Bursa Bakal Calon Ketua Umum PBNU 2026 Semakin Dinamis, Siapa yang Akan Memimpin Nahdlatul Ulama?
JAKARTA – Menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) tahun 2026, dinamika bursa bakal calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mulai menjadi perhatian warga nahdliyin di berbagai daerah.
Sejumlah nama tokoh nasional dan ulama berpengaruh mulai diperbincangkan sebagai figur yang dinilai memiliki kapasitas untuk memimpin organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut pada masa khidmat berikutnya.
Hingga saat ini, terdapat beberapa nama yang banyak disebut dalam berbagai pembahasan publik, di antaranya KH Yahya Cholil Staquf, KH Nasaruddin Umar, dan KH Zulfa Mustofa.
Meski demikian, perlu dipahami bahwa proses pemilihan Ketua Umum PBNU merupakan kewenangan forum Muktamar sesuai mekanisme organisasi, sehingga siapa pun yang nantinya terpilih akan ditentukan melalui keputusan para peserta muktamar.
KH Yahya Cholil Staquf Siap Kembali Maju
Nama pertama yang kembali mencuat adalah KH Yahya Cholil Staquf atau yang akrab disapa Gus Yahya.
Petahana Ketua Umum PBNU tersebut sebelumnya telah menyatakan kesiapannya apabila kembali memperoleh amanah untuk memimpin PBNU pada periode berikutnya.
Gus Yahya lahir di Rembang, Jawa Tengah, 16 Februari 1966. Ia berasal dari keluarga ulama terkemuka dan merupakan putra KH Cholil Bisri serta saudara kandung Menteri Koordinator Bidang Pangan, Yaqut Cholil Qoumas.
Riwayat pendidikannya ditempuh di Pondok Pesantren Al Munawwir Krapyak serta Universitas Gadjah Mada (UGM).
Sejak terpilih sebagai Ketua Umum PBNU pada 24 Desember 2021, Gus Yahya dikenal aktif membawa berbagai gagasan mengenai penguatan peran NU di tingkat nasional maupun internasional.
KH Nasaruddin Umar, Menteri Agama yang Masuk Bursa
Nama berikutnya yang banyak diperbincangkan adalah KH Nasaruddin Umar.
Ulama yang dikenal sebagai pakar tafsir Al-Qur'an tersebut saat ini menjabat sebagai Menteri Agama Republik Indonesia sejak 21 Oktober 2024, sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta.
Lahir di Sulawesi Selatan pada 23 Juni 1959, Nasaruddin Umar memiliki perjalanan akademik yang panjang hingga meraih gelar profesor.
Sebelumnya, ia juga pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Agama RI periode 2011–2014.
Selain aktif di pemerintahan, Nasaruddin Umar dikenal produktif menulis buku-buku keislaman dan sering menjadi narasumber dalam berbagai program dakwah nasional.
Pengalamannya dalam dunia akademik, birokrasi, dan keagamaan menjadi salah satu alasan namanya masuk dalam pembahasan bursa calon Ketua Umum PBNU.
KH Zulfa Mustofa, Representasi Ulama Muda NU
Figur lain yang mulai mendapatkan perhatian adalah KH Zulfa Mustofa, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Umum PBNU masa khidmat 2022–2027.
Lahir di Jakarta pada 7 Agustus 1977, KH Zulfa Mustofa berasal dari keluarga ulama yang memiliki silsilah keilmuan kuat.
Ayahnya adalah KH Muqarrabin asal Pekalongan, sedangkan ibundanya merupakan putri dari Nyai Hj. Maimunah yang juga memiliki hubungan keluarga dengan KH Ma'ruf Amin.
Riwayat pendidikan pesantrennya ditempuh di berbagai lembaga, termasuk Madrasah Tsanawiyah Salafiyah Simbangkulon serta Kajen, Pati, Jawa Tengah, di bawah bimbingan ulama besar seperti KH A. Sahal Mahfudh dan KH Rifa'i Nasuha.
Setelah wafatnya sang ayah, Zulfa Mustofa memilih mengabdikan diri sebagai pengajar majelis taklim pada usia yang masih sangat muda dan kemudian mendirikan Majelis Taklim Darul Musthofa.
