Jantung Berhenti Berdetak 7 Menit, Pria Ini Sadar Kembali dan Ceritakan Apa yang Dilihatnya
Jakarta — Sebuah pengalaman medis yang sulit dibayangkan dialami seorang pria yang sempat mengalami henti jantung selama sekitar tujuh menit. Setelah berhasil ditangani tim medis, ia sadar kembali dan menceritakan pengalaman yang dialaminya ketika berada dalam kondisi kritis. (detikHealth)
Alih-alih melihat terowongan cahaya atau bertemu orang-orang yang telah meninggal—gambaran yang kerap muncul dalam cerita pengalaman mendekati kematian—pria tersebut justru mengaku melihat tiga bentuk elips dengan pemandangan dan warna yang berbeda.
Kisah ini menjadi menarik bukan hanya karena berkaitan dengan pengalaman mendekati kematian, tetapi juga karena ia kemudian mencoba menghubungkan pengalaman tersebut dengan sesuatu yang sedang dipelajarinya sebelum mengalami kondisi kritis.
Berawal dari Sesak Napas dan Perdarahan Paru
Menurut laporan detikHealth yang mengutip Unilad, pria tersebut sebelumnya dilarikan ke rumah sakit karena mengalami sesak napas.
Setelah menjalani pemeriksaan, dokter menemukan adanya perdarahan hebat pada paru-parunya. Banyaknya darah yang hilang membuat jantung tidak lagi memperoleh cukup darah untuk dipompa sehingga akhirnya terjadi henti jantung atau cardiac arrest. (detikHealth)
Tim medis kemudian segera melakukan resusitasi. Dalam cerita yang disampaikan pria tersebut, upaya untuk mengembalikan detak jantung berlangsung sekitar tujuh menit.
Kondisinya ternyata tidak berhenti pada henti jantung. Ia juga mengalami stroke akibat otak kekurangan pasokan oksigen. (detikHealth)
Secara medis, henti jantung merupakan kondisi ketika jantung berhenti memompa darah secara efektif sehingga aliran darah ke otak dan organ vital terhenti. Kondisi ini merupakan keadaan darurat yang membutuhkan pertolongan segera melalui CPR dan, bila diperlukan, defibrilasi. (NHLBI, NIH)
Sadar Setelah Dua Hari dalam Kondisi Setengah Sadar
Pria tersebut akhirnya sadar dalam kondisi terintubasi. Namun, ia belum sepenuhnya sadar dan disebut berada dalam keadaan setengah sadar selama kurang lebih dua hari.
Ketika akhirnya benar-benar terbangun, pertanyaan pertama yang dilontarkannya adalah:
“Apa yang terjadi?” (detikHealth)
Setelah mengetahui bahwa dirinya sempat mengalami henti jantung dan stroke, ia mulai mengingat kembali pengalaman yang menurutnya terjadi ketika berada dalam kondisi kritis.
Mengaku Melihat Tiga Elips dalam Kegelapan
Bagian paling unik dari kisah tersebut adalah pengalaman visual yang ia ceritakan.
Ia mengaku melihat tiga bentuk elips yang muncul secara berurutan dalam suasana gelap.
1. Elips pertama: pegunungan, sungai, dan hutan
Pada pengalaman pertama, sebuah elips tampak menggantung di ruang gelap.
Di dalamnya terdapat gambaran pegunungan, sungai, hutan, dan awan. Awalnya pemandangan tersebut terlihat indah, tetapi kemudian warnanya perlahan berubah menjadi kekuningan sebelum akhirnya menghilang. (detikHealth)
2. Elips kedua: seperti besi membara
Setelah itu muncul elips kedua.
Ia menggambarkannya menyerupai cincin besi yang sedang membara. Bentuk tersebut kemudian tampak runtuh dan menghilang seiring perubahan warna seperti besi yang mulai mendingin.
Menariknya, ia juga mengaku mencium aroma seperti besi.
Ketika menceritakan pengalaman tersebut kepada seorang perawat setelah sadar, ia disebut mendapat respons bahwa tubuhnya memang memiliki aroma darah yang khas. Dari pengalaman tersebut, pria itu kemudian menduga bahwa gambaran tersebut mungkin berkaitan dengan kondisi tubuhnya ketika mengalami henti jantung. (detikHealth)
3. Elips ketiga: langit merah muda dan biru
Gambaran terakhir muncul ketika suasana mulai terang.
