JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto resmi menunjuk Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru menggantikan Nanik Sudaryati Deyang. Penunjukan tersebut menjadi sorotan publik karena Sudaryono dikenal sebagai salah satu figur yang telah lama berada di lingkaran dekat Presiden Prabowo dan memiliki pengalaman di bidang pemerintahan, bisnis, serta organisasi.
Sebelumnya, Sudaryono menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) di Kabinet Merah Putih periode 2024–2029. Kini, ia dipercaya memimpin Badan Gizi Nasional yang memiliki peran strategis dalam mengawal pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Nanik Sudaryati Deyang Mengundurkan Diri karena Alasan Kesehatan
Pergantian kepemimpinan di Badan Gizi Nasional terjadi setelah Nanik Sudaryati Deyang menyampaikan pengunduran dirinya melalui akun Facebook pribadi pada Rabu, 22 Juli 2026.
Dalam keterangannya, Nanik menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil karena harus fokus menjalani pengobatan penyakit jantung di luar negeri.
Meski mengundurkan diri dari jabatan Kepala BGN, Nanik menyatakan tetap berkomitmen mendukung keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis. Ia juga mengungkapkan kemungkinan mendapat amanah sebagai Ketua Dewan Pengawas BGN apabila struktur pengawasan resmi dibentuk.
Berasal dari Keluarga Petani di Grobogan
Sudaryono atau yang akrab disapa Mas Dar lahir di Grobogan, Jawa Tengah, pada 23 Januari 1985.
Ia merupakan anak tunggal pasangan Yahyo dan Suwarni, yang berprofesi sebagai petani.
Masa kecilnya dihabiskan di Dusun Mangunrejo, Desa Tambirejo, Kecamatan Toroh, tempat ia tumbuh dalam lingkungan sederhana. Sejak kecil, Sudaryono telah terbiasa membantu kedua orang tuanya bekerja di sawah.
Ia pernah memikul air sejauh sekitar satu kilometer, mencari rumput untuk pakan ternak, hingga membantu berbagai pekerjaan pertanian. Pengalaman tersebut membentuk karakter pekerja keras yang kemudian menjadi bekal dalam perjalanan hidup dan kariernya.
Pendidikan hingga Meraih Gelar Doktor
Perjalanan akademik Sudaryono juga menjadi perhatian.
Ia mengawali pendidikan menengah di SMA Taruna Nusantara, kemudian memperoleh beasiswa untuk menempuh pendidikan Teknik Mesin di National Defense Academy of Japan.
Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan Magister Business Administration (MBA) di Swiss German University.
Tak berhenti di sana, Sudaryono berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Manajemen Bisnis dari Institut Pertanian Bogor (IPB).
Perpaduan ilmu teknik, manajemen, dan pertanian dinilai menjadi modal penting dalam kiprahnya di sektor pemerintahan maupun dunia usaha.
Lama Berada di Lingkaran Presiden Prabowo
Nama Sudaryono dikenal sebagai salah satu sosok yang telah lama mendampingi Presiden Prabowo Subianto.
Pada periode 2010–2014, ia pernah dipercaya menjadi asisten pribadi Prabowo.
Dalam rentang waktu tersebut, Sudaryono diketahui tinggal serumah dengan Prabowo sehingga memahami secara langsung gaya kepemimpinan Presiden.
Kedekatan tersebut membuatnya kerap dipercaya mengisi berbagai posisi strategis, baik di lingkungan Partai Gerindra maupun pemerintahan.
Berpengalaman Memimpin Perusahaan Nasional
Selain aktif di dunia politik, Sudaryono memiliki rekam jejak panjang di sektor bisnis.
Beberapa jabatan yang pernah diembannya meliputi:
CEO Garuda TV (sejak 2018).
Direktur PT Nusantara Telematics System (sejak 2019).
Direktur Eksekutif Koperasi Garudayaksa Nusantara (KGN Coop) (sejak 2020).
Chairman PT Sahabat Sejati Sejahtera Farma (sejak 2020).
Chairman PT Boga Halal Nusantara (sejak 2015).
Pengalaman tersebut memperkuat kapasitasnya dalam bidang manajemen organisasi, pengelolaan bisnis, dan kepemimpinan.
Aktif Memimpin Organisasi Nasional
Di bidang organisasi, Sudaryono juga dipercaya mengemban sejumlah amanah penting.
Ia pernah menjabat sebagai:
Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) tahun 2021.
Ketua Dewan Pembina Pedagang Pejuang Indonesia Raya (PAPERA) periode 2021–2025.
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra periode 2020–2025.
Melalui berbagai organisasi tersebut, Sudaryono aktif mendorong pemberdayaan pedagang pasar tradisional serta memperkuat jaringan ekonomi kerakyatan.
Karier di Pemerintahan sebagai Wakil Menteri Pertanian
Karier pemerintahan Sudaryono semakin berkembang ketika dipercaya menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian.
Dalam posisi tersebut, ia mendampingi Menteri Pertanian dalam menjalankan berbagai program strategis pemerintah, mulai dari penguatan ketahanan pangan, peningkatan produktivitas pertanian, hingga percepatan program swasembada pangan nasional.
Pengalaman tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang mendukung penugasannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional.
Tantangan Memimpin Badan Gizi Nasional
Sebagai Kepala BGN yang baru, Sudaryono akan menghadapi tantangan besar dalam memastikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
Program tersebut menjadi salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah, sekaligus mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.
Dengan latar belakang sebagai anak petani, akademisi, pengusaha, organisator, hingga pejabat negara, Sudaryono diharapkan mampu membawa Badan Gizi Nasional menjalankan mandatnya dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat Indonesia.
Title
Profil Sudaryono, Kepala Badan Gizi Nasional Baru Pilihan Prabowo: Anak Petani Grobogan yang Kini Pimpin BGN
Meta Description
Profil lengkap Sudaryono, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru menggantikan Nanik Sudaryati Deyang. Simak riwayat pendidikan, karier, pengalaman sebagai Wamentan, hingga kedekatannya dengan Presiden Prabowo Subianto.
Kata Kunci
Profil Sudaryono, Kepala BGN, Kepala Badan Gizi Nasional, Sudaryono, Wamentan Sudaryono, Program Makan Bergizi Gratis, MBG, Prabowo Subianto, Nanik Sudaryati Deyang, Profil Kepala BGN 2026, Badan Gizi Nasional, Sudaryono Grobogan.
Disclaimer
Disclaimer: Artikel ini disusun berdasarkan informasi yang diberikan pengguna dan bersifat informatif. Informasi mengenai penunjukan pejabat, riwayat karier, maupun pengunduran diri disajikan sesuai materi yang diterima. Untuk informasi resmi dan pembaruan kebijakan, masyarakat disarankan merujuk pada pengumuman dari pemerintah atau instansi terkait.
