Pemilihan Ketum PBNU 2026-2031 Diprediksi Digelar Hari Ini, Gus Ipul Ungkap Tahapan Penentu

JOMBANG – Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) memasuki fase paling menentukan. Pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Ketum PBNU) masa khidmat 2026-2031 diperkirakan berlangsung pada Minggu, 30 Agustus 2026, setelah rangkaian pembahasan mekanisme pemilihan berlangsung cukup panjang di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

Perkiraan tersebut sebelumnya disampaikan Ketua Organizing Committee (OC) Muktamar ke-35 NU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, pada Sabtu malam, 29 Agustus 2026. Menurut Gus Ipul, proses pemilihan masih menunggu penyelesaian tabulasi hasil voting dan tahapan pemilihan Rais Aam. (NU Online)

Namun, perkembangan terbaru pada Minggu dini hari menunjukkan bahwa mekanisme pemilihan Ketum PBNU telah diputuskan melalui Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA). Keputusan itu diambil melalui voting tertutup dengan 401 suara setuju, dari total 552 suara dalam daftar pemilih tetap; 150 suara memilih opsi one man one vote dan satu suara dinyatakan tidak sah. (NU Online)

Gus Ipul: Pemilihan Ketum PBNU Kemungkinan Besar Hari Ini

Dalam keterangannya pada Sabtu malam, Gus Ipul memperkirakan pemilihan Ketum PBNU dapat dilaksanakan pada Minggu.

Menurutnya, masih terdapat tahapan yang harus diselesaikan sebelum proses pemilihan ketua umum dilakukan, termasuk tabulasi untuk menentukan anggota AHWA serta proses pemilihan Rais Aam.

“Kalau pemilihan ketua umum jelas besok. Jadi, mudah-mudahan besok hari Minggu semuanya tuntas,” kata Gus Ipul, sebagaimana diberitakan NU Online. (NU Online)

Gus Ipul juga menjelaskan bahwa setelah proses tabulasi AHWA selesai, AHWA akan melakukan sidang untuk memilih Rais Aam. Setelah Rais Aam terpilih, barulah tahapan pemilihan Ketua Umum PBNU dilanjutkan. (NU Online)

Mekanisme Pemilihan Sempat Menjadi Perdebatan

Sebelum keputusan final, mekanisme pemilihan Ketum PBNU menjadi salah satu pembahasan paling menarik dalam Muktamar ke-35 NU.

Komisi Organisasi sebelumnya membawa dua opsi ke sidang pleno. Opsi pertama adalah pemilihan langsung dengan sistem one man one vote, dengan tetap memerlukan persetujuan Rais Aam terpilih.

Sementara opsi kedua adalah penjaringan nama melalui Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU). Nama-nama tersebut kemudian ditabulasi untuk diserahkan kepada AHWA sebagai pihak yang memiliki kewenangan memilih. (NU Online)

Perbedaan pandangan tersebut akhirnya dibawa ke forum pleno. Setelah proses voting tertutup, pilihan menggunakan mekanisme AHWA memperoleh dukungan mayoritas.

401 Suara Setujui Mekanisme AHWA

Keputusan voting menjadi titik penting dalam Muktamar ke-35 NU.

Berdasarkan laporan NU Online, dari 552 suara:

  • 401 suara memilih mekanisme AHWA;

  • 150 suara memilih sistem one man one vote;

  • 1 suara dinyatakan tidak sah.

Dengan demikian, mekanisme pemilihan Ketum PBNU masa khidmat 2026-2031 resmi menggunakan AHWA. (NU Online)

Keputusan tersebut sekaligus mengubah mekanisme pemilihan yang sebelumnya menjadi opsi perdebatan dalam forum muktamar.

Muktamar NU Memasuki Babak Penentuan

Muktamar ke-35 NU yang berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, bukan hanya menjadi forum pergantian kepemimpinan.

Forum tertinggi organisasi NU tersebut juga menjadi momentum menentukan arah organisasi untuk periode mendatang.

Karena itu, proses pemilihan Ketum PBNU 2026-2031 menjadi perhatian luas warga Nahdliyin. Nama-nama yang masuk dalam bursa kepemimpinan akan diuji melalui mekanisme yang akhirnya telah diputuskan oleh peserta muktamar.

Dengan mekanisme AHWA yang telah disahkan, perhatian kini beralih pada siapa yang akan mendapatkan kepercayaan untuk memimpin PBNU periode 2026-2031.

Menjaga Muktamar Tetap Kondusif

Di tengah dinamika dan perbedaan pandangan mengenai mekanisme pemilihan, Gus Ipul menegaskan bahwa rangkaian persidangan tetap berlangsung secara terbuka dan mengedepankan ketertiban.

Menurutnya, berbagai perdebatan merupakan bagian dari proses demokrasi organisasi. Yang menjadi perhatian utama adalah memastikan seluruh tahapan berlangsung dengan nyaman, tertib dan sesuai keputusan forum. (NU Online)

Kini, Muktamar ke-35 NU memasuki momentum yang sangat menentukan. Setelah mekanisme pemilihan Ketum PBNU diputuskan menggunakan AHWA, publik menunggu tahapan berikutnya hingga terpilih pemimpin baru PBNU masa khidmat 2026-2031.

🔎 Kata Kunci 

Pemilihan Ketum PBNU 2026-2031, Ketum PBNU, Muktamar NU ke-35, Gus Ipul, Muktamar NU Jombang, AHWA PBNU, pemilihan Ketua Umum PBNU, PBNU 2026, Nahdlatul Ulama, Muktamar Tambakberas.

Disclaimer

Artikel ini disusun sebagai informasi jurnalistik berdasarkan pemberitaan dan sumber yang tersedia pada saat penulisan. Perkembangan hasil Muktamar ke-35 NU, tahapan pemilihan, maupun keputusan terkait kepemimpinan PBNU dapat berubah sesuai keputusan resmi forum muktamar. Pembaca disarankan merujuk pada pengumuman resmi PBNU/Muktamar NU untuk informasi final. (NU Online)

Update penting: Judul sumber yang Anda berikan masih menggunakan frasa “diprediksi digelar besok”. Karena sekarang sudah 30 Agustus 2026, artikel di atas saya perbarui dengan perkembangan terbaru bahwa mekanisme pemilihan Ketum PBNU sudah diputuskan melalui AHWA, sehingga lebih akurat untuk dipublikasikan saat ini. (NU Online)

Posting Komentar untuk "Pemilihan Ketum PBNU 2026-2031 Diprediksi Digelar Hari Ini, Gus Ipul Ungkap Tahapan Penentu"

Admin
Selamat datang di Arsyafin Production, silahkan kirimkan detail kebutuhan Anda?