JOMBANG – Persaingan dalam Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) memasuki babak penting. Hasil tabulasi calon anggota Ahlul Halli wal ‘Aqdi (AHWA) telah rampung, dengan KH Nurul Huda Djazuli dari Ploso menempati posisi teratas dengan perolehan 485 suara.
Hasil tersebut menjadi perhatian karena sembilan ulama dengan suara terbanyak akan mengisi forum AHWA yang memiliki peran strategis dalam menentukan Rais Aam PBNU masa khidmat 2026–2031.
KH Nurul Huda Djazuli Unggul Tipis
Dalam rekapitulasi yang dilakukan melalui enam panel tabulasi, KH Nurul Huda Djazuli memperoleh 485 suara atau sekitar 10,31 persen dari total suara sah.
Posisi kedua ditempati TGK KH Nuruzzahri Yahya (Waled Nu) dengan 477 suara. Selisih keduanya hanya delapan suara, sehingga persaingan di posisi teratas berlangsung cukup ketat.
Berikut sembilan ulama yang memperoleh suara tertinggi:
| No | Nama | Suara |
|---|---|---|
| 1 | KH Nurul Huda Djazuli (Ploso) | 485 |
| 2 | TGK KH Nuruzzahri Yahya (Waled Nu) | 477 |
| 3 | AG Dr. KH Baharuddin HS, MA | 392 |
| 4 | KH Miftachul Akhyar | 350 |
| 5 | KH Afifuddin Muhajir | 339 |
| 6 | KH Anwar Iskandar | 326 |
| 7 | KH Anwar Manshur (Lirboyo) | 303 |
| 8 | Prof. Dr. KH Said Aqil Siroj | 273 |
| 9 | Dr. KH Abun Bunyamin, MA | 268 |
Data tersebut merupakan hasil tabulasi dari 34 nama yang diusulkan dalam rangkaian Muktamar ke-35 NU. Total suara yang tercatat dalam proses tabulasi mencapai 4.703 suara sah.
Apa Arti 9 Anggota AHWA Ini?
AHWA atau Ahlul Halli wal ‘Aqdi merupakan forum yang beranggotakan para ulama yang diberi mandat untuk menjalankan proses pemilihan Rais Aam.
Dalam mekanisme yang telah disepakati pada Muktamar ke-35 NU, sembilan anggota AHWA tersebut akan bermusyawarah untuk menentukan Rais Aam PBNU periode 2026–2031
Artinya, tingginya suara yang diperoleh KH Nurul Huda Djazuli tidak otomatis berarti dirinya telah terpilih sebagai Rais Aam PBNU. Perolehan suara tersebut menentukan posisi sebagai anggota AHWA, sedangkan keputusan mengenai Rais Aam berada pada proses musyawarah AHWA.
Mekanisme Pemilihan Berubah
Muktamar ke-35 NU sebelumnya menyepakati perubahan mekanisme pemilihan kepemimpinan. Dalam pemungutan suara terkait mekanisme tersebut, 401 suara mendukung penggunaan AHWA, sementara 150 suara memilih mempertahankan mekanisme pemilihan langsung dan satu suara dinyatakan tidak sah.
Perubahan ini membuat posisi sembilan ulama AHWA menjadi sangat strategis. Mereka bukan sekadar nama dengan perolehan suara tertinggi, tetapi menjadi bagian dari forum yang akan menentukan arah kepemimpinan Syuriyah PBNU untuk lima tahun mendatang.
Babak Baru Menuju Rais Aam PBNU 2026–2031
Dengan ditetapkannya sembilan anggota AHWA, perhatian publik kini beralih kepada proses musyawarah untuk menentukan Rais Aam PBNU 2026–2031.
Di sisi lain, dinamika Muktamar juga terus berkembang karena pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU memiliki mekanisme yang berbeda. Dalam sidang pleno, bahkan muncul opsi agar proses pemilihan Ketua Umum PBNU berjalan paralel ketika AHWA bermusyawarah menentukan Rais Aam.
Karena itu, hasil tabulasi AHWA menjadi salah satu momentum paling menentukan dalam rangkaian Muktamar ke-35 NU di Jombang.
Kesimpulan
KH Nurul Huda Djazuli menjadi peraih suara tertinggi dalam tabulasi AHWA Muktamar ke-35 NU dengan 485 suara. Namun, posisi tersebut harus dipahami sebagai terpilihnya beliau sebagai anggota AHWA, bukan sebagai keputusan final bahwa dirinya menjadi Rais Aam PBNU.
Sembilan ulama yang telah ditetapkan selanjutnya akan menjalankan proses musyawarah untuk menentukan Rais Aam PBNU masa khidmat 2026–2031.
🔎 Kata Kunci
Muktamar ke-35 NU, hasil AHWA Muktamar NU, KH Nurul Huda Djazuli, Rais Aam PBNU 2026-2031, AHWA NU, hasil tabulasi AHWA, Muktamar NU Jombang, 9 anggota AHWA, PBNU 2026-2031, pemilihan Rais Aam PBNU.
Disclaimer: Artikel ini disusun berdasarkan informasi dan laporan yang tersedia pada saat penulisan. Perolehan suara dan proses pemilihan dapat berubah atau diperbarui sesuai keputusan resmi Muktamar ke-35 NU. Artikel ini tidak dimaksudkan untuk menyimpulkan siapa yang pasti terpilih sebagai Rais Aam PBNU sebelum keputusan resmi ditetapkan.

Posting Komentar untuk "Hasil Tabulasi AHWA Muktamar ke-35 NU: KH Nurul Huda Djazuli Raih Suara Tertinggi"