JAKARTA — Nikmat kesehatan, keselamatan, keluarga, rezeki, ketenangan, dan berbagai kemudahan dalam hidup sering kali baru benar-benar terasa nilainya ketika sebagian darinya hilang.
Islam mengajarkan umatnya untuk tidak hanya bersyukur ketika mendapatkan kenikmatan, tetapi juga memohon kepada Allah SWT agar nikmat tersebut tetap dijaga.
Salah satu doa yang sangat indah dan penuh makna adalah doa yang diajarkan Rasulullah ﷺ untuk memohon perlindungan dari hilangnya nikmat, berubahnya kesehatan, datangnya musibah secara tiba-tiba, serta kemurkaan Allah SWT.
Doa tersebut diriwayatkan dari Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma dan tercantum dalam HR. Muslim. Dalam Riyadhus Shalihin, doa ini juga dicantumkan sebagai hadis nomor 1478. (Sunnah.com)
Bacaan Doa Berlindung dari Dicabutnya Nikmat dan Bencana
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ، وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ، وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ، وَجَمِيْعِ سَخَطِكَ
Latin:
Allahumma innii a‘uudzu bika min zawaali ni‘matik, wa tahawwuli ‘aafiyatik, wa fujaa’ati niqmatik, wa jamii‘i sakhatik.
Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari hilangnya nikmat yang telah Engkau berikan, dari berubahnya kesehatan yang telah Engkau anugerahkan, dari hukuman-Mu yang datang secara tiba-tiba, dan dari segala kemurkaan-Mu.”
Doa ini bersumber dari hadis sahih yang diriwayatkan Imam Muslim. (Sunnah.com)
Empat Perkara yang Dimohonkan Perlindungan kepada Allah
Jika direnungkan lebih dalam, doa Rasulullah ﷺ ini sangat lengkap. Di dalamnya terdapat permohonan perlindungan dari empat perkara besar.
1. Berlindung dari hilangnya nikmat
Kalimat “min zawāli ni‘matik” mengandung permohonan agar Allah menjaga nikmat yang telah diberikan.
Nikmat Allah sangat luas.
Bukan hanya berupa uang dan harta.
Kesehatan adalah nikmat.
Keluarga adalah nikmat.
Keamanan adalah nikmat.
Kesempatan beribadah adalah nikmat.
Waktu luang adalah nikmat.
Bahkan kemampuan untuk bangun pada pagi hari dalam keadaan sehat pun merupakan nikmat yang tidak ternilai.
Sering kali manusia baru menyadari besarnya sebuah nikmat setelah nikmat tersebut berkurang atau hilang.
Karena itu, doa ini sekaligus mengajarkan kita untuk lebih banyak bersyukur sebelum kehilangan.
2. Berlindung dari berubahnya kesehatan dan keselamatan
Bagian berikutnya berbunyi:
“Wa tahawwuli ‘āfiyatik.”
Yakni memohon perlindungan dari berubahnya ‘afiyah yang Allah berikan.
‘Afiyah memiliki makna yang luas, berkaitan dengan keselamatan, kesehatan dan keadaan yang terbebas dari berbagai gangguan atau kesulitan. Penjelasan hadis juga mengaitkan perubahan ‘afiyah dengan keadaan seseorang yang semula sehat kemudian mengalami sakit atau tertimpa kesulitan. (HadithBD)
Maka ketika seseorang sedang sehat, jangan menunggu sakit untuk bersyukur.
Ketika masih memiliki tenaga, gunakan untuk kebaikan.
Ketika masih memiliki kesempatan, gunakan untuk beribadah.
Ketika masih diberi umur panjang, jangan sia-siakan waktu.
Sebab kesehatan adalah salah satu bentuk kekayaan yang sering baru dihargai setelah seseorang kehilangan kemampuan untuk menikmatinya.
3. Berlindung dari Musibah yang Datang Secara Tiba-Tiba
Selanjutnya Rasulullah ﷺ mengajarkan:
“Wa fujaa’ati niqmatik.”
Yakni memohon perlindungan dari datangnya hukuman atau azab Allah secara tiba-tiba.
