Heboh Lagu "Lalaki Langit" Dikritik, Bupati Purwakarta Minta Maaf, Gerindra Ingatkan Pejabat Jaga Etika dan Hormati Perempuan

Purwakarta – Lagu berjudul "Lalaki Langit" karya Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, mendadak menjadi sorotan publik setelah liriknya dinilai mengandung unsur yang merendahkan perempuan. Kontroversi tersebut memicu perdebatan luas di media sosial hingga mendapat perhatian dari kalangan politik nasional.

Sejumlah pihak menilai bahwa meskipun lagu tersebut dibuat sebelum Saepul Bahri Binzein menjabat sebagai kepala daerah, seorang pejabat publik tetap memiliki tanggung jawab moral terhadap karya yang dipublikasikan dan dampaknya terhadap masyarakat.


Lagu "Lalaki Langit" Viral, Tuai Kritik dari Berbagai Kalangan

Perbincangan mengenai lagu "Lalaki Langit" semakin ramai setelah potongan video dan liriknya beredar luas di berbagai platform media sosial.

Beberapa bagian lirik lagu dianggap menggambarkan stereotip terhadap perempuan, sehingga memicu kritik dari aktivis perempuan, masyarakat, hingga tokoh politik.

Dalam lirik tersebut terdapat sejumlah kalimat yang menyinggung persoalan perempuan, seperti penggunaan kutang, kosmetik, hingga menstruasi, yang dinilai sebagian pihak sebagai bentuk candaan yang tidak sensitif terhadap isu kesetaraan gender.

Akibat viralnya lagu tersebut, nama Bupati Purwakarta langsung menjadi trending dalam berbagai pembahasan publik.


Gerindra: Lagu Dibuat Sebelum Menjadi Bupati

Juru Bicara Partai Gerindra, Sugiat Santoso, mengatakan pihaknya telah menerima klarifikasi dari Saepul Bahri Binzein.

Menurut Sugiat, lagu tersebut dibuat jauh sebelum yang bersangkutan menjabat sebagai Bupati Purwakarta.

Meski demikian, Gerindra tetap mengingatkan bahwa setiap karya seni yang dipublikasikan kepada masyarakat harus memperhatikan norma, etika, budaya, serta nilai-nilai yang hidup di tengah masyarakat.

Sugiat menegaskan bahwa peristiwa ini harus menjadi pembelajaran bagi seluruh pejabat publik agar lebih berhati-hati dalam berkarya maupun berkomunikasi.


Gerindra Minta Kepala Daerah Fokus Bekerja untuk Rakyat

Selain menyoroti isi lagu, Sugiat juga mengingatkan bahwa kepala daerah memiliki tanggung jawab utama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, seorang pemimpin harus mampu memberikan teladan melalui sikap, ucapan, dan perilaku sehari-hari.

Ia menjelaskan bahwa secara informal para kader Gerindra juga rutin diingatkan agar selalu menjaga etika sebagai pejabat publik.


Dede Yusuf Minta Mendagri Bertindak

Kontroversi lagu tersebut juga mendapat perhatian dari Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Dede Yusuf.

Ia meminta Menteri Dalam Negeri untuk meminta klarifikasi dari Bupati Purwakarta mengenai polemik yang berkembang.

Menurut Dede Yusuf, pembinaan terhadap kepala daerah merupakan kewenangan pemerintah pusat sehingga diperlukan langkah yang tepat agar pemerintahan daerah tetap berjalan sesuai ketentuan perundang-undangan.


Bupati Purwakarta Sampaikan Permintaan Maaf

Menanggapi polemik yang berkembang, Saepul Bahri Binzein akhirnya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa lagu "Lalaki Langit" diciptakan pada tahun 2020, jauh sebelum dirinya menjabat sebagai Bupati Purwakarta.

Menurutnya, lagu tersebut merupakan bentuk refleksi pribadi atas perilakunya di masa lalu, bukan dimaksudkan untuk merendahkan perempuan.

