Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Jadi KRI Gajah Mada, Ini Spesifikasi Lengkap dan Rencana Penggunaannya di Indonesia

JAKARTA – Indonesia segera memiliki kapal induk yang akan menjadi salah satu aset terbesar dalam jajaran armada TNI Angkatan Laut. Kapal tersebut adalah ITS Giuseppe Garibaldi, kapal induk milik Italia yang kini sedang dalam perjalanan menuju Indonesia dan direncanakan berganti nama menjadi KRI Gajah Mada.

Namun, ada satu hal penting yang perlu diluruskan. Giuseppe Garibaldi bukan sekadar “kapal perang yang diberikan begitu saja”, melainkan diperoleh Indonesia melalui skema hibah antarpemerintah. Parlemen Italia telah memberikan persetujuan terhadap proses cession/penyerahan kapal tersebut kepada Indonesia. (Senato Italiano)

Kapal ini menarik perhatian karena Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa Giuseppe Garibaldi akan direfurbish dan diarahkan menjadi kapal induk helikopter serta drone, terutama untuk memperkuat kemampuan Indonesia menghadapi bencana dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). (detiknews)

Berikut spesifikasi dan fakta penting tentang kapal yang akan menjadi KRI Gajah Mada.




Dari Italia, Kini Menuju Indonesia

Giuseppe Garibaldi merupakan kapal induk yang dibangun di galangan Cantieri Navali di Monfalcone, Italia.

Menurut data resmi Angkatan Laut Italia, kapal mulai dibangun pada 20 Februari 1978, diluncurkan pada 4 Juni 1983, dan kemudian menjadi salah satu kapal penting dalam sejarah modern Marina Militare. (Marina Militare)

Kapal tersebut memasuki masa dinas pada era 1980-an dan selama bertahun-tahun menjalankan berbagai misi operasi, termasuk operasi internasional.

Setelah tidak lagi aktif dalam dinas Italia, kapal kemudian masuk dalam proses transfer kepada Indonesia.

Pada 24 Agustus 2026, Giuseppe Garibaldi bertolak dari Italia menuju Indonesia. Perjalanan dilakukan melalui Terusan Suez dan Laut Merah dengan pengawalan kapal perang Italia. (Antara News)

Informasi terbaru ANTARA pada 8 September 2026 menyebut kapal sudah berada di Laut Arab dan diperkirakan tiba di Indonesia sekitar 17 September 2026, apabila perjalanan berjalan tanpa kendala. (Antara News)


Spesifikasi Utama Giuseppe Garibaldi

Berikut data teknis utama yang tercatat dalam data resmi Marina Militare Italia.

SpesifikasiData
Nama saat iniITS Giuseppe Garibaldi
Nomor lambung551
Rencana nama IndonesiaKRI Gajah Mada
JenisKapal induk/kapal pembawa pesawat
Panjang180,2 meter
Lebar di garis air23,4 meter
Lebar dek penerbangan30,4 meter
Panjang dek penerbangan173,8 meter
Sarat air6,7 meter
Displacement penuhsekitar 13.850 ton
Kecepatan maksimum30 knot
Daya mesinsekitar 60.400 kW
Jangkauansekitar 7.000 mil laut
Sistem propulsiCOGAG
Turbin gas4 × FIAT/GE LM-2500
Poros2
Kapasitas personelsekitar 825 orang
Air winghingga sekitar 18–20 pesawat, tergantung konfigurasi

Data tersebut bersumber terutama dari spesifikasi resmi Marina Militare dan dirangkum ANTARA. (Marina Militare)


1. Panjang 180,2 Meter

Bayangkan sebuah bangunan dengan panjang hampir dua kali lapangan sepak bola.

Giuseppe Garibaldi mempunyai panjang 180,2 meter.

Lebarnya mencapai 23,4 meter pada garis air, sedangkan bagian dek penerbangan mencapai 30,4 meter. Dek penerbangannya sendiri memiliki panjang sekitar 173,8 meter. (Antara News)

Ukuran tersebut memberikan ruang yang cukup besar untuk menjalankan operasi udara dari atas kapal.


2. Bobot Hampir 14 Ribu Ton

Dalam kondisi penuh, Giuseppe Garibaldi memiliki displacement sekitar 13.850 ton.

Angka ini menggambarkan besarnya massa kapal ketika beroperasi dalam kondisi muatan penuh.

