Budapest, 31 Mei 2026 – Paris Saint-Germain (PSG) kembali menorehkan sejarah di panggung sepak bola Eropa setelah sukses mempertahankan gelar Liga Champions 2026 dengan mengalahkan Arsenal melalui adu penalti dramatis di Puskás Aréna, Budapest, Minggu (31/5/2026) dini hari.
Kemenangan ini tidak hanya memastikan PSG meraih gelar Liga Champions kedua secara beruntun, tetapi juga mematahkan sejumlah mitos dan rekor yang selama bertahun-tahun melekat dalam kompetisi elite Eropa tersebut.
PSG Pertahankan Gelar Liga Champions Setelah Menang Adu Penalti atas Arsenal
Final Liga Champions 2026 berlangsung sengit sejak menit awal. Arsenal lebih dulu unggul melalui gol Kai Havertz pada babak pertama, memberikan harapan besar bagi klub London Utara untuk meraih trofi Liga Champions pertama dalam sejarah mereka.
Namun, juara bertahan PSG menunjukkan mental juara. Tim besutan Luis Enrique mampu bangkit dan menyamakan kedudukan melalui Ousmane Dembele, membuat skor menjadi 1-1 hingga waktu normal berakhir.
Perpanjangan waktu tidak menghasilkan gol tambahan sehingga laga harus ditentukan melalui adu penalti. Dalam momen krusial tersebut, PSG tampil lebih tenang dan akhirnya menang 4-3.
Dua eksekutor Arsenal, Gabriel dan Eberechi Eze, gagal menjalankan tugasnya dari titik putih. Sementara dari kubu PSG, hanya Nuno Mendes yang gagal mencetak gol.
Hasil Final Liga Champions 2026
PSG 1-1 Arsenal
(PSG menang adu penalti 4-3)
Pencetak gol:
Kai Havertz (Arsenal)
Ousmane Dembele (PSG)
PSG Akhiri “Kutukan” Liga Champions dan Putus Rekor 12 Tahun
Salah satu fakta paling menarik dari final Liga Champions 2026 adalah berakhirnya rekor unik yang telah bertahan selama lebih dari satu dekade.
Sejak final Liga Champions 2014, tim yang mencetak gol pertama selalu keluar sebagai juara. Statistik tersebut membuat banyak pengamat menyebut adanya “kutukan” bagi tim yang kebobolan lebih dahulu di partai puncak.
Namun, PSG berhasil mematahkan tren tersebut.
Meski tertinggal lebih dulu oleh gol Kai Havertz, Les Parisiens mampu bangkit dan akhirnya mengangkat trofi setelah memenangkan adu penalti.
Dengan hasil ini, rekor 12 tahun berturut-turut di mana pencetak gol pembuka selalu menjadi juara resmi berakhir di Budapest.
Rekor Final Liga Champions yang Akhirnya Terhenti
Rangkaian statistik tersebut bermula dari final Liga Champions 2014 antara Real Madrid dan Atletico Madrid.
Saat itu, Atletico Madrid sempat unggul melalui Diego Godin, tetapi Real Madrid berhasil membalikkan keadaan dan menang 4-1 setelah perpanjangan waktu.
Setelah final tersebut, sejumlah pemain yang mencetak gol pembuka selalu membawa timnya menjadi juara, di antaranya:
Ivan Rakitic
Sergio Ramos
Cristiano Ronaldo
Karim Benzema
Mohamed Salah
Kai Havertz
Rodri
Achraf Hakimi
Final Liga Champions 2026 menjadi pengecualian pertama yang memutus tren panjang tersebut.
Era Dominasi Baru PSG di Eropa
Keberhasilan mempertahankan trofi Liga Champions semakin memperkuat status PSG sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola Eropa saat ini.
Selama bertahun-tahun, klub asal Prancis itu kerap dikaitkan dengan kegagalan dramatis di fase gugur Liga Champions. Namun di bawah kepemimpinan Luis Enrique, PSG berhasil mengubah narasi tersebut menjadi era kejayaan.
Gelar Liga Champions 2026 sekaligus menandai keberhasilan PSG meraih dua trofi Liga Champions secara beruntun (back-to-back champions), sebuah pencapaian yang sangat sulit diwujudkan di era modern sepak bola Eropa yang semakin kompetitif.
Dengan kemenangan bersejarah di Budapest pada 31 Mei 2026, PSG tidak hanya mempertahankan mahkota Eropa, tetapi juga menghapus berbagai mitos yang selama ini menghantui perjalanan mereka di Liga Champions.
Posting Komentar untuk "PSG Juara Liga Champions 2026: Kalahkan Arsenal Lewat Adu Penalti, Putus Rekor 12 Tahun dan Akhiri “Kutukan” Final UCL"