Tagihan Air Cirebon Tiba-Tiba Rp2 Juta, Warga Sampai Dirawat di Rumah Sakit
CIREBON — Keluhan mengenai lonjakan tagihan air Perumda Air Minum Tirta Giri Nata Kota Cirebon kembali mencuat. Kali ini, seorang pelanggan di Kelurahan Kecapi, Kota Cirebon, mengaku menerima tagihan sebesar Rp2.062.350, padahal selama sekitar dua tahun sebelumnya pembayaran air rumah tersebut berada di kisaran Rp65 ribu per bulan. (Radar Cirebon)
Lonjakan tagihan yang terjadi pada pemakaian Agustus 2026 itu tidak hanya membuat keluarga pelanggan kebingungan. Menurut keterangan keluarga, kondisi tersebut juga membuat Mohamad Yachya, pelanggan yang bersangkutan, mengalami tekanan hingga harus menjalani perawatan di rumah sakit.
Dari Rp65 Ribu Mendadak Jadi Rp2 Juta
Mohamad Yachya merupakan pensiunan staf dan warga RW 16 Galunggung, Kelurahan Kecapi, Kota Cirebon. Selama kurang lebih dua tahun, tagihan air di rumahnya disebut relatif stabil sekitar Rp65 ribu setiap bulan.
Namun, kondisi berubah ketika tagihan pemakaian Agustus 2026 diterima.
Anaknya, Hamdallah, mengatakan keluarga terkejut karena nominal rekening air tiba-tiba mencapai Rp2.062.350.
“Dua tahun tagihan air biasanya stabil di kisaran Rp65 ribu. Namun tiba-tiba pada Agustus 2026 melonjak drastis menjadi lebih dari Rp2 juta,” ujar Hamdallah kepada Radar Cirebon pada Rabu, 23 September 2026. (Radar Cirebon)
Perubahan yang sangat besar tersebut kemudian membuat keluarga mempertanyakan penyebab munculnya tagihan dengan nominal tersebut.
Khawatir Meteran Terus Berjalan, Warga Sampai Begadang
Besarnya tagihan membuat Mohamad Yachya merasa khawatir. Ia disebut berusaha memastikan meteran air dalam kondisi tertutup rapat setiap malam karena takut penggunaan air terus tercatat dan kembali menghasilkan tagihan besar.
Kekhawatiran tersebut membuatnya kerap begadang.
Menurut Hamdallah, setelah beberapa waktu kondisi kesehatan ayahnya terganggu. Mohamad Yachya mengalami vertigo dan kemudian harus menjalani rawat inap selama lima hari. (Radar Cirebon)
Perlu dicatat, informasi tersebut merupakan keterangan keluarga pelanggan. Artikel ini tidak menyimpulkan bahwa tagihan air secara medis menjadi penyebab langsung vertigo atau rawat inap tersebut.
Keluhan Tagihan PDAM Bukan Hanya Satu Pelanggan
Kasus tagihan mencapai Rp2 juta ini muncul setelah sebelumnya sejumlah warga Kota Cirebon juga mengeluhkan kenaikan rekening air.
Di Perumahan GSP Kota Cirebon, misalnya, warga melaporkan tagihan yang sebelumnya sekitar Rp40 ribu kemudian naik menjadi Rp70 ribu dan mencapai sekitar Rp248 ribu untuk pemakaian Agustus 2026. (Radar Cirebon)
Keluhan tersebut kemudian mendapat penjelasan dari Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Giri Nata Kota Cirebon, Andri Satria ST MT.
Menurut Andri, perubahan nominal tagihan tersebut bukan merupakan kenaikan tarif baru, melainkan penyesuaian berdasarkan golongan dan peruntukan pelanggan. Ia menyebut ketentuan mengenai klasifikasi pelanggan sebenarnya telah berlaku sejak 2014 dan penerapannya dilakukan secara bertahap. (Radar Cirebon)
Penjelasan tersebut menjadi konteks penting dalam melihat keluhan pelanggan, karena persoalan yang dipertanyakan warga bukan hanya nominal tagihan, tetapi juga bagaimana perubahan klasifikasi atau peruntukan diterapkan kepada pelanggan.
Ada Desakan agar Persoalan Tagihan Diperiksa
Kasus Mohamad Yachya kemudian mendapat perhatian dari Riko Wijaya, perwakilan Organisasi Kaderisasi Keanggotaan (OKK) DPD PSI Kota Cirebon.