Elips tersebut dipenuhi awan berwarna merah muda dan biru, menyerupai pemandangan matahari terbit atau matahari terbenam.
Pria itu kemudian menduga bahwa pengalaman terakhir tersebut mungkin terjadi ketika jantungnya mulai kembali berdetak. (detikHealth)
Mengapa Bentuknya Elips? Ini Dugaan Pria Tersebut
Ada sebuah detail yang membuat kisah ini semakin menarik.
Sebelum mengalami kondisi medis tersebut, pria itu ternyata sedang mempelajari Astronomia Nova, karya astronom Johannes Kepler.
Ia tengah mempelajari bagaimana Kepler menyimpulkan bahwa orbit planet berbentuk elips, bukan lingkaran.
Konsep tersebut, menurut pengakuannya, sudah memenuhi pikirannya selama berminggu-minggu. Karena itu, ia menduga otaknya mungkin menggunakan bentuk yang sudah sangat akrab tersebut ketika berada dalam kondisi kritis. (detikHealth)
Ia juga mencoba menghubungkan pemandangan yang muncul dengan hal-hal yang disukainya, seperti planet, alam terbuka, dan langit.
Namun, penting dicatat bahwa hubungan antara pengalaman visual tersebut dan aktivitas otaknya merupakan dugaan pribadi pria tersebut, bukan kesimpulan medis yang telah dibuktikan.
Tidak Melihat Terowongan Cahaya
Cerita pria ini juga berbeda dari sejumlah kisah pengalaman mendekati kematian yang populer.
Ia mengatakan tidak melihat terowongan cahaya, tidak melihat keluarga yang telah meninggal, dan tidak mengalami gambaran seperti seseorang yang sedang disambut di alam lain. (detikHealth)
Sebaliknya, ia merasa seperti seorang pengamat yang menyaksikan berbagai gambaran tersebut tanpa emosi yang kuat.
Ia bahkan mengatakan tidak merasa takut.
Pengalaman tersebut kemudian membuat pandangannya mengenai kematian berubah. Ia mengaku tidak lagi terlalu takut terhadap kematian, meskipun masih takut terhadap rasa sakit dan penderitaan yang mungkin menyertainya.
Setelah Selamat, Ada Perubahan pada Ingatannya
Pengalaman tersebut bukan berarti tidak meninggalkan dampak.
Setelah kejadian, pria tersebut mengaku mengalami sedikit penurunan kemampuan mengingat dalam jangka pendek. Hal ini sejalan dengan fakta bahwa setelah cardiac arrest, sebagian penyintas dapat mengalami perubahan fungsi kognitif karena otak sempat mengalami keterbatasan aliran darah dan oksigen. American Heart Association menyebut gangguan perhatian serta masalah memori dapat terjadi pada sebagian penyintas henti jantung. (www.heart.org)
Dalam kasus pria ini, ia akhirnya mampu mengingat kembali pengalaman yang dianggapnya terjadi ketika jantungnya berhenti berdetak.
Henti Jantung Bukan Sekadar “Jantung Berhenti”
Kisah tersebut sekaligus menunjukkan betapa kritisnya kondisi henti jantung.
Saat cardiac arrest terjadi, aliran darah ke otak dan organ vital berhenti. Karena itu, tindakan pertolongan harus dilakukan secepat mungkin. NHLBI menjelaskan bahwa CPR dan defibrilasi dapat membantu menyelamatkan nyawa, sementara American Heart Association menekankan pentingnya segera melakukan CPR dan menggunakan AED bila tersedia. (NHLBI, NIH)
Penelitian yang diberitakan American Heart Association juga menunjukkan bahwa pertolongan CPR yang diberikan lebih cepat berkaitan dengan peluang keselamatan dan fungsi otak yang lebih baik pada kasus henti jantung di luar rumah sakit. (www.heart.org)
Artinya, kisah pria yang berhasil kembali sadar setelah sekitar tujuh menit tersebut bukan sekadar cerita tentang pengalaman misterius. Di baliknya terdapat gambaran tentang betapa pentingnya resusitasi cepat ketika jantung berhenti memompa darah.
