KUNINGAN – Pernikahan biasanya identik dengan mobil pengantin, dekorasi mewah, atau bahkan iring-iringan kendaraan keluarga. Namun, pasangan pengantin di Desa Purwasari, Kecamatan Garawangi, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, punya cerita yang jauh lebih nyentrik.
Usai akad nikah, Maman Rohiman dan Novita Ekasari menjadi pusat perhatian warga setelah Maman diarak menggunakan forklift yang telah dihias, menempuh perjalanan sekitar satu kilometer menuju kediaman mempelai perempuan.
Kalau biasanya pengantin ditanya, “Naik apa ke pelaminan?”, Maman mungkin bisa menjawab dengan bangga: “Naik forklift, Pak!”
Bukan Bos Makan Bergizi Gratis, MBG Ternyata “Mas Beo Ganteng”
Ada satu hal yang membuat kisah ini semakin menarik. Maman dikenal dengan julukan “Bos MBG”.
Jangan buru-buru mengira Maman adalah pejabat atau bos Program Makan Bergizi Gratis. Ternyata, MBG merupakan singkatan dari “Mas Beo Ganteng”, sebuah julukan yang diberikan oleh teman-temannya sebagai bahan candaan.
Maman sendiri tercatat sebagai karyawan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Purwasari, yang bergerak antara lain dalam usaha ayam petelur.
Jadi, ini bukan kisah “Bos MBG naik forklift karena mengejar target distribusi”. Ini murni pengantin pria yang mendapat kejutan dari teman-temannya.
Berangkat Biasa, Tiba-Tiba Jadi “Raja Jalanan”
Maman mengaku tidak mengetahui rencana aksi tersebut.
Saat dirinya selesai berganti pakaian dan bersiap berangkat, tiba-tiba suasana berubah. Warga sudah ramai, teriakan terdengar, sementara sebuah forklift yang telah dihias siap digunakan sebagai kendaraan arak-arakan.
Teman-temannya rupanya telah menyiapkan kejutan tersebut. Maman pun akhirnya “pasrah” menerima takdir sebagai pengantin yang hari itu tidak menggunakan kendaraan pengantin pada umumnya.
Perasaannya pun campur aduk.
Malu? Ada.
Tegang? Jelas.
Bangga? Ada.
Terharu? Tentu.
Dan mungkin satu lagi: bingung kenapa teman sendiri tega mengubah forklift menjadi kendaraan pengantin.
Namun, justru kejadian spontan tersebut membuat pesta pernikahan Maman dan Novita semakin berkesan.
Diarak Satu Kilometer, Warga Ikut Menyaksikan
Forklift yang telah dihias membawa Maman dalam perjalanan sekitar satu kilometer menuju kediaman calon mempelai wanita.
Sepanjang perjalanan, warga turut menyaksikan arak-arakan tersebut. Momen yang tidak biasa itu kemudian menjadi bahan perbincangan, bahkan ikut beredar melalui media sosial.
Bagi Maman, perhatian sebesar itu sebenarnya bukan sesuatu yang biasa ia alami.
Ia mengaku merasa malu dan tegang karena menjadi pusat perhatian warga. Namun di sisi lain, ia juga merasa bangga dan terharu karena mendapatkan kejutan dari orang-orang di sekitarnya.
Sang Pengantin Perempuan Juga Kaget
Kejutan tersebut rupanya bukan hanya mengejutkan Maman.
Novita Ekasari, sang pengantin perempuan, juga mengaku tidak mengetahui secara langsung aksi tersebut karena sedang berada di kamar.
Ia baru mengetahui suasana di luar begitu ramai.
Reaksinya pun kurang lebih sama dengan suaminya: kaget, ramai dan lucu.
Kalau ada penghargaan untuk kategori “Kendaraan Pengantin Paling Tidak Terduga”, forklift dalam pernikahan ini sepertinya layak masuk nominasi.
Dari Forklift Jadi Kenangan Pernikahan
Di balik sisi lucunya, kisah Maman dan Novita memperlihatkan bagaimana sebuah pernikahan tidak selalu harus berlangsung dengan konsep serba formal dan mahal.
Kejutan sederhana yang dibuat teman-teman justru dapat menjadi cerita yang dikenang seumur hidup.
Sebab, setelah bertahun-tahun menikah, kemungkinan besar Maman masih akan ditanya:
“Mas, dulu berangkat nikah naik apa?”
Dan jawabannya tentu sulit dilupakan:
“Forklift.”
Yang lebih menarik lagi, kendaraan tersebut bukan sekadar alat kerja pada hari itu. Forklift berubah fungsi menjadi bagian dari kenangan pernikahan yang membuat warga Purwasari ikut tersenyum.
🔎 Fakta Singkat Pernikahan “Bos MBG” Kuningan
Pengantin pria: Maman Rohiman
Pengantin perempuan: Novita Ekasari
Lokasi: Desa Purwasari, Kecamatan Garawangi, Kabupaten Kuningan
Julukan Maman: Mas Beo Ganteng (MBG)
Pekerjaan: Karyawan Bumdes Purwasari
Kendaraan arak-arakan: Forklift yang dihias
Jarak arak-arakan: Sekitar 1 kilometer
Ide: Teman-teman Maman
Viral: Momen turut menjadi perbincangan di media sosial.
📌 Kesimpulan
Pernikahan unik di Kuningan ini membuktikan bahwa kemeriahan pesta bukan semata soal kendaraan mewah atau dekorasi mahal. Sebuah forklift, sedikit kreativitas, dan teman-teman yang “usil tapi niat” ternyata mampu menciptakan momen yang jauh lebih berkesan.
Maman memang bukan “Bos Makan Bergizi Gratis”. Namun pada hari pernikahannya, ia sukses menjadi “Bos MBG: Mas Beo Ganteng” yang paling ramai dibicarakan di Purwasari.
Disclaimer: Artikel ini disusun berdasarkan informasi yang diberitakan Radar Cirebon mengenai pernikahan Maman Rohiman dan Novita Ekasari. Unsur humor digunakan untuk penyajian jurnalistik yang lebih ringan dan tidak dimaksudkan untuk merendahkan pihak mana pun. Fakta mengenai julukan MBG, pekerjaan, arak-arakan forklift, serta keterangan kedua pengantin merujuk pada laporan sumber tersebut. (Radar Cirebon)
Kata kunci : pernikahan unik Kuningan, Bos MBG Kuningan, Mas Beo Ganteng, pengantin naik forklift, pernikahan unik di Kuningan, Maman Rohiman, Novita Ekasari, Desa Purwasari, Garawangi Kuningan, berita Kuningan terbaru.

Posting Komentar untuk "Pernikahan Unik di Kuningan: “Bos MBG” Diarak Pakai Forklift Usai Akad, Bukan Naik Pelaminan Biasa!"