BANYUWANGI — Kepadatan kendaraan di kawasan Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, terus menjadi perhatian. Untuk membantu mengurai antrean, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyiapkan pembangunan jembatan penghubung antara Dermaga LCM dan Dermaga Bulusan.
Rencana tersebut menjadi salah satu langkah jangka panjang untuk mengatur pergerakan kendaraan, terutama angkutan logistik, agar antrean tidak kembali meluber ke jalan raya di sekitar Pelabuhan Ketapang.
Rencana pembangunan jembatan ini sebelumnya disampaikan ASDP Ketapang sebagai bagian dari pengembangan akses pelabuhan. Jembatan tersebut ditujukan agar kendaraan logistik dari area parkir Dermaga Bulusan dapat terhubung langsung dengan kawasan Dermaga LCM tanpa harus kembali melewati jalan raya. (Ngopibareng)
Jembatan LCM-Bulusan Ditargetkan Urai Kepadatan
General Manager ASDP Cabang Ketapang Media Syahrianto menjelaskan bahwa pembangunan akses penghubung tersebut merupakan bagian dari pengembangan kawasan pelabuhan.
Konsepnya, arus kendaraan yang selama ini harus keluar-masuk melalui jalan raya dapat lebih banyak diarahkan ke dalam kawasan pelabuhan.
Dengan pola tersebut, antrean kendaraan logistik diharapkan tidak lagi mengganggu arus lalu lintas umum di sekitar Ketapang.
ASDP menyebut pembangunan jembatan penghubung LCM-Bulusan dapat membantu memindahkan antrean masuk ke area pelabuhan sehingga kendaraan tidak perlu kembali keluar ke jalan raya. (Ngopibareng)
Jembatan Penghubung Memiliki Panjang 98 Meter
Berdasarkan informasi mengenai rencana pembangunan tersebut, jembatan penghubung Dermaga LCM dan Dermaga Bulusan direncanakan memiliki panjang sekitar 98 meter dan lebar 12 meter.
Lokasinya berada di sisi barat area parkir Dermaga LCM dan akan menghubungkan kawasan tersebut dengan area Dermaga Bulusan.
Namun, pembangunan infrastruktur tersebut juga berkaitan dengan proses penanganan warga yang terdampak.
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi sebelumnya menyampaikan terdapat 24 rumah atau bangunan warga yang terdampak rencana pembangunan jembatan. Sebanyak 16 rumah berada di sisi selatan sungai dan sekitar delapan bangunan berada di sisi utara. (Ngopibareng)
Warga Terdampak Akan Dibahas untuk Relokasi
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi telah menyiapkan pembahasan bersama warga mengenai dampak pembangunan.
Camat Kalipuro Ahmad Nuril Falah menyampaikan bahwa pemerintah akan mempertemukan warga, pemerintah kelurahan/desa, serta pihak terkait untuk membicarakan opsi relokasi.
Pemerintah daerah menyebut proses tersebut perlu dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi warga yang telah menempati kawasan tersebut selama bertahun-tahun.
Karena itu, aspek pembangunan infrastruktur dan kepentingan warga terdampak menjadi bagian yang harus dibahas secara bersamaan. (Ngopibareng)
Target Pembangunan Bisa Bergeser hingga 2027
Rencana awal pembangunan jembatan penghubung tersebut disebut diarahkan untuk dilaksanakan pada 2026.
Namun, ASDP Ketapang menyampaikan bahwa melihat kondisi persiapan saat ini, pelaksanaannya berpotensi bergeser hingga awal 2027.
Proses pembebasan atau penataan lahan juga masih perlu dibahas bersama Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Untuk pembiayaan, ASDP berharap terdapat skema berbagi anggaran dengan pemerintah daerah. (Ngopibareng)
Dengan demikian, masyarakat perlu memahami bahwa rencana tersebut belum berarti jembatan sudah dapat digunakan dalam waktu dekat.
Dermaga Bulusan Juga Disiapkan untuk Mengurai Antrean
Pembangunan jembatan bukan satu-satunya langkah yang disiapkan untuk mengatasi kepadatan Ketapang.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga menyiapkan optimalisasi sejumlah dermaga, termasuk Dermaga MB 4, Dermaga LCM, dan Dermaga Bulusan.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyampaikan Pemprov Jatim telah menganggarkan Rp6 miliar untuk pembenahan lahan di Dermaga Bulusan. Dermaga tersebut selama ini merupakan area docking kapal dan pada kondisi tertentu digunakan untuk mendukung bongkar-muat kendaraan logistik. (Ngopibareng)
Pemprov Jatim juga berencana meningkatkan kapasitas Dermaga LCM. Saat ini dermaga tersebut dapat digunakan untuk tiga titik sandar kapal dan direncanakan ditingkatkan menjadi empat titik sandar.
Namun, peningkatan struktur landasan tersebut baru dapat dilakukan setelah pembangunan Dermaga Ponton oleh ASDP di Pelabuhan Ketapang selesai karena pekerjaan berpotensi mengganggu aktivitas kapal. (Ngopibareng)
ASDP Perkuat Infrastruktur Ketapang-Gilimanuk
Langkah pembangunan akses LCM-Bulusan merupakan bagian dari agenda lebih luas untuk memperkuat kapasitas lintasan Ketapang-Gilimanuk, jalur penting penghubung Jawa dan Bali.
