Kenaikan harga minyak mentah dunia akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah terus memberikan dampak terhadap sektor energi global. Sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara (ASEAN) mulai melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) untuk menjaga stabilitas pasokan dan keberlanjutan fiskal.
Indonesia menjadi salah satu negara yang baru saja menyesuaikan harga BBM non subsidi melalui PT Pertamina (Persero). Meski demikian, harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar tetap dipertahankan oleh pemerintah guna menjaga daya beli masyarakat.
Lantas, jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga di Asia Tenggara, apakah harga BBM di Indonesia masih termasuk yang paling murah?
Harga BBM Indonesia Terbaru Juni 2026
Mulai 10 Juni 2026, Pertamina resmi melakukan penyesuaian harga untuk beberapa produk BBM non subsidi.
Daftar Harga BBM Pertamina per 10 Juni 2026
| Jenis BBM | Harga per Liter |
|---|---|
| Pertalite (RON 90) | Rp10.000 |
| Biosolar | Rp6.800 |
| Pertamax (RON 92) | Rp16.250 |
| Pertamax Green 95 | Rp17.000 |
| Pertamax Turbo | Rp20.750 |
| Dexlite | Rp23.000 |
| Pertamina Dex | Rp24.800 |
Kenaikan terjadi pada Pertamax dan Pertamax Green, sementara BBM subsidi tetap dipertahankan pada harga sebelumnya.
Perbandingan Harga BBM di Negara-Negara ASEAN
Data terbaru dari Global Petrol Prices per 8 Juni 2026 menunjukkan adanya perbedaan harga yang cukup signifikan antarnegara di Asia Tenggara.
Malaysia
Malaysia masih menjadi salah satu negara dengan harga BBM yang relatif rendah.
Harga BBM Malaysia
Bensin: Rp16.448 per liter
Diesel: Rp20.650 per liter
Kebijakan subsidi energi yang kuat menjadi salah satu faktor utama rendahnya harga BBM di Malaysia.
Singapura
Singapura mencatat harga BBM tertinggi di kawasan ASEAN.
Harga BBM Singapura
Bensin: Rp42.971 per liter
Diesel: Rp54.301 per liter
Tingginya pajak kendaraan, biaya operasional, serta minimnya subsidi energi membuat harga BBM di Singapura jauh lebih mahal dibanding negara tetangga.
Filipina
Filipina juga mengalami tekanan harga energi akibat ketergantungan terhadap impor minyak.
Harga BBM Filipina
Bensin: Rp22.158 per liter
Diesel: Rp22.248 per liter
Thailand
Thailand menjadi salah satu pasar energi terbesar di Asia Tenggara.
Harga BBM Thailand
Bensin: Rp28.910 per liter
Diesel: Rp22.015 per liter
Laos
Laos mencatat harga BBM yang cukup tinggi dibandingkan sebagian besar negara ASEAN.
Harga BBM Laos
Bensin: Rp31.945 per liter
Diesel: Rp38.840 per liter
Kamboja
Harga BBM Kamboja
Bensin: Rp27.761 per liter
Diesel: Rp22.607 per liter
Harga BBM di Kamboja masih lebih tinggi dibandingkan Indonesia dan Malaysia.
Myanmar
Harga BBM Myanmar
Bensin: Rp25.085 per liter
Diesel: Rp24.259 per liter
Ketidakstabilan ekonomi dan kondisi politik turut memengaruhi harga energi di negara tersebut.
Tabel Perbandingan Harga Bensin ASEAN 2026
| Negara | Harga Bensin per Liter |
|---|---|
| Indonesia (Pertamax) | Rp16.250 |
| Malaysia | Rp16.448 |
| Filipina | Rp22.158 |
| Myanmar | Rp25.085 |
| Kamboja | Rp27.761 |
| Thailand | Rp28.910 |
| Laos | Rp31.945 |
| Singapura | Rp42.971 |
Apakah Indonesia Masih Menjadi Negara dengan BBM Termurah?