Pengalaman Mendekati Kematian: Antara Kisah Pribadi dan Penjelasan Medis
Dari perspektif budaya, pengalaman mendekati kematian sering mendapatkan tempat khusus dalam cerita masyarakat. Gambaran seperti cahaya, perjalanan menuju suatu tempat, bertemu orang yang telah meninggal, atau merasakan ketenangan kerap diceritakan dengan latar budaya dan keyakinan yang berbeda.
Namun, pengalaman setiap penyintas tidak selalu sama.
Dalam kasus ini, pria tersebut justru menggambarkan tiga elips, alam, warna, bentuk seperti besi, dan suasana yang tenang. Kisah tersebut menunjukkan bahwa pengalaman subjektif seseorang ketika berada dalam kondisi kritis dapat sangat personal.
Karena itu, cerita tersebut menarik untuk dibaca sebagai kesaksian pribadi, tetapi tidak semestinya langsung dianggap sebagai bukti mengenai apa yang terjadi setelah kematian.
Kesimpulan
Kisah pria yang mengalami henti jantung sekitar tujuh menit ini menyisakan sejumlah pertanyaan menarik tentang hubungan antara otak, kesadaran, ingatan, dan pengalaman manusia ketika berada dalam kondisi kritis.
Ia mengaku melihat tiga elips sebelum akhirnya sadar kembali. Menariknya, bentuk elips tersebut mungkin terasa familiar karena sebelum kejadian ia sedang mempelajari teori orbit planet Johannes Kepler.
Terlepas dari bagaimana pengalaman itu ditafsirkan, satu hal yang jelas secara medis: cardiac arrest adalah kondisi darurat yang membutuhkan pertolongan secepat mungkin. Kisah ini sekaligus menjadi pengingat bahwa respons cepat melalui CPR dan AED dapat menjadi faktor penting dalam upaya menyelamatkan seseorang. (NHLBI, NIH)
🔎Siap Publikasi
Title:
Jantung Berhenti 7 Menit, Pria Ini Sadar Kembali dan Ceritakan Apa yang Dilihatnya
Alternatif Judul:
Jantung Berhenti Berdetak 7 Menit, Pria Ini Ceritakan Pengalaman yang Bikin Merinding
Pria Ini Selamat Setelah Jantung Berhenti 7 Menit, Mengaku Melihat 3 Elips
Henti Jantung 7 Menit, Pria Ini Mengaku Melihat Pegunungan hingga Langit Merah Muda
Sempat Henti Jantung dan Stroke, Pria Ini Ceritakan Pengalaman Mendekati Kematian
Focus Keyword:jantung berhenti berdetak 7 menit
Secondary Keywords:
henti jantung
cardiac arrest
pengalaman mendekati kematian
pria hidup kembali
jantung berhenti
pengalaman mati suri
resusitasi jantung
CPR
stroke akibat henti jantung
pengalaman setelah henti jantung
tiga elips
pengalaman mendekati kematian pria
kisah henti jantung
penyintas cardiac arrest
Meta Description:
Jantung seorang pria berhenti berdetak sekitar 7 menit. Setelah sadar, ia menceritakan pengalaman melihat tiga elips hingga pemandangan alam.
Slug:jantung-berhenti-berdetak-7-menit-pria-ceritakan-pengalaman
Tags:
Henti Jantung, Cardiac Arrest, Kesehatan, True Story, Pengalaman Mendekati Kematian, CPR, Resusitasi, Stroke, Jantung, Kisah Inspiratif
Teks Thumbnail/Flyer:
JANTUNG BERHENTI 7 MENIT!
PRIA INI SADAR KEMBALI
Mengaku Melihat 3 Elips dalam Kegelapan
Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Catatan redaksional: Istilah “hidup kembali” sebaiknya ditempatkan dalam tanda kutip atau digunakan sebagai gaya judul, karena secara medis kasus yang diberitakan adalah henti jantung yang berhasil diresusitasi, bukan bukti bahwa seseorang telah mengalami kematian permanen lalu kembali hidup. (NHLBI, NIH)
Posting Komentar untuk "Cerita Pria 'Hidup Kembali' setelah Jantung Berhenti Berdetak 7 Menit, Ini yang Dialaminya"