Viral Siswa SD di NTT Gunakan Arang sebagai Kaus Kaki, Disdikbud Timor Tengah Selatan Siap Lakukan Penanganan

Timor Tengah Selatan, NTT – Sebuah video yang memperlihatkan seorang siswa Sekolah Dasar (SD) menggunakan arang hitam untuk membuat kakinya tampak seperti mengenakan kaus kaki viral di berbagai platform media sosial. Video tersebut menyita perhatian publik dan memunculkan beragam respons terkait kondisi pendidikan serta kesejahteraan siswa di daerah.

Siswa dalam video viral itu diketahui bernama Marciano Tefi, warga Desa Lanut, Kecamatan Amanatun Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT).

Video Viral "Tak Ada Kaus Kaki, Arang Pun Jadi" Tuai Perhatian Warganet

Video berdurasi 19 detik yang diunggah melalui akun TikTok @Yanto Tefi memperlihatkan seorang pria dewasa mengoleskan arang hitam ke kaki Marciano hingga terlihat menyerupai kaus kaki berwarna gelap.

Dalam unggahan tersebut tertulis kalimat yang kemudian menjadi viral:

"Tak ada kaus kaki, arang pun jadi."

Setelah proses tersebut selesai, Marciano tampak tersenyum dan bersiap berangkat ke sekolah dengan penuh semangat.

"Selamat pagi," ucap Marciano dalam video yang telah ditonton ribuan kali dan dibagikan secara luas oleh pengguna media sosial.

Video tersebut memicu empati masyarakat karena menggambarkan semangat seorang anak untuk tetap bersekolah meski menghadapi keterbatasan perlengkapan pendidikan.

Disdikbud TTS Akan Cek Langsung Kondisi Siswa

Menanggapi viralnya video tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Timor Tengah Selatan, Apris Adrianus Manafe, menyatakan pihaknya akan segera melakukan pengecekan langsung terkait kondisi siswa dan keluarganya.

Menurut Apris, pemerintah daerah perlu memperoleh informasi secara lengkap sebelum mengambil langkah penanganan yang tepat.

"Saya laporkan Pak Bupati dulu karena di setiap sekolah ada anggarannya yang mestinya bisa digunakan untuk kebutuhan siswa," ujar Apris.

Ia menjelaskan bahwa sekolah-sekolah di wilayah TTS memiliki dukungan pendanaan melalui berbagai program pemerintah, termasuk Program Indonesia Pintar (PIP) dan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang dapat dimanfaatkan untuk menunjang kebutuhan peserta didik.

Bantuan Darurat Akan Diberikan Jika Keluarga Tergolong Kurang Mampu

Apris menegaskan bahwa apabila hasil verifikasi menunjukkan Marciano berasal dari keluarga kurang mampu, maka pihak sekolah akan diminta segera melakukan langkah penanganan darurat.

"Kalau memang siswanya berasal dari keluarga kurang mampu, maka saya perintahkan kepala sekolah untuk melakukan penanganan darurat dan nanti baru tindakan selanjutnya," jelasnya.

Pemerintah daerah juga berkomitmen memastikan tidak ada siswa yang mengalami hambatan dalam mengakses pendidikan hanya karena keterbatasan ekonomi.

Video Telah Disebarkan ke Seluruh Sekolah

Sebagai tindak lanjut awal, Kepala Disdikbud TTS mengaku telah membagikan video viral tersebut ke grup komunikasi sekolah-sekolah di wilayahnya.

Langkah tersebut dilakukan agar pihak sekolah dapat meningkatkan perhatian terhadap kondisi siswa yang membutuhkan bantuan serta memperkuat sistem pemantauan kesejahteraan peserta didik.

Semangat Pendidikan di Tengah Keterbatasan

Kisah Marciano Tefi menjadi simbol semangat belajar anak-anak Indonesia yang tetap berjuang meraih pendidikan meskipun menghadapi berbagai keterbatasan. Di sisi lain, peristiwa ini juga menjadi pengingat pentingnya kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat dalam memastikan setiap anak memperoleh hak pendidikan yang layak.

Viralnya video "tak ada kaus kaki, arang pun jadi" tidak hanya menyentuh hati publik, tetapi juga mendorong perhatian terhadap pemerataan akses pendidikan dan kesejahteraan siswa di berbagai daerah Indonesia.


Posting Komentar untuk "Viral Siswa SD di NTT Gunakan Arang sebagai Kaus Kaki, Disdikbud Timor Tengah Selatan Siap Lakukan Penanganan"

Admin
Selamat datang di Arsyafin Production, silahkan kirimkan detail kebutuhan Anda?