Dengan ukuran dan displacement tersebut, kapal ini akan menjadi salah satu kapal terbesar yang dimiliki TNI AL apabila resmi masuk ke jajaran armada Indonesia. (Antara News)


3. Mesin 4 Turbin Gas LM-2500

Salah satu bagian menarik dari kapal ini adalah sistem penggeraknya.

Giuseppe Garibaldi menggunakan sistem COGAG (Combined Gas and Gas) dengan empat turbin gas FIAT/GE LM-2500.

Total tenaga yang dihasilkan mencapai sekitar 60.400 kilowatt, atau lebih dari 80.000 tenaga kuda. Tenaga tersebut disalurkan melalui dua poros dengan baling-baling fixed pitch. (Antara News)

Dengan mesin tersebut, kapal mampu mencapai kecepatan sekitar:

30 knot

atau kira-kira 56 kilometer per jam.

Untuk kapal dengan panjang lebih dari 180 meter dan bobot hampir 14 ribu ton, kemampuan mencapai 30 knot merupakan salah satu aspek penting dalam mobilitas operasionalnya.


4. Jangkauan Mencapai 7.000 Mil Laut

Giuseppe Garibaldi mempunyai jangkauan sekitar 7.000 mil laut.

Kemampuan ini penting bagi kapal yang dirancang untuk menjalankan operasi jarak jauh.

Dengan jangkauan tersebut, kapal dapat menjadi platform bergerak untuk berbagai misi, mulai dari operasi militer, dukungan kemanusiaan, evakuasi, hingga misi bantuan bencana—tentunya sesuai konfigurasi dan kesiapan setelah berada di bawah pengoperasian Indonesia.

Data resmi Marina Militare mencantumkan jangkauan sekitar 7.000 nautical miles. (Marina Militare)


5. Bisa Membawa Pesawat dan Helikopter

Inilah salah satu kemampuan paling penting Giuseppe Garibaldi.

Dalam konfigurasi Italia, kapal ini dirancang untuk mengoperasikan berbagai jenis helikopter seperti:

  • EH101

  • SH90A

  • AB212

Selain itu, kapal juga pernah dirancang untuk mengoperasikan pesawat AV-8B Harrier II yang memiliki kemampuan short take-off and vertical landing (STOVL). (Marina Militare)

Marina Militare mencatat konfigurasi air wing sekitar 18–20 pesawat, tergantung jenis pesawat dan kebutuhan misi. (Antara News)

Tetapi bagaimana dengan Indonesia?

Di sinilah terjadi perubahan besar.

Presiden Prabowo menyampaikan bahwa kapal akan direfurbish dan dikonversi menjadi platform yang fokus pada helikopter dan drone.

Jadi, kemampuan kapal saat masih digunakan Italia tidak otomatis berarti seluruh konfigurasi lama akan dipertahankan Indonesia.


6. Bisa Menampung Sekitar 10 Helikopter Kelas Menengah untuk Misi Bencana

Rencana baru yang disampaikan Presiden Prabowo cukup menarik.

Giuseppe Garibaldi akan dimanfaatkan sebagai pangkalan bergerak untuk helikopter dan drone.

Prabowo menyebut kapal tersebut mampu membawa sekitar 10 helikopter kelas menengah, dengan contoh jenis seperti Black Hawk atau Mi-17. Helikopter dalam kategori tersebut dapat digunakan untuk membawa air dalam operasi pemadaman karhutla. (detiknews)

Artinya, kapal ini tidak semata-mata diproyeksikan sebagai simbol kekuatan militer.

Ada fungsi dual-use yang sangat menarik:

Kapal perang + pangkalan udara bergerak + platform bantuan bencana.


7. Dibawa untuk Memperkuat Penanganan Karhutla

Rencana pemanfaatan Giuseppe Garibaldi menjadi sangat relevan dengan kondisi Indonesia yang menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan.

Presiden Prabowo menyampaikan kapal tersebut akan direfurbish menjadi kapal induk helikopter dan drone untuk membantu penanganan bencana.

Dengan kemampuan membawa sejumlah helikopter, kapal dapat diposisikan lebih dekat dengan kawasan yang membutuhkan dukungan udara.

Secara konsep, hal tersebut dapat membantu:

Kapal → Helikopter → Titik bencana → Operasi pemadaman/penyelamatan

Namun efektivitasnya tetap bergantung pada kesiapan helikopter, infrastruktur, bahan bakar, logistik, sumber air, cuaca, awak, serta sistem komando dan keselamatan operasi.