Kata fujaa’ah berkaitan dengan sesuatu yang datang secara mendadak atau mengejutkan. Karena itu, doa ini sering dipahami sebagai permohonan perlindungan dari musibah yang datang tanpa diduga. (Muslim.or.id)
Dalam kehidupan sehari-hari, manusia memang tidak mengetahui apa yang akan terjadi beberapa menit, beberapa jam, atau bahkan beberapa hari kemudian.
Kita dapat membuat rencana.
Kita dapat berhati-hati.
Kita dapat melakukan mitigasi.
Tetapi manusia tidak mengetahui seluruh perkara yang akan terjadi.
Di sinilah seorang Muslim diajarkan untuk memadukan ikhtiar dan doa.
Berusaha sebaik mungkin, kemudian memohon perlindungan kepada Allah SWT.
4. Berlindung dari Segala Kemurkaan Allah
Bagian terakhir:
“Wa jamii‘i sakhatik.”
Yakni memohon perlindungan dari seluruh kemurkaan Allah SWT.
Ini merupakan bagian yang sangat mendalam.
Seorang mukmin tidak hanya meminta kekayaan dan kesehatan, tetapi juga memohon agar selalu berada dalam rahmat, ampunan dan keridaan Allah.
Sebab apa artinya memiliki banyak harta apabila hati jauh dari Allah?
Apa artinya memiliki kesehatan apabila kesehatan tersebut digunakan untuk kemaksiatan?
Apa artinya memperoleh keberhasilan apabila keberhasilan justru membuat seseorang semakin sombong?
Doa ini mengajarkan bahwa nikmat yang paling berharga bukan hanya sesuatu yang menyenangkan secara duniawi, tetapi nikmat yang membawa seseorang semakin dekat kepada Allah.
Jangan Menunggu Bencana untuk Mengingat Allah
Ada pelajaran penting yang dapat kita renungkan.
Ketika terjadi gempa, banjir, erupsi gunung, kebakaran, kecelakaan atau berbagai musibah lainnya, manusia biasanya segera menyadari betapa berharganya keselamatan.
Padahal sebelum musibah datang, kita sudah seharusnya bersyukur.
Saat rumah masih aman, bersyukurlah.
Saat keluarga masih berkumpul, bersyukurlah.
Saat tubuh masih sehat, bersyukurlah.
Saat rezeki masih mengalir, bersyukurlah.
Saat masih mampu sujud dan berdoa, bersyukurlah.
Jangan sampai kita baru mengenali besarnya nikmat setelah nikmat tersebut dicabut.
Doa Ini Bukan Alasan untuk Berhenti Berikhtiar
Membaca doa bukan berarti seseorang boleh meninggalkan usaha.
Islam mengajarkan umatnya untuk melakukan ikhtiar sekaligus bertawakal.
Jika ada ancaman bencana, lakukan mitigasi.
Jika ada penyakit, lakukan upaya pengobatan.
Jika ada bahaya, hindari dan lakukan langkah keselamatan.
Jika ada peringatan resmi dari pihak berwenang, ikuti dengan bijaksana.
Kemudian iringi seluruh ikhtiar tersebut dengan doa.
Ikhtiar adalah bentuk usaha manusia. Tawakal adalah menyerahkan hasil akhirnya kepada Allah SWT.
Saat Nikmat Masih Ada, Perbanyak Syukur
Salah satu cara menjaga nikmat adalah dengan mensyukurinya.
Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu...”
QS. Ibrahim: 7
Syukur bukan sekadar mengucapkan Alhamdulillah.
Syukur juga berarti menggunakan nikmat sesuai dengan tujuan yang diridai Allah.
Jika diberi ilmu, bagikan ilmu.
Jika diberi rezeki, gunakan untuk kebaikan.
Jika diberi kesehatan, gunakan untuk beribadah.
Jika diberi jabatan, tunaikan amanah.
Jika diberi keluarga, jagalah dengan kasih sayang.
Jika diberi kesempatan hidup, perbanyak amal saleh.
Renungan: Kita Tidak Pernah Tahu Nikmat Mana yang Akan Hilang Lebih Dahulu
Manusia sering merasa bahwa nikmat yang dimilikinya akan selalu ada.