ASDP sebelumnya menyatakan sedang menyiapkan peningkatan kapasitas Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk, termasuk pembangunan bertahap tiga pasang movable bridge (MB) Dermaga 1, 2, dan 3 dengan kapasitas 50 ton yang ditargetkan rampung pada 2029. Pengembangan tersebut juga mencakup akses penghubung Ketapang-Bulusan. (ASDP)
ASDP juga mengoptimalkan pola operasi kapal, kapasitas armada, serta menyiapkan kantong parkir tambahan untuk kendaraan logistik.
Kepadatan Ketapang Bukan Hanya Masalah Musiman
Persoalan antrean kendaraan di Ketapang menjadi perhatian karena kepadatan tidak hanya muncul ketika musim liburan.
ANTARA sebelumnya melaporkan bahwa Gapasdap menilai salah satu persoalan utama antrean panjang di Pelabuhan Ketapang adalah kapasitas infrastruktur yang tidak sebanding dengan pertumbuhan jumlah kendaraan. (Antara News)
ASDP juga menyebut kepadatan di lintasan Ketapang-Gilimanuk berdampak terhadap mobilitas masyarakat dan distribusi logistik Jawa-Bali. Karena itu, perusahaan mendorong solusi yang tidak hanya bersifat operasional harian, tetapi juga melalui pengembangan infrastruktur. (Antara News)
Kapal Tambahan Ikut Didorong
Selain pembangunan infrastruktur, penguatan armada juga dilakukan.
KMP Trisila Bakti III mulai melayani lintasan Ketapang-Gilimanuk pada 25 September 2026. Kapal dengan gross tonnage sekitar 2.400 ton tersebut disebut diharapkan membantu mengurangi kepadatan, terutama kendaraan logistik berukuran besar. (Ngopibareng)
Langkah tersebut menunjukkan bahwa penanganan kepadatan dilakukan melalui beberapa sisi, mulai dari kapasitas dermaga, akses kendaraan, kantong parkir hingga armada kapal.
Masyarakat Perlu Mengikuti Informasi Perjalanan
Bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan melalui Pelabuhan Ketapang, perkembangan pembangunan infrastruktur dan kondisi lalu lintas patut menjadi perhatian.
Mari rencanakan perjalanan dengan lebih matang dan pantau informasi layanan penyeberangan sebelum berangkat. Kepadatan dapat berubah mengikuti volume kendaraan, kondisi cuaca, arus laut, serta pola operasi pelabuhan.
ASDP sebelumnya juga mengimbau pengguna jasa untuk memperhatikan informasi layanan dan perkembangan operasional. Informasi bantuan perjalanan dapat diperoleh melalui Contact Center ASDP 191. (ASDP)
Pada akhirnya, pembangunan jembatan penghubung LCM-Bulusan diharapkan dapat menjadi bagian dari solusi untuk mengurangi antrean kendaraan di sekitar Ketapang. Namun, keberhasilan proyek juga bergantung pada kesiapan lahan, proses penanganan warga terdampak, pembiayaan, serta pelaksanaan pembangunan di lapangan.
Ikuti terus perkembangan pembangunan jembatan LCM-Bulusan dan kondisi Pelabuhan Ketapang melalui informasi resmi ASDP serta pemerintah daerah agar perjalanan Jawa-Bali dapat dipersiapkan dengan lebih baik.
🔎 Artikel
Focus Keyword:
Jembatan Penghubung Dermaga Bulusan
Title:
ASDP Bakal Bangun Jembatan Penghubung Dermaga Bulusan, Urai Antrean Ketapang
Meta Description:
ASDP bakal membangun jembatan penghubung Dermaga LCM dan Bulusan di Pelabuhan Ketapang untuk membantu mengurai antrean kendaraan logistik.
Slug:asdp-bangun-jembatan-penghubung-dermaga-bulusan-ketapang
Kata Kunci Turunan:
jembatan Dermaga Bulusan
jembatan LCM Bulusan
ASDP Ketapang
Pelabuhan Ketapang
antrean Ketapang
kemacetan Pelabuhan Ketapang
Ketapang Banyuwangi
Dermaga LCM
Dermaga Bulusan
Ketapang-Gilimanuk
kendaraan logistik Ketapang
pembangunan jembatan Banyuwangi
ASDP Banyuwangi
berita Banyuwangi terbaru
berita Ketapang terbaru
Jawa Bali
penyeberangan Ketapang Gilimanuk
Tag
ASDP, ASDP Ketapang, Pelabuhan Ketapang, Dermaga Bulusan, Dermaga LCM, Jembatan LCM Bulusan, Banyuwangi, Ketapang, Gilimanuk, Ketapang-Gilimanuk, Antrean Ketapang, Kemacetan Ketapang, Kendaraan Logistik, Infrastruktur Banyuwangi, Infrastruktur Jawa Timur, Penyeberangan Jawa-Bali, Berita Banyuwangi, Berita Jawa Timur
Hashtag
#ASDP #ASDPKetapang #PelabuhanKetapang #DermagaBulusan #DermagaLCM #JembatanBulusan #JembatanLCMBulusan #Ketapang #Banyuwangi #KetapangGilimanuk #PelabuhanKetapangBanyuwangi #AntreanKetapang #KemacetanKetapang #KendaraanLogistik #LogistikJawaBali #PenyeberanganKetapang #PenyeberanganJawaBali #InfrastrukturBanyuwangi #InfrastrukturJawaTimur #JawaTimur #Gilimanuk #Bali #BeritaBanyuwangi #BeritaJawaTimur #BeritaTerkini #InfoBanyuwangi #InfoKetapang #ASDPIndonesiaFerry #TransportasiIndonesia
Posting Komentar untuk "ASDP Bakal Bangun Jembatan Penghubung Dermaga Bulusan, Upaya Urai Antrean Kendaraan di Ketapang"