Dalam keterangannya, ia mengaku bersyukur diciptakan sebagai laki-laki karena merasa pada masa mudanya belum mampu menjaga diri apabila berada dalam posisi perempuan.

Meski telah memberikan penjelasan, perdebatan mengenai makna lirik lagu tersebut masih terus berlangsung di ruang publik.


Isi Lirik Lagu Jadi Sorotan

Lirik
Nuhun GustiTos nyiptakeun kuring jadi lalakiCacak mun jadi aweweEs-Em-Pe kelas tiluTos Karuron tujuh kali
Nuhun GustiTos nyiptakeun kuring jadi lalakiTeu kudu meuli kutangNu busana leuwih gede batan susu
Nuhun GustiTos nyiptakeun kuring jadi lalakiTeu kudu ngaprak-ngaprak apotekAlatan telat bulan
Nuhun gustiTos nyiptakeun kuring jadi lalakiTeu kudu ngalukis halis jeung bulu mata sakalina ngiceup hese beunta
Lalaki langitLalanang bejad
Lalaki langitLalanang bejad

 

Beberapa bagian lirik yang menjadi perhatian publik antara lain membahas:

  • Perempuan membeli kutang.

  • Perempuan menggunakan kosmetik.

  • Perempuan mengalami menstruasi.

  • Perempuan harus menjaga penampilan.

Sebagian masyarakat menganggap lirik tersebut merupakan bentuk humor khas Sunda, sementara sebagian lainnya menilai isi lagu tidak lagi sesuai dengan sensitivitas sosial dan penghormatan terhadap perempuan di era sekarang.


Pengamat: Pejabat Publik Harus Lebih Berhati-hati Berkarya

Pengamat politik menilai bahwa pejabat publik memang memiliki ruang untuk berkarya di bidang seni dan budaya.

Namun ketika seseorang telah menduduki jabatan publik, seluruh karya maupun aktivitasnya akan dinilai menggunakan standar etika yang lebih tinggi dibanding masyarakat umum.

Di era media sosial, karya lama pun dapat kembali viral dan memunculkan persepsi baru sesuai dengan konteks sosial yang berkembang saat ini.

Karena itu, komunikasi publik, termasuk karya seni, sebaiknya mempertimbangkan keberagaman pandangan masyarakat agar tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun polemik yang berkepanjangan.


Kontroversi Jadi Pengingat Pentingnya Sensitivitas Sosial

Kasus lagu "Lalaki Langit" menunjukkan bahwa sebuah karya seni dapat memunculkan beragam interpretasi ketika kembali beredar di ruang publik.

Di satu sisi terdapat penjelasan bahwa lagu dibuat sebagai refleksi pribadi sebelum penciptanya menjadi pejabat publik, sementara di sisi lain muncul kritik bahwa isi lirik dapat dianggap menyinggung kelompok tertentu.

Perdebatan tersebut menjadi pengingat bahwa pejabat publik dituntut menjaga etika komunikasi, menghormati keberagaman masyarakat, sekaligus tetap memberikan teladan melalui karya maupun tindakan sehari-hari.


Disclaimer

Artikel ini disusun berdasarkan informasi yang telah disampaikan kepada penulis serta pernyataan dari sejumlah pihak yang disebutkan dalam pemberitaan. Isi artikel bertujuan memberikan informasi kepada publik dan tidak dimaksudkan untuk mendiskreditkan individu, kelompok, maupun institusi tertentu. Kontroversi terkait lagu "Lalaki Langit" masih menjadi bagian dari dinamika opini publik. Pembaca diharapkan menyikapi informasi secara kritis serta menunggu perkembangan dan klarifikasi resmi dari pihak-pihak terkait apabila terdapat informasi baru.

Posting Komentar untuk "Heboh Lagu "Lalaki Langit" Dikritik, Bupati Purwakarta Minta Maaf, Gerindra Ingatkan Pejabat Jaga Etika dan Hormati Perempuan"

Admin
Selamat datang di Arsyafin Production, silahkan kirimkan detail kebutuhan Anda?