BUMDes Festival Jabar 2026 di Kuningan: Sekda Jabar Dorong Waduk Darma Jadi Mesin Baru Ekonomi Desa

KUNINGAN — Kawasan wisata Waduk Darma, Kabupaten Kuningan, menjadi pusat perhatian dalam gelaran BUMDes Festival Jawa Barat 2026. Festival yang berlangsung pada Minggu, 30 Agustus 2026, tidak hanya menghadirkan kemeriahan kegiatan ekonomi dan kuliner desa, tetapi juga memunculkan gagasan besar mengenai bagaimana potensi wisata dapat memberikan nilai tambah langsung bagi masyarakat sekitar. 

Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat Herman Suryatman memberikan sorotan khusus terhadap potensi ekonomi Waduk Darma. Menurutnya, kawasan wisata tersebut masih memiliki ruang besar untuk dikembangkan agar tidak sekadar menjadi destinasi rekreasi, tetapi juga mampu menjadi penggerak perekonomian desa-desa di sekitarnya. 

BUMDes Jangan Hanya Jadi Nama, Harus Jadi Mesin Ekonomi

Pesan utama yang mengemuka dalam BUMDes Festival Jabar 2026 adalah penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai motor ekonomi masyarakat.

Herman mendorong BUMDes agar meningkatkan profesionalisme, mulai dari manajemen usaha, produksi hingga pemasaran. Dengan tata kelola yang semakin baik, BUMDes diharapkan mampu naik kelas dan menghasilkan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi desa.

Gagasan ini menjadi semakin relevan karena BUMDes berada paling dekat dengan potensi ekonomi lokal.

Desa memiliki sumber daya, masyarakat memiliki produk, kawasan memiliki destinasi wisata—sementara BUMDes dapat menjadi salah satu penghubung agar seluruh potensi tersebut berubah menjadi kegiatan ekonomi yang berkelanjutan.

Potensi Ekonomi Waduk Darma Dinilai Belum Maksimal

Waduk Darma selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata di Kabupaten Kuningan.

Namun, Herman menilai potensi ekonominya masih belum optimal. Ia menyebut tata kelola bisnis kawasan tersebut masih dapat dikembangkan sehingga mampu menghasilkan nilai tambah yang lebih besar, termasuk bagi sembilan desa di sekitar Waduk Darma

Artinya, tantangannya bukan sekadar mendatangkan wisatawan.

Persoalan yang lebih besar adalah:

Bagaimana wisatawan yang datang dapat menciptakan perputaran ekonomi bagi masyarakat desa?

Pertanyaan inilah yang menjadi pekerjaan rumah penting.

Jangan Sampai Wisata Ramai, Desa Hanya Jadi Penonton

Dalam perspektif ekonomi lokal, destinasi wisata idealnya menciptakan rantai ekonomi yang panjang.

Wisatawan datang → membeli makanan → menggunakan jasa masyarakat → membeli produk UMKM → menggunakan transportasi lokal → menginap → membeli oleh-oleh.

Jika rantai tersebut berjalan dengan baik, uang yang dibelanjakan wisatawan tidak langsung keluar dari wilayah tersebut, tetapi berputar dan memberikan manfaat kepada masyarakat.

Karena itu, optimalisasi Waduk Darma tidak cukup hanya dengan mempercantik kawasan wisata.

Diperlukan ekosistem bisnis desa yang mampu menghubungkan pariwisata dengan produk lokal, kuliner, UMKM, jasa, perikanan, ekonomi kreatif dan berbagai potensi masyarakat.

BUMDes Bisa Menjadi Penghubung Potensi Desa

Di sinilah BUMDes mempunyai peran strategis.

BUMDes dapat mengembangkan unit usaha berdasarkan potensi yang dimiliki masing-masing desa. Jika dikelola secara profesional, lembaga ekonomi desa tersebut dapat menjadi penggerak berbagai aktivitas produktif masyarakat.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat sendiri menempatkan BUMDes sebagai salah satu instrumen penting dalam pengembangan ekonomi desa. 

Dengan demikian, BUMDes Festival Jabar 2026 bukan sekadar agenda seremonial, tetapi dapat menjadi ruang untuk mempertemukan gagasan, produk dan peluang usaha antardesa.

Festival Juga Angkat Potensi Kuliner Lokal

Menariknya, gelaran tersebut turut menghadirkan atraksi kuliner “Ngecrok Tutut Sajedingna”.

Kuliner lokal seperti tutut mungkin terlihat sederhana. Namun jika dikemas dengan kreativitas, promosi dan tata kelola bisnis yang tepat, produk tradisional dapat berubah menjadi daya tarik wisata sekaligus sumber pendapatan masyarakat.

Inilah salah satu contoh bagaimana kebudayaan dan kuliner lokal dapat bertemu dengan ekonomi kreatif.

Bukan tidak mungkin, makanan yang awalnya hanya dikenal masyarakat sekitar justru menjadi alasan wisatawan datang.

