Fly Over Krucuk Cirebon Segera Dibangun, Dimulai dari Pilang, Panjang 400 Meter, Target Konstruksi Tahun 2028

Fly Over Krucuk Cirebon Segera Dibangun, Dimulai dari Pilang Raya Hingga Krucuk, Target Konstruksi Tahun 2028

CIREBON – Kabar baik bagi masyarakat Kota Cirebon. Pemerintah pusat berencana membangun Fly Over Krucuk sebagai solusi mengatasi kemacetan kronis di perlintasan sebidang kereta api Jalan Slamet Riyadi, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon.

Proyek strategis nasional tersebut direncanakan dimulai dengan tahap pembebasan lahan pada tahun 2027, sedangkan pekerjaan konstruksi fisik dijadwalkan mulai tahun 2028 oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Keberadaan fly over ini diharapkan mampu memperