasi mengenai klaim bahwa Presiden Prabowo mengatakan rakyat perlu terus dimiskinkan. Dalam penjelasannya, Komdigi menyebut video tersebut telah dipotong sehingga tidak menyajikan informasi secara lengkap. Rekaman aslinya membahas dugaan adanya pihak yang mengejar keuntungan pribadi dengan mengabaikan kondisi masyarakat.

Klarifikasi tersebut menegaskan pentingnya memeriksa sumber asli sebelum mempercayai atau menyebarkan konten politik yang beredar di media sosial. Potongan video, judul provokatif, dan keterangan yang tidak sesuai konteks dapat membentuk persepsi keliru terhadap pernyataan seorang tokoh publik.
Sumber: https://www.komdigi.go.id/berita/berita-hoaks/detail/hoaks-presiden-prabowo-mengatakan-rakyat-perlu-dimiskinkan-terus

Cara Memeriksa Video Viral agar Tidak Terjebak Hoaks

Masyarakat disarankan melakukan beberapa langkah sebelum membagikan video yang berisi pernyataan tokoh publik:

  1. Cari rekaman lengkapnya. Periksa apakah video viral hanya menampilkan potongan dari pidato atau wawancara yang lebih panjang.

  2. Periksa tanggal dan sumber unggahan. Pastikan rekaman berasal dari sumber yang dapat ditelusuri dan bukan hasil penggabungan beberapa peristiwa.

  3. Bandingkan dengan media tepercaya. Cari pemberitaan atau hasil cek fakta dari media kredibel dan lembaga resmi.

  4. Jangan langsung menyebarkan judul provokatif. Baca konteks pernyataan secara utuh sebelum mengambil kesimpulan.

  5. Bagikan klarifikasi, bukan klaim yang belum terbukti. Langkah sederhana ini membantu mengurangi penyebaran informasi menyesatkan.

Kesimpulan

Klaim bahwa Presiden Prabowo Subianto menyatakan rakyat perlu dimiskinkan adalah hoaks atau disinformasi. Hasil penelusuran ANTARA menunjukkan bahwa video viral tersebut menggabungkan potongan rekaman dari dua kesempatan berbeda dan mengubah konteks pernyataan. Dalam rekaman aslinya, Prabowo justru mengkritik pihak-pihak yang diduga berupaya memperoleh keuntungan ekonomi dengan mengorbankan kesejahteraan masyarakat.

Publik diimbau untuk lebih kritis terhadap video viral, memeriksa sumber asli, dan tidak ikut menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Pastikan fakta sebelum membagikannya.

Sumber utama: ANTARA News — https://www.antaranews.com/berita/5805467/hoaks-prabowo-menyatakan-bahwa-rakyat-perlu-dimiskinkan

Sumber klarifikasi tambahan: Komdigi — https://www.komdigi.go.id/berita/berita-hoaks/detail/hoaks-presiden-prabowo-mengatakan-rakyat-perlu-dimiskinkan-terus

#CekFakta #Hoaks #PrabowoSubianto #BeritaNasional #ANTARANews #Komdigi #LiterasiDigital #AntiHoaks #FaktaSebenarnya #BeritaTerkini

Sumber berita dan verifikasi

  • ANTARA News: Baca hasil cek fakta utama — laporan menyatakan video menggabungkan dua rekaman berbeda sehingga konteks pernyataan berubah.

  • Komdigi: Baca klarifikasi resmi — menjelaskan bahwa klaim tersebut tidak benar dan video tidak menyajikan konteks utuh.

Lebih baru Lebih lama

Hubungi Kami