Riko menilai kebijakan penyesuaian tarif Perumda Air Minum Tirta Giri Nata perlu diperiksa lebih lanjut karena menurut penilaiannya belum sejalan dengan aturan yang berlaku. (Radar Cirebon)
Dalam pemberitaan lain, Riko disebut telah menerima sejumlah pengaduan masyarakat mengenai lonjakan tagihan dan mendorong adanya pembahasan melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD. Pandangan tersebut merupakan pernyataan dari pihak yang menyampaikan kritik dan belum menjadi kesimpulan resmi mengenai pelanggaran aturan. (Radar Cirebon ID)
Warga Butuh Kejelasan Perhitungan Tagihan
Kasus tagihan air Rp2 juta di Cirebon memperlihatkan bahwa persoalan rekening pelanggan tidak sekadar berkaitan dengan besarnya nominal yang harus dibayar.
Ketika tagihan berubah sangat jauh dari kebiasaan sebelumnya, pelanggan tentu membutuhkan penjelasan yang mudah dipahami mengenai jumlah pemakaian, klasifikasi pelanggan, dasar perhitungan, serta alasan perubahan nominal.
Di sisi lain, Perumda Air Minum Tirta Giri Nata sebelumnya telah menjelaskan bahwa penyesuaian rekening dapat berkaitan dengan golongan dan peruntukan pelanggan, bukan semata-mata kenaikan tarif baru. (Radar Cirebon)
Karena itu, penyelesaian persoalan ini membutuhkan pemeriksaan terhadap rekening dan data pelanggan secara spesifik, sehingga dapat diketahui bagaimana angka Rp2.062.350 tersebut terbentuk.
Fakta Penting Kasus Tagihan Air Rp2 Juta
Pelanggan: Mohamad Yachya, warga RW 16 Galunggung, Kelurahan Kecapi, Kota Cirebon.
Tagihan sebelumnya: sekitar Rp65 ribu per bulan.
Tagihan pemakaian Agustus 2026: Rp2.062.350.
Keluarga menyebut lonjakan tersebut membuat pelanggan khawatir dan kerap memeriksa meteran.
Mohamad Yachya kemudian mengalami vertigo dan menjalani rawat inap selama lima hari, berdasarkan keterangan keluarganya. (Radar Cirebon)
Perumda sebelumnya menjelaskan perubahan rekening pelanggan dapat berkaitan dengan penyesuaian golongan dan peruntukan, bukan kenaikan tarif baru. (Radar Cirebon)
Keluhan serupa juga muncul dari warga Perumahan GSP dengan tagihan yang meningkat dari puluhan ribu menjadi ratusan ribu rupiah. (Radar Cirebon)
Catatan redaksi: nominal tagihan dan kondisi kesehatan pelanggan dalam artikel ini berdasarkan keterangan yang diberitakan Radar Cirebon dan pernyataan keluarga. Penyebab pasti munculnya tagihan Rp2.062.350 pada rekening pelanggan tersebut perlu dikonfirmasi melalui pemeriksaan data pelanggan dan penjelasan resmi Perumda.
🔎 Google Search
Focus Keyword:
Tagihan air Cirebon Rp2 juta
Keyword turunan:
tagihan PDAM Cirebon Rp2 juta
tagihan air PDAM Cirebon
tagihan Tirta Giri Nata Cirebon
tagihan air melonjak Cirebon
warga Cirebon tagihan PDAM
tagihan PDAM tiba-tiba naik
PDAM Kota Cirebon
Perumda Tirta Giri Nata
tagihan air Kecapi Cirebon
berita Cirebon terbaru
Title:
Tagihan Air Cirebon Tiba-Tiba Rp2 Juta, Warga Sampai Dirawat
Meta Description:
Tagihan air warga Cirebon tiba-tiba mencapai Rp2.062.350 dari biasanya Rp65 ribu. Keluarga menyebut pelanggan mengalami vertigo dan dirawat lima hari.
Slug:tagihan-air-cirebon-rp2-juta-warga-dirawat
Kategori:
Kota Cirebon | Peristiwa | Pelayanan Publik
Tags:
Cirebon, Tagihan PDAM, Tirta Giri Nata, PDAM Cirebon, Tagihan Air, Kecapi, Kota Cirebon, Berita Cirebon, Pelayanan Publik
Alternatif Judul
Tagihan PDAM Cirebon Mendadak Rp2 Juta, Sebelumnya Cuma Rp65 Ribu
Geger Tagihan Air Cirebon Tembus Rp2 Juta, Warga Mengaku Sampai Dirawat
Dari Rp65 Ribu Jadi Rp2 Juta, Tagihan Air Warga Cirebon Bikin Kaget
Tagihan Air Tirta Giri Nata Cirebon Melonjak Rp2 Juta, Ini Keluhan Warga
Tagihan PDAM Tiba-Tiba Rp2.062.350, Warga Cirebon Pertanyakan Perhitungannya
Posting Komentar untuk "Dari Rp65 Ribu Jadi Rp2 Juta, Tagihan Air Warga Cirebon Bikin Kaget"