JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan agar seluruh masyarakat Indonesia memiliki rekening perbankan. Kebijakan tersebut disiapkan pemerintah sebagai bagian dari upaya memperluas inklusi keuangan sekaligus meningkatkan literasi keuangan masyarakat.
Arahan itu disampaikan dalam pembahasan pemerintah mengenai kondisi inklusi dan literasi keuangan nasional. Pemerintah kemudian menyiapkan skema agar masyarakat dapat memiliki rekening melalui bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). (CNN Indonesia)
Prabowo Ingin Semua Warga RI Punya Rekening Bank
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa Presiden Prabowo meminta agar masyarakat Indonesia memiliki rekening perbankan.
Tujuannya bukan sekadar menambah jumlah rekening, tetapi membuat masyarakat semakin terhubung dengan ekosistem keuangan formal, termasuk layanan pembayaran digital, tabungan, hingga berbagai program pemerintah.
Pemerintah saat ini masih menyiapkan mekanisme teknis pelaksanaannya. Bank yang disebut akan berperan dalam penyediaan rekening tersebut antara lain BRI dan Bank Syariah Indonesia (BSI). (ANTARA News Jambi)
Rekening Akan Berbasis NIK
Salah satu konsep yang sedang dipersiapkan adalah menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai basis pembukaan rekening.
Data kependudukan dari Direktorat Jenderal Dukcapil Kementerian Dalam Negeri nantinya akan disinkronkan dengan sistem terkait perbankan dan pembayaran.
Dengan konsep tersebut, ketika masyarakat memasuki usia tertentu, terutama saat mendapatkan KTP pada usia 17 tahun, mereka diharapkan sekaligus memperoleh nomor rekening. (ANTARA News Jambi)
Gambaran mekanisme yang sedang disiapkan:
NIK Dukcapil → Pembukaan rekening → Sistem pembayaran digital → QRIS → Akses layanan pemerintah
Namun, mekanisme final, proses aktivasi, serta ketentuan teknis lainnya masih dalam tahap persiapan.
Bukan Sekadar Menabung, Bisa Terhubung dengan QRIS
Rekening tersebut nantinya dirancang agar tidak hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan uang.
Pemerintah juga mempersiapkan integrasi dengan sistem pembayaran Bank Indonesia, termasuk QRIS, sehingga masyarakat dapat lebih mudah menggunakan layanan pembayaran digital.
Bagi pelaku UMKM, semakin banyak masyarakat yang mempunyai rekening dan menggunakan transaksi digital juga berpotensi memperluas ekosistem ekonomi formal. BRI menyebut perluasan kepemilikan rekening perlu dibarengi edukasi agar masyarakat memahami manfaat serta risiko layanan keuangan digital. (Antara News)
Rekening Bisa Dipakai untuk Penyaluran Bansos
Salah satu alasan penting di balik rencana tersebut adalah agar berbagai program pemerintah dapat disalurkan secara lebih langsung.
Airlangga mengatakan rekening masyarakat nantinya dapat digunakan untuk mendukung berbagai program pemerintah, termasuk penyaluran bantuan sosial tunai. (ANTARA News Jambi)
Jika sistem tersebut berjalan, pemerintah diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap mekanisme penyaluran bantuan yang panjang.
Masyarakat yang sudah mempunyai rekening dapat menerima bantuan secara langsung ke rekening masing-masing sesuai ketentuan program.
Targetnya Bukan Sekadar Punya Rekening
Data yang disampaikan pemerintah menunjukkan tingkat inklusi keuangan Indonesia sudah mencapai 93,62 persen, sedangkan tingkat literasi keuangan berada di angka 63,57 persen.
Angka tersebut menunjukkan bahwa akses terhadap layanan keuangan sudah cukup luas, tetapi pemahaman masyarakat mengenai produk dan layanan keuangan masih perlu terus diperkuat. (ANTARA News Jambi)
Karena itu, pemerintah tidak hanya mengejar jumlah rekening yang terbuka.
Yang menjadi tantangan berikutnya adalah memastikan masyarakat benar-benar menggunakan rekening secara aman dan produktif.
BRI dan BSI Siap Mendukung
BRI menyatakan siap mendukung arahan Presiden untuk memperluas kepemilikan rekening masyarakat Indonesia.