Desa Jagara dan Penguatan Ekonomi Inklusif

Momentum BUMDes Festival Jabar 2026 juga berkaitan dengan penguatan ekonomi masyarakat di kawasan Waduk Darma.

Desa Jagara, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan, misalnya, resmi ditetapkan sebagai Desa Ekosistem Keuangan Inklusif (Desa EKI) oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon. Program tersebut diarahkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat desa. 

Kombinasi antara BUMDes, UMKM, pariwisata dan inklusi keuangan dapat menjadi fondasi penting bagi pengembangan ekonomi lokal.

Waduk Darma Punya Peluang Menjadi Destinasi Berbasis Ekonomi Desa

Jika potensi tersebut dikelola secara terintegrasi, Waduk Darma berpeluang dikembangkan bukan hanya sebagai tempat wisata, tetapi sebagai pusat aktivitas ekonomi berbasis desa.

Bayangkan jika wisatawan datang tidak hanya menikmati panorama waduk, tetapi juga:

  • membeli produk UMKM desa;

  • menikmati kuliner khas Kuningan;

  • mengikuti aktivitas wisata berbasis masyarakat;

  • membeli hasil kerajinan lokal;

  • menggunakan jasa pelaku usaha desa;

  • menikmati pertunjukan budaya;

  • hingga membawa pulang produk unggulan desa.

Jika semua komponen tersebut terhubung, maka dampak ekonominya dapat jauh lebih besar.

Tantangan Berikutnya: Tata Kelola dan Profesionalisme

Namun, peluang besar selalu datang bersama tantangan.

BUMDes harus mampu meninggalkan pola pengelolaan yang sekadar administratif dan beralih menjadi badan usaha yang benar-benar berorientasi bisnis, tanpa kehilangan tujuan pemberdayaan masyarakat.

Manajemen keuangan, kualitas SDM, pemasaran digital, inovasi produk, kemitraan dan kemampuan membaca pasar menjadi faktor penting.

Sebab, memiliki potensi wisata saja tidak otomatis menghasilkan keuntungan.

Potensi adalah bahan baku. Tata kelola adalah mesin yang mengubahnya menjadi nilai ekonomi.

Kesimpulan

BUMDes Festival Jabar 2026 di Kuningan membawa pesan penting bahwa pembangunan ekonomi desa tidak harus selalu dimulai dari proyek besar.

Potensi yang sudah ada—seperti Waduk Darma, kuliner lokal, UMKM, budaya dan sumber daya masyarakat—dapat menjadi modal ekonomi jika dikelola secara profesional dan terintegrasi.

Sorotan Sekda Jawa Barat Herman Suryatman terhadap Waduk Darma sekaligus menjadi pengingat bahwa keberhasilan sebuah destinasi wisata seharusnya tidak hanya diukur dari jumlah pengunjung.

Ukuran yang lebih penting adalah:

Seberapa besar wisata tersebut mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya.

Jika BUMDes mampu mengambil peran strategis, bukan tidak mungkin Waduk Darma ke depan bukan hanya dikenal sebagai destinasi wisata Kuningan, tetapi juga menjadi contoh bagaimana pariwisata dapat menggerakkan ekonomi desa di Jawa Barat.


🔎 Paket Google

Judul :
BUMDes Festival Jabar 2026 di Kuningan, Waduk Darma Didorong Jadi Motor Ekonomi Desa

Focus Keyword:
BUMDes Festival Jabar 2026

Keyword turunan:

  • BUMDes Festival Jabar 2026 Kuningan

  • Waduk Darma Kuningan

  • potensi ekonomi Waduk Darma

  • Sekda Jabar Herman Suryatman

  • BUMDes Jawa Barat

  • ekonomi desa Kuningan

  • wisata Waduk Darma

  • wisata Kuningan

  • UMKM Kuningan

  • ekonomi kreatif Kuningan

  • Desa Jagara Kuningan

  • BUMDes Kuningan

Meta Description:
BUMDes Festival Jabar 2026 di Kuningan mendapat sorotan Sekda Jabar Herman Suryatman. Potensi ekonomi Waduk Darma didorong agar lebih optimal dan menggerakkan desa sekitar.

Slug :
bumdes-festival-jabar-2026-kuningan-waduk-darma

Kategori:
Jawa Barat | Kuningan | Ekonomi | Desa | Pariwisata

Disclaimer:
Artikel ini merupakan tulisan jurnalistik/informasi yang disusun berdasarkan laporan media dan sumber pemerintah yang tersedia. Pernyataan mengenai potensi ekonomi, pengelolaan Waduk Darma, BUMDes dan dampaknya bagi masyarakat merupakan bagian dari informasi serta pandangan yang disampaikan dalam sumber terkait, bukan hasil audit ekonomi independen.

Posting Komentar untuk "BUMDes Festival Jabar 2026 di Kuningan: Sekda Jabar Dorong Waduk Darma Jadi Mesin Baru Ekonomi Desa"

Admin
Selamat datang di Arsyafin Production, silahkan kirimkan detail kebutuhan Anda?