8. Bukan Hanya Helikopter, Drone Juga Diproyeksikan

Prabowo juga menyebut Giuseppe Garibaldi akan digunakan untuk drone.

Ini membuka kemungkinan pemanfaatan kapal sebagai pusat operasi udara tanpa awak untuk berbagai kebutuhan, misalnya:

  • pemantauan wilayah bencana;

  • pemetaan kawasan terdampak;

  • pengawasan titik panas;

  • pemantauan perubahan kondisi lapangan;

  • pencarian dan penyelamatan;

  • pengiriman informasi secara cepat kepada pusat komando.

Namun, jenis drone dan konfigurasi operasional yang nantinya benar-benar digunakan Indonesia belum dijelaskan secara lengkap dalam sumber resmi yang saya temukan.

Karena itu, spesifikasi drone tidak sebaiknya dibuat-buat.


9. Pernah Membawa Sistem Persenjataan

Giuseppe Garibaldi bukan kapal yang sejak awal dirancang hanya sebagai kapal bantuan bencana.

Dalam konfigurasi militer Italia, kapal ini mempunyai kemampuan pertahanan diri.

Data Marina Militare mencatat keberadaan:

  • peluncur delapan sel untuk rudal antipesawat Aspide;

  • tiga sistem DARDO;

  • meriam Breda 40/70;

  • berbagai sistem pertahanan aktif dan pasif. (Marina Militare)

ANTARA juga mencatat kemampuan persenjataan tersebut berdasarkan data resmi Italia. (Antara News)

Catatan penting: keberadaan sistem persenjataan pada konfigurasi Italia tidak otomatis berarti seluruh persenjataan tersebut akan dipertahankan dalam konfigurasi Indonesia setelah proses transfer dan refurbishment. Detail final konfigurasi KRI Gajah Mada perlu menunggu keterangan resmi TNI AL/Kemhan.


10. Mampu Menjadi Pusat Komando

Salah satu kemampuan yang tidak kalah penting adalah fungsi command and control.

Marina Militare menjelaskan Giuseppe Garibaldi mampu menjalankan fungsi komando dan pengendalian kekuatan laut serta udara angkatan laut. (Marina Militare)

Dalam konteks Indonesia, kemampuan seperti ini dapat menjadi penting ketika kapal digunakan dalam operasi besar.

Misalnya:

Bencana besar → kapal menjadi pusat koordinasi → helikopter bergerak → drone melakukan pemantauan → tim di darat menerima informasi.

Dengan demikian, kapal bukan hanya tempat parkir helikopter.

Ia dapat menjadi bagian dari rantai komando dan logistik bergerak.


11. Kapasitas Personel Sekitar 825 Orang

Data resmi Marina Militare mencantumkan kapasitas personel sekitar 825 orang.

Jumlah tersebut menunjukkan bahwa Giuseppe Garibaldi dirancang untuk menjalankan operasi kompleks yang membutuhkan awak kapal, unsur penerbangan, dan unsur pendukung lainnya. (Marina Militare)

Namun, komposisi personel ketika kapal menjadi KRI Gajah Mada tentu dapat berbeda karena bergantung pada struktur organisasi, kebutuhan misi dan konfigurasi Indonesia.


12. Dari Giuseppe Garibaldi Menjadi KRI Gajah Mada

Saat ini kapal masih menggunakan nama:

ITS Giuseppe Garibaldi

dan masih mengibarkan bendera Italia dalam perjalanan menuju Indonesia.

Setelah proses serah terima, kapal direncanakan menggunakan:

๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ KRI Gajah Mada

serta bendera Merah Putih.

KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali menyebut pergantian nama dan bendera direncanakan pada 25 September 2026, dengan rencana kehadiran Presiden Prabowo Subianto. (Antara News)


13. Kapan Tiba di Indonesia?

Informasi terbaru pada 8 September 2026 menyebut Giuseppe Garibaldi telah berada di Laut Arab.

Kadispenal Laksamana Pertama TNI Tunggul mengatakan kapal diperkirakan tiba di Indonesia pada 17 September 2026, apabila tidak ada kendala. (Antara News)

Sebelumnya, KSAL menyebut perkiraan kedatangan berada di sekitar 15–20 September 2026. (Antara News)

Setelah memasuki wilayah Indonesia, kapal akan mendapat pengawalan dari unsur TNI AL. ANTARA melaporkan rencana pengawalan minimal dua KRI fregat Indonesia dan dukungan pesawat udara Puspenerbal saat memasuki perairan Indonesia. (Antara News)


14. Pangkalan Disiapkan di Lampung

Kedatangan kapal induk tentu membutuhkan fasilitas yang memadai.