Kedekatannya dengan kalangan pesantren dan generasi muda NU menjadi salah satu kekuatan yang dinilai mampu memperkuat regenerasi kepemimpinan organisasi.
Pengamat: Muktamar NU Diperkirakan Berlangsung Kompetitif namun Tetap Mengedepankan Musyawarah
Dari perspektif politik organisasi, persaingan menuju Muktamar ke-35 diperkirakan akan berlangsung dinamis karena masing-masing figur memiliki latar belakang, pengalaman, dan basis dukungan yang berbeda.
KH Yahya Cholil Staquf membawa pengalaman sebagai petahana yang telah memimpin PBNU selama satu periode.
KH Nasaruddin Umar memiliki rekam jejak panjang dalam pemerintahan, akademik, dan pengembangan pemikiran Islam moderat.
Sementara KH Zulfa Mustofa dinilai mewakili generasi ulama yang lebih muda dengan pengalaman organisasi dan akar pesantren yang kuat.
Meski demikian, tradisi Nahdlatul Ulama selama ini dikenal mengedepankan musyawarah, ukhuwah, serta menjaga persatuan organisasi, sehingga dinamika menjelang muktamar umumnya berlangsung dalam koridor etika organisasi.
Masyarakat Diimbau Menunggu Proses Resmi Muktamar
Pengamat politik menilai bahwa berbagai nama yang beredar saat ini masih merupakan bagian dari dinamika awal menjelang Muktamar ke-35 NU.
Penetapan calon maupun hasil pemilihan nantinya tetap akan mengikuti mekanisme organisasi sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Nahdlatul Ulama.
Karena itu, masyarakat diharapkan menyikapi berbagai informasi secara proporsional serta menunggu perkembangan resmi dari panitia Muktamar dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama.
Pantau Informasi Terbaru Bursa Ketua Umum PBNU 2026
Perkembangan mengenai Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama, dinamika bursa bakal calon Ketua Umum PBNU, agenda organisasi, serta informasi resmi lainnya akan terus menjadi perhatian publik.
Ikuti terus pembaruan berita melalui portal kami untuk memperoleh informasi terkini mengenai perkembangan Muktamar NU 2026 secara akurat, berimbang, dan terpercaya.
DISCLAIMER
Informasi dalam flyer ini disusun untuk tujuan pemberitaan dan edukasi publik mengenai dinamika Bursa Bakal Calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menjelang Muktamar ke-35 NU Tahun 2026. Penyebutan nama-nama tokoh dalam materi ini merupakan bagian dari informasi yang berkembang di ruang publik dan bukan merupakan penetapan resmi sebagai calon Ketua Umum PBNU.
Proses pemilihan Ketua Umum PBNU sepenuhnya menjadi kewenangan forum Muktamar sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Nahdlatul Ulama. Seluruh keputusan akhir mengenai pencalonan maupun hasil pemilihan hanya sah berdasarkan mekanisme organisasi yang berlaku.
Artikel ini tidak dimaksudkan untuk mendukung, mengampanyekan, atau mengarahkan pilihan kepada tokoh tertentu. Pembaca diharapkan mengikuti perkembangan informasi melalui sumber resmi PBNU dan panitia Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama.
Dalil Al-Qur'an
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ
"Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan), yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu."
(QS. Al-Hujurat: 6)
Catatan: Mari menjaga ukhuwah Islamiyah, menghormati seluruh ulama dan peserta Muktamar, serta menyikapi setiap informasi dengan tabayun, objektif, dan penuh tanggung jawab.
Kata Kunci : Ketua Umum PBNU 2026, Bursa Ketua Umum PBNU, Muktamar NU 2026, Muktamar ke-35 NU, KH Yahya Cholil Staquf, Gus Yahya, KH Nasaruddin Umar, KH Zulfa Mustofa, Calon Ketua Umum PBNU, Nahdlatul Ulama 2026, Berita NU Terbaru, Profil KH Yahya Cholil Staquf, Profil KH Nasaruddin Umar, Profil KH Zulfa Mustofa.
.jpeg)