Doa Memohon Hujan dan Sholat Istisqa Lengkap: Bacaan, Niat, Tata Cara hingga Adabnya
Ketika hujan lama tak turun dan kekeringan mulai dirasakan masyarakat, Islam mengajarkan umatnya untuk tidak hanya melakukan ikhtiar secara lahiriah, tetapi juga memperbanyak doa, istighfar, taubat, sedekah, serta melaksanakan sholat Istisqa.
Sholat Istisqa merupakan sholat sunnah dua rakaat yang dikerjakan sebagai bentuk permohonan kepada Allah SWT agar menurunkan hujan, khususnya ketika terjadi kemarau panjang atau kekeringan. Tata caranya pada dasarnya mirip dengan sholat Id, dengan beberapa perbedaan pada takbir dan khutbah. (Kementerian Agama)
Bagi umat Islam, momentum memohon hujan bukan sekadar meminta turunnya air dari langit. Ia juga menjadi kesempatan untuk bermuhasabah, memperbanyak istighfar, memperbaiki hubungan dengan sesama, meninggalkan kemaksiatan dan memperkuat kepedulian terhadap lingkungan serta sesama manusia.
Apa Itu Sholat Istisqa?
Secara sederhana, Istisqa berarti memohon hujan. Sholat Istisqa dilakukan ketika masyarakat membutuhkan hujan akibat kemarau panjang atau kondisi kekeringan.
Dalam tuntunan yang dijelaskan Kementerian Agama, pelaksanaan sholat Istisqa terdiri atas dua rakaat tanpa azan dan iqamah, kemudian dilanjutkan dengan khutbah dan doa memohon hujan. (Kementerian Agama)
NU Online juga menjelaskan bahwa tata cara sholat Istisqa secara umum menyerupai sholat Id, termasuk takbir tujuh kali pada rakaat pertama dan lima kali pada rakaat kedua. (NU Online)
Adab Sebelum Sholat Istisqa
Sebelum melaksanakan sholat Istisqa, umat Islam dianjurkan mempersiapkan diri dengan memperbanyak amal kebajikan.
1. Memperbanyak istighfar dan taubat
Kemarau hendaknya menjadi momentum untuk melakukan introspeksi diri.
Perbanyak membaca:
أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمَ
Astaghfirullāhal-'azhīm.
Artinya:
"Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung."
Taubat bukan berarti memastikan bahwa kekeringan merupakan akibat dosa tertentu, tetapi menjadi bentuk kerendahan hati seorang hamba yang menyadari bahwa manusia selalu membutuhkan pertolongan Allah SWT.
2. Memperbanyak sedekah
Umat Islam juga dianjurkan memperbanyak sedekah dan membantu masyarakat yang mengalami kesulitan akibat kekeringan.
3. Berpuasa
Dalam sejumlah tuntunan fikih, masyarakat dianjurkan berpuasa selama tiga hari sebelum pelaksanaan sholat Istisqa. (NU Online)
4. Hadir dengan penuh kerendahan hati
Pelaksanaan dapat dilakukan secara berjamaah di tanah lapang. Dalam tradisi tuntunan Istisqa, masyarakat dianjurkan hadir dengan sikap sederhana, rendah hati dan penuh harap kepada Allah SWT. (NU Online)
Niat Sholat Istisqa
Sholat Istisqa dilaksanakan sebanyak dua rakaat.
Niat sebagai imam
أُصَلِّي سُنَّةَ الاِسْتِسْقَاءِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا لِلَّهِ تَعَالَى
Ushallī sunnatal-istisqā’i rak‘ataini imāman lillāhi ta‘ālā.
Artinya:
"Aku berniat sholat sunnah Istisqa dua rakaat sebagai imam karena Allah Ta'ala."
Niat sebagai makmum
أُصَلِّي سُنَّةَ الاِسْتِسْقَاءِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُومًا لِلَّهِ تَعَالَى
Ushallī sunnatal-istisqā’i rak‘ataini ma’mūman lillāhi ta‘ālā.
Artinya:
"Aku berniat sholat sunnah Istisqa dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta'ala."
Lafal niat tersebut digunakan dalam panduan fikih yang menjelaskan pelaksanaan sholat Istisqa. (NU Online)
Tata Cara Sholat Istisqa Lengkap
Rakaat Pertama
Urutannya sebagai berikut:
Berdiri menghadap kiblat.
Niat sholat Istisqa.
Takbiratul ihram.
Membaca doa iftitah.
Melakukan takbir sebanyak tujuh kali sebelum membaca Al-Fatihah.
Di antara takbir dapat membaca tasbih.
Membaca Surah Al-Fatihah.