TNI AL menyiapkan pangkalan kapal induk di Lampung untuk mendukung keberadaan Garibaldi/KRI Gajah Mada.

ANTARA menyebut infrastruktur tersebut ditargetkan dapat berfungsi penuh pada akhir September 2026. (Antara News)

Ini berarti kedatangan kapal tidak hanya soal membeli atau menerima sebuah kapal.

Indonesia juga harus menyiapkan:

  • dermaga;

  • fasilitas perawatan;

  • bahan bakar;

  • logistik;

  • fasilitas penerbangan;

  • personel;

  • pelatihan pilot;

  • keselamatan penerbangan;

  • sistem komunikasi dan komando.


15. Pilot TNI Disiapkan untuk Mendarat di Kapal

Kapal induk tanpa kemampuan penerbangan yang terlatih tentu tidak akan maksimal.

Karena itu, TNI AL menyiapkan pelatihan bagi pilot agar dapat melakukan pendaratan di kapal tersebut.

Menariknya, helikopter yang nantinya beroperasi tidak hanya berasal dari TNI AL.

ANTARA melaporkan helikopter milik TNI AL, TNI AU maupun TNI AD dapat dioperasikan dari kapal tersebut. (Antara News)

Ini membuka peluang bagi KRI Gajah Mada untuk menjadi platform operasi gabungan lintas matra.


Kapal Induk Ini Bukan Kapal Baru

Ada satu fakta yang perlu dipahami pembaca.

Giuseppe Garibaldi bukan kapal induk baru yang dibangun khusus untuk Indonesia.

Kapal tersebut merupakan kapal Italia yang telah memiliki sejarah panjang dalam operasional Marina Militare dan kemudian ditransfer kepada Indonesia melalui skema hibah antarpemerintah. (Senato Italiano)

Karena itu, istilah yang lebih tepat adalah:

kapal induk eks-Italia yang akan direfurbish dan dikonfigurasi untuk kebutuhan Indonesia.

Hal ini penting agar publik tidak membayangkan Indonesia menerima kapal induk baru dari galangan kapal.


Apakah KRI Gajah Mada Akan Menjadi Kapal Induk seperti Amerika?

Tidak tepat jika langsung menyamakannya dengan kapal induk supercarrier Amerika Serikat.

Giuseppe Garibaldi merupakan kapal induk ringan/kapal pembawa pesawat dengan dimensi dan kapasitas jauh lebih kecil dibanding kapal induk nuklir kelas Nimitz atau Gerald R. Ford.

Fungsi yang direncanakan Indonesia juga berbeda.

Fokusnya justru semakin diarahkan kepada:

๐Ÿš Helikopter

๐Ÿ›ธ Drone

๐ŸŒŠ Operasi maritim

๐Ÿ†˜ Bantuan bencana

๐Ÿ”ฅ Penanganan karhutla

๐ŸŽ–️ Operasi gabungan

๐Ÿ‘‘ Dukungan VVIP tertentu

ANTARA juga melaporkan KRI Gajah Mada direncanakan tampil dalam sailing pass HUT ke-81 TNI pada Oktober 2026 dan dapat digunakan sebagai kapal VVIP untuk kegiatan tertentu. (Antara News)


Mengapa Nama Gajah Mada?

Pergantian nama dari Giuseppe Garibaldi menjadi KRI Gajah Mada mempunyai dimensi simbolik yang kuat.

Gajah Mada merupakan tokoh penting dalam sejarah Majapahit yang sering dikaitkan dengan gagasan penyatuan Nusantara.

KSAL Muhammad Ali menyebut kapal tersebut nantinya membawa semangat untuk menyatukan Nusantara. (Antara News)

Dengan demikian, perubahan nama bukan sekadar pergantian identitas kapal, tetapi juga menandai masuknya kapal tersebut ke dalam simbol dan tradisi kemaritiman Indonesia.


Dari Kapal Perang Menjadi Platform Kemanusiaan?

Inilah bagian paling menarik dari perjalanan Giuseppe Garibaldi.

Dahulu kapal ini dibangun untuk menjalankan fungsi militer dan operasi penerbangan laut.