BRI menilai rekening dapat menjadi pintu masuk masyarakat menuju berbagai layanan keuangan, mulai dari transaksi, pembayaran, tabungan, penerimaan program pemerintah hingga akses layanan keuangan lainnya sesuai kebutuhan nasabah. (Antara News)
Sementara itu, BSI juga menyatakan kesiapan menjalankan arahan tersebut melalui layanan perbankan syariah dan transformasi digital. (ANTARA News Jambi)
Apakah Rekening Otomatis Ini Sudah Berlaku?
Belum.
Ini menjadi poin penting yang perlu dipahami masyarakat.
Rencana kepemilikan rekening secara massal tersebut masih dalam tahap penyusunan mekanisme dan aspek teknis. Pemerintah masih melibatkan sejumlah lembaga, antara lain Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, OJK, serta kementerian/lembaga terkait.
Karena itu, masyarakat sebaiknya tidak langsung datang ke bank hanya karena membaca informasi mengenai program rekening otomatis tersebut. Tunggu petunjuk resmi mengenai jadwal, mekanisme aktivasi, jenis rekening, ketentuan saldo, biaya administrasi, serta prosedur lainnya. (ANTARA News Jambi)
Apa Dampaknya bagi Masyarakat?
Jika program ini berhasil diterapkan dengan baik, terdapat beberapa potensi manfaat:
Masyarakat semakin mudah mengakses layanan perbankan.
Penyaluran bantuan pemerintah dapat dilakukan secara lebih langsung.
Transaksi digital semakin luas.
Penggunaan QRIS dapat semakin berkembang.
Literasi dan inklusi keuangan dapat diperkuat.
UMKM semakin terhubung dengan ekosistem ekonomi formal.
Pemerintah memiliki infrastruktur pembayaran yang lebih terintegrasi.
Namun, digitalisasi keuangan juga harus diikuti perlindungan data pribadi, keamanan rekening, edukasi terhadap penipuan digital, serta pemahaman masyarakat mengenai biaya dan ketentuan produk perbankan.
Kesimpulan
Rencana Prabowo agar seluruh warga Indonesia memiliki rekening bank merupakan bagian dari agenda memperluas inklusi dan literasi keuangan nasional.
Pemerintah tengah menyiapkan skema berbasis NIK, dengan BRI dan BSI sebagai bank yang dipersiapkan untuk mendukung penyediaan rekening. Sistem tersebut juga diarahkan agar dapat terintegrasi dengan pembayaran digital seperti QRIS dan mendukung penyaluran berbagai program pemerintah, termasuk bansos. (ANTARA News Jambi)
Tetapi perlu digarisbawahi: program ini masih dalam tahap persiapan dan belum dapat dianggap sebagai layanan rekening otomatis yang sudah berlaku bagi seluruh masyarakat.
📌 ARTICLE
Focus Keyword:Prabowo perintahkan Himbara buatkan rekening
Kata Kunci Turunan:
Prabowo semua warga punya rekening
rekening bank untuk semua warga Indonesia
rekening otomatis berbasis NIK
rekening BRI dan BSI
rekening warga usia 17 tahun
Prabowo minta semua warga punya rekening
Himbara buat rekening masyarakat
rekening bank berbasis NIK
QRIS rekening masyarakat
rekening untuk penyaluran bansos
inklusi keuangan Indonesia 2026
Title:
Prabowo Perintahkan Himbara Buatkan Rekening untuk Semua Warga RI, Ini Mekanismenya
Meta Description:
Prabowo meminta seluruh warga RI memiliki rekening bank. Pemerintah menyiapkan rekening berbasis NIK melalui BRI dan BSI yang terintegrasi dengan QRIS dan program pemerintah.
Slug:prabowo-perintahkan-himbara-buatkan-rekening-semua-warga-ri
Kategori: Ekonomi | Nasional | Perbankan | Kebijakan Pemerintah
Tag:
Prabowo Subianto, Himbara, BRI, BSI, rekening bank, NIK, QRIS, inklusi keuangan, literasi keuangan, bansos, ekonomi Indonesia, 2026
Disclaimer
Artikel ini disusun berdasarkan pemberitaan CNN Indonesia serta dikonfirmasi dengan informasi ANTARA mengenai rencana pemerintah. Mekanisme teknis, jadwal pelaksanaan, persyaratan, dan ketentuan rekening masih dapat berubah karena program masih dalam tahap persiapan. (CNN Indonesia)

Posting Komentar untuk "Prabowo Perintahkan Himbara Buatkan Rekening untuk Semua Warga RI, Ini Tujuan dan Mekanismenya"