Hari ini sehat, kita mengira besok pasti sehat.
Hari ini berkecukupan, kita mengira kondisi itu akan selamanya.
Hari ini keluarga berkumpul, kita mengira keadaan tersebut tidak akan berubah.
Padahal kehidupan terus berjalan.
Karena itu, doa Rasulullah ﷺ tersebut seharusnya tidak hanya dibaca ketika kita sedang takut menghadapi musibah.
Bacalah ketika sedang mendapatkan nikmat.
Bacalah ketika sehat.
Bacalah ketika aman.
Bacalah ketika kehidupan terasa baik-baik saja.
Sebab doa tersebut mengajarkan sebuah kesadaran:
Nikmat adalah pemberian Allah, kesehatan adalah amanah Allah, keselamatan adalah karunia Allah, dan manusia membutuhkan perlindungan-Nya setiap saat.
Mari Amalkan Doa Ini
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ، وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ، وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ، وَجَمِيعِ سَخَطِكَ
Allahumma inni a‘udzu bika min zawali ni‘matika, wa tahawwuli ‘afiyatika, wa fuja’ati niqmatika, wa jami‘i sakhatika.
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari hilangnya nikmat-Mu, berubahnya kesehatan dan keselamatan yang Engkau berikan, datangnya siksa-Mu secara tiba-tiba, serta dari segala kemurkaan-Mu.” (Sunnah.com)
Semoga Allah SWT menjaga kesehatan kita, keluarga kita, rezeki kita, keselamatan kita, keimanan kita, dan seluruh nikmat yang telah dianugerahkan-Nya.
Semoga kita tidak menjadi hamba yang baru mengenal arti syukur setelah kehilangan.
Semoga Allah menjaga kita dari musibah yang datang secara tiba-tiba, memberikan kita keselamatan (‘afiyah), dan menjadikan setiap nikmat yang diberikan sebagai jalan untuk semakin dekat kepada-Nya.
Aamiin ya Rabbal 'alamin.
Wallahu a'lam bish-shawab.
🔎 Artikel
Judul :
Doa Berlindung dari Hilangnya Nikmat dan Bencana, Lengkap Arab Latin dan Artinya
Focus Keyword:
doa berlindung dari hilangnya nikmat dan bencana
Keyword turunan:
doa agar nikmat tidak dicabut
doa terhindar dari bencana
doa perlindungan dari musibah
doa Rasulullah ﷺ
doa hilangnya nikmat
doa agar diberi kesehatan dan keselamatan
Allahumma inni audzu bika min zawali nikmatika
doa HR Muslim
doa saat menghadapi musibah
doa memohon keselamatan
doa perlindungan Islam
doa Nabi Muhammad dari bencana
Meta Description:
Baca doa Rasulullah ﷺ untuk memohon perlindungan dari hilangnya nikmat, berubahnya kesehatan, musibah yang datang tiba-tiba dan kemurkaan Allah. Lengkap Arab, latin dan artinya.
Slug:doa-berlindung-dari-hilangnya-nikmat-dan-bencana
Kategori:
Islam | Doa & Dzikir | Hikmah | Religi
Tag:#Doa #DoaRasulullah #DoaPerlindungan #HilangnyaNikmat #Bencana #Dzikir #Islam #Muslim #HRMuslim #Tawakal #Syukur #Afiyah
Catatan sumber
Redaksi hadis yang menjadi dasar doa ini tercantum dalam Sahih Muslim 2739 dan juga diriwayatkan dalam Riyadhus Shalihin 1478. Riwayat tersebut menyebut Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma sebagai perawi. (Sunnah.com)
Catatan editorial: terjemahan bahasa Indonesia di atas dibuat dengan mempertahankan makna pokok hadis. Istilah ‘afiyah memiliki cakupan makna yang luas, sehingga dapat diterjemahkan sebagai keselamatan, kesehatan, kesejahteraan atau keadaan terbebas dari gangguan, bergantung konteks penjelasan. (HadithBD)

Posting Komentar untuk "Doa Berlindung dari Hilangnya Nikmat dan Datangnya Bencana, Amalan yang Diajarkan Rasulullah ﷺ"