Jika menggunakan acuan BBM non subsidi seperti Pertamax (RON 92), Indonesia masih berada di kelompok negara dengan harga bensin paling rendah di Asia Tenggara.
Namun jika memasukkan BBM subsidi seperti Pertalite yang dijual Rp10.000 per liter, maka Indonesia menjadi salah satu negara dengan harga BBM termurah di kawasan ASEAN.
Harga Pertalite bahkan lebih rendah dibandingkan harga bensin rata-rata di Malaysia, Thailand, Filipina, maupun Singapura.
Mengapa Harga BBM Indonesia Relatif Murah?
Beberapa faktor yang membuat harga BBM Indonesia relatif lebih rendah dibandingkan banyak negara ASEAN antara lain:
1. Kebijakan Subsidi Energi
Pemerintah masih memberikan subsidi dan kompensasi untuk sejumlah jenis BBM tertentu.
2. Peran Pertamina
Sebagai perusahaan energi nasional, Pertamina memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan energi.
3. Intervensi Pemerintah
Pemerintah secara aktif mengendalikan harga energi guna menjaga inflasi dan daya beli masyarakat.
4. Kebijakan Ketahanan Energi Nasional
Indonesia memiliki strategi khusus untuk menjaga stabilitas pasokan energi di tengah gejolak pasar global.
Dampak Kenaikan Harga BBM Global
Konflik geopolitik di Timur Tengah telah mendorong kenaikan harga minyak dunia dalam beberapa bulan terakhir.
Dampaknya antara lain:
Biaya transportasi meningkat
Harga logistik naik
Tekanan inflasi bertambah
Biaya produksi industri meningkat
Beban subsidi pemerintah bertambah
Karena itu, banyak negara mulai menyesuaikan harga BBM agar tidak membebani anggaran negara secara berlebihan.
Tantangan Indonesia Menjaga Harga BBM
Meski harga BBM Indonesia masih relatif kompetitif, pemerintah menghadapi sejumlah tantangan:
Fluktuasi Harga Minyak Dunia
Kenaikan harga minyak global dapat meningkatkan biaya impor energi.
Beban Subsidi yang Besar
Semakin besar selisih harga pasar dan harga jual domestik, semakin besar pula beban subsidi pemerintah.
Nilai Tukar Rupiah
Pelemahan rupiah terhadap dolar AS dapat meningkatkan biaya impor minyak mentah.
Kebutuhan Energi yang Terus Meningkat
Pertumbuhan ekonomi dan jumlah kendaraan menyebabkan konsumsi BBM nasional terus meningkat.
Prospek Harga BBM ASEAN ke Depan
Analis energi memperkirakan harga BBM di kawasan ASEAN masih akan dipengaruhi oleh:
Harga minyak mentah dunia
Konflik geopolitik internasional
Kebijakan energi masing-masing negara
Nilai tukar mata uang
Permintaan energi global
Jika ketegangan geopolitik terus berlanjut, bukan tidak mungkin harga BBM di berbagai negara ASEAN kembali mengalami kenaikan pada semester kedua tahun 2026.
Kesimpulan
Meski Pertamina telah menaikkan harga Pertamax menjadi Rp16.250 per liter dan Pertamax Green menjadi Rp17.000 per liter, Indonesia masih termasuk negara dengan harga BBM yang relatif murah dibandingkan sebagian besar negara ASEAN. Bahkan untuk BBM bersubsidi seperti Pertalite, Indonesia masih menjadi salah satu negara dengan harga bahan bakar termurah di kawasan Asia Tenggara.
Di tengah kenaikan harga minyak dunia dan ketidakpastian ekonomi global, tantangan pemerintah ke depan adalah menjaga keseimbangan antara stabilitas harga energi, keberlanjutan fiskal, dan daya beli masyarakat.

Posting Komentar untuk "Daftar Harga BBM ASEAN 2026, Indonesia Masih Kompetitif di Tengah Kenaikan Harga Energi Global"