Membaca surah Al-Qur'an. Dalam sejumlah panduan dianjurkan membaca Surah Al-A'la.
Rukuk.
I'tidal.
Sujud pertama.
Duduk di antara dua sujud.
Sujud kedua.
Berdiri untuk rakaat kedua.
Pelaksanaan dua rakaat ini dilakukan tanpa azan dan iqamah. (Cahaya Kompas)
Bacaan di antara takbir
Salah satu bacaan yang dapat dibaca di antara takbir adalah:
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ
Subhānallāh walhamdulillāh wa lā ilāha illallāh wallāhu akbar.
Artinya:
"Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada Tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar."
Rakaat Kedua
Setelah bangkit dari sujud kedua pada rakaat pertama:
Berdiri untuk rakaat kedua.
Melakukan takbir sebanyak lima kali sebelum membaca Al-Fatihah.
Membaca tasbih di sela-sela takbir.
Membaca Surah Al-Fatihah.
Membaca surah Al-Qur'an. Dalam sejumlah panduan dianjurkan membaca Surah Al-Ghasyiyah.
Rukuk.
I'tidal.
Sujud pertama.
Duduk di antara dua sujud.
Sujud kedua.
Tasyahud akhir.
Salam.
Ketentuan tujuh takbir pada rakaat pertama dan lima takbir pada rakaat kedua juga dijelaskan dalam rujukan NU Online dan panduan Kemenag yang dirujuk berbagai media. (NU Online)
Setelah Sholat: Dilanjutkan Khutbah
Salah satu hal yang membedakan sholat Istisqa dengan sholat sunnah biasa adalah adanya khutbah dan doa khusus untuk memohon hujan.
Dalam salah satu tuntunan fikih yang dijelaskan NU Online, khutbah dapat dilakukan dua kali dan khutbah setelah sholat dinilai lebih utama. Khatib memperbanyak istighfar sebagai bagian dari khutbah. (NU Online)
Dalam praktik yang dijelaskan sumber tersebut:
Istighfar pada awal khutbah pertama sebanyak 9 kali.
Istighfar pada awal khutbah kedua sebanyak 7 kali.
Khatib memperbanyak doa memohon hujan.
Pada bagian doa, imam/khatib menghadap kiblat dan mengangkat tangan.
Khatib dan jamaah dapat membalik posisi selendang atau pakaian luar sebagai bagian dari tata cara yang disebut dalam literatur fikih. (NU Online)
Doa Memohon Hujan
Salah satu doa yang dapat dipanjatkan ketika memohon hujan adalah:
اللَّهُمَّ اسْقِنَا غَيْثًا مُغِيثًا، مَرِيئًا مَرِيعًا، نَافِعًا غَيْرَ ضَارٍّ، عَاجِلًا غَيْرَ آجِلٍ
Allahumma asqinā ghaithan mugītsan, marī'an marī'an, nāfi'an ghaira dhārrin, 'ājilan ghaira ājil.
Artinya:
"Ya Allah, berilah kami hujan yang menolong, yang menyegarkan, yang menyuburkan, yang bermanfaat dan tidak membahayakan, yang segera dan tidak ditunda."
Selain itu, terdapat doa yang sangat dikenal dalam permohonan Istisqa:
اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا
Allāhumma aghitsnā, Allāhumma aghitsnā, Allāhumma aghitsnā.
Artinya:
"Ya Allah, turunkanlah pertolongan berupa hujan kepada kami. Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami. Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami."
Doa Ketika Kemarau Panjang
Umat Islam juga dapat memperbanyak doa berikut:
اللَّهُمَّ اسْقِ عِبَادَكَ وَبَهَائِمَكَ، وَانْشُرْ رَحْمَتَكَ، وَأَحْيِ بَلَدَكَ الْمَيِّتَ
Allāhumma asqi 'ibādaka wa bahā'imaka, wansyur rahmataka, wa ahyi baladakal-mayyit.
Artinya:
"Ya Allah, berilah minum kepada hamba-hamba-Mu dan hewan-hewan ternak-Mu, sebarkanlah rahmat-Mu dan hidupkanlah negeri-Mu yang mati."
Doa semacam ini sangat relevan ketika masyarakat menghadapi kekeringan, karena permohonan hujan bukan hanya untuk manusia, tetapi juga untuk hewan, tanaman dan kehidupan di bumi.
Jika Hujan Turun, Jangan Lupa Berdoa
Ketika hujan akhirnya turun, umat Islam juga dianjurkan bersyukur dan berdoa.
Salah satu doa ketika hujan turun:
اللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا
Allāhumma shayyiban nāfi‘an.
Artinya:
"Ya Allah, jadikanlah hujan ini sebagai hujan yang bermanfaat."