Kini Indonesia berencana mengembangkan penggunaannya agar dapat mendukung misi kemanusiaan dan penanggulangan bencana.

Konsep tersebut sebenarnya sangat relevan dengan karakter geografis Indonesia sebagai negara kepulauan yang menghadapi berbagai risiko bencana.

Ketika bencana terjadi di wilayah yang sulit dijangkau dari daratan, kapal besar dengan kemampuan membawa helikopter dapat berfungsi sebagai pangkalan bergerak.

Namun tentu saja, kemampuan tersebut harus didukung infrastruktur, doktrin operasi, latihan, awak dan sistem logistik yang matang.


Kesimpulan

Giuseppe Garibaldi bukan sekadar kapal induk bekas Italia. Kapal sepanjang 180,2 meter, berbobot sekitar 13.850 ton, berkecepatan hingga 30 knot, dengan empat turbin gas LM-2500 dan kemampuan membawa air wing dalam konfigurasi tertentu, kini memasuki babak baru dalam sejarahnya. (Marina Militare)

Setelah tiba di Indonesia dan melalui proses serah terima, kapal tersebut direncanakan berubah nama menjadi KRI Gajah Mada.

Lebih menarik lagi, Presiden Prabowo mengarahkan kapal tersebut untuk direfurbish menjadi platform helikopter dan drone, termasuk untuk mendukung penanganan karhutla dan bencana. (detiknews)

Dengan demikian, pertanyaan besarnya bukan lagi sekadar “Indonesia punya kapal induk atau tidak?”

Tetapi:

Seberapa efektif Indonesia mampu mengubah Giuseppe Garibaldi menjadi platform maritim yang benar-benar berguna bagi pertahanan sekaligus kemanusiaan?

Jawabannya akan terlihat setelah KRI Gajah Mada resmi berbendera Merah Putih dan mulai menjalankan peran operasionalnya.


๐Ÿ”Ž OPTIMIZATION

Focus Keyword:
Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Indonesia

Keyword turunan:

  • KRI Gajah Mada

  • spesifikasi Giuseppe Garibaldi

  • kapal induk Indonesia

  • kapal induk TNI AL

  • Giuseppe Garibaldi Indonesia

  • kapal induk hibah Italia

  • kapal induk dari Italia

  • spesifikasi KRI Gajah Mada

  • kapal induk helikopter Indonesia

  • kapal induk drone Indonesia

  • Prabowo kapal induk

  • Giuseppe Garibaldi KRI Gajah Mada

  • kapal induk pertama Indonesia

  • TNI AL kapal induk

  • kapal induk karhutla

  • kapal induk bantuan bencana

Title:
Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Jadi KRI Gajah Mada, Ini Spesifikasi Lengkapnya

Meta Description:
Kapal induk Giuseppe Garibaldi dari Italia segera menjadi KRI Gajah Mada. Simak spesifikasi lengkap, mesin, ukuran, kapasitas, kemampuan udara dan rencana penggunaannya di Indonesia.

Slug:
kapal-induk-giuseppe-garibaldi-kri-gajah-mada-spesifikasi

Kategori:
Nasional | Militer | TNI AL | Pertahanan | Internasional | Teknologi

Tags:
Giuseppe Garibaldi, KRI Gajah Mada, Kapal Induk Indonesia, Kapal Induk TNI AL, Italia, Prabowo Subianto, TNI AL, Kapal Induk Helikopter, Drone, Karhutla, Pertahanan Indonesia

Disclaimer

Artikel ini disusun berdasarkan keterangan TNI AL, ANTARA, data resmi Marina Militare Italia, serta laporan terkait yang tersedia hingga 8 September 2026. Spesifikasi Giuseppe Garibaldi merujuk pada konfigurasi dan data kapal saat berada dalam layanan Italia. Konfigurasi final KRI Gajah Mada, termasuk persenjataan, jumlah serta jenis helikopter/drone, dan hasil proses refurbish, dapat berbeda dan masih menunggu keterangan resmi pemerintah Indonesia. Status perjalanan dan jadwal pengukuhan juga dapat berubah mengikuti kondisi operasional. (Marina Militare)

Posting Komentar untuk "Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Jadi KRI Gajah Mada, Ini Spesifikasi Lengkap dan Rencana Penggunaannya di Indonesia"

Admin
Selamat datang di Arsyafin Production, silahkan kirimkan detail kebutuhan Anda?