Dengan demikian, doa bukan hanya dipanjatkan ketika hujan belum turun. Ketika hujan datang, umat Islam juga dianjurkan memohon agar hujan tersebut membawa manfaat dan tidak menjadi bencana.
Sholat Istisqa, Momentum Muhasabah Bersama
Sholat Istisqa sebaiknya tidak dipahami hanya sebagai ritual untuk "memanggil hujan". Lebih jauh, ia merupakan momentum spiritual untuk menyadari keterbatasan manusia dan besarnya kebutuhan kita kepada Allah SWT.
Ketika kekeringan terjadi, manusia juga tetap wajib melakukan ikhtiar: menghemat air, menjaga sumber mata air, memperbaiki lingkungan, membantu warga yang kekurangan air serta mengikuti arahan pemerintah dan lembaga terkait.
Doa dan ikhtiar bukan sesuatu yang harus dipertentangkan. Keduanya dapat berjalan bersama.
Sebagaimana Al-Qur'an mengingatkan:
وَاسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا
"Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sungguh Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan kepadamu dengan lebat."
QS. Nuh: 10–11
Ringkasan Cepat Tata Cara Sholat Istisqa
| Tahapan | Pelaksanaan |
|---|---|
| Hukum | Sholat sunnah |
| Jumlah rakaat | 2 rakaat |
| Azan & iqamah | Tidak ada |
| Rakaat 1 | 7 takbir sebelum Al-Fatihah |
| Rakaat 2 | 5 takbir sebelum Al-Fatihah |
| Bacaan | Al-Fatihah dan surah Al-Qur'an |
| Setelah sholat | Khutbah dan doa Istisqa |
| Isi khutbah | Istighfar, nasihat, doa memohon hujan |
| Tujuan | Memohon hujan dan rahmat Allah SWT |
Panduan dua rakaat dan ketentuan takbir tersebut sejalan dengan penjelasan Kemenag dan NU Online. (Kementerian Agama)
Penutup: Jangan Hanya Menunggu Hujan, Mari Menjemput Rahmat Allah
Kemarau adalah ujian, tetapi juga dapat menjadi pengingat.
Saat air mulai sulit diperoleh, sawah mengering dan masyarakat mulai merasakan dampaknya, mari kembali mendekat kepada Allah SWT. Perbanyak istighfar, taubat, sedekah, doa dan amal kebaikan.
Namun bersamaan dengan itu, jaga air, lindungi lingkungan dan bantu sesama yang sedang kesulitan.
Semoga Allah SWT menurunkan hujan yang bermanfaat, membawa keberkahan, menyuburkan tanah, mengisi sumber air dan menjadi rahmat bagi seluruh makhluk. Aamiin ya Rabbal 'alamin.
🔎 Artikel
Focus Keyword: Doa memohon hujan dan sholat Istisqa
Keyword turunan:
doa meminta hujan
doa memohon hujan
sholat Istisqa
tata cara sholat Istisqa
niat sholat Istisqa
bacaan sholat Istisqa
doa sholat Istisqa
sholat Istisqa 2 rakaat
tata cara sholat Istisqa lengkap
doa ketika kemarau panjang
Meta Description:
Doa memohon hujan dan sholat Istisqa lengkap dengan bacaan Arab, latin, arti, niat, tata cara 2 rakaat, khutbah hingga adab sebelum pelaksanaannya.
Slug:doa-memohon-hujan-sholat-istisqa-bacaan-tata-cara
Judul alternatif:
Doa Memohon Hujan & Sholat Istisqa Lengkap: Niat, Bacaan, Tata Cara dan Khutbah
Tags:Doa Memohon Hujan, Sholat Istisqa, Islam, Doa Islam, Kemarau, Kekeringan, Sholat Sunnah, Tata Cara Sholat, Kajian Islam
Disclaimer
Artikel ini disusun sebagai informasi keislaman dan edukasi berdasarkan rujukan keagamaan yang tersedia. Dalam persoalan fikih terdapat perbedaan pendapat mengenai sejumlah rincian pelaksanaan sholat Istisqa; karena itu, masyarakat dapat mengikuti tuntunan ulama, ustaz, atau lembaga keagamaan yang menjadi rujukan di wilayah masing-masing. Keterangan mengenai tata cara utama dua rakaat, tujuh takbir pada rakaat pertama, lima takbir pada rakaat kedua, serta khutbah dan doa didukung oleh rujukan Kementerian Agama dan NU Online. (Kementerian Agama)

Posting Komentar untuk "Doa Memohon Hujan & Sholat Istisqa Lengkap: Niat, Bacaan, Tata Cara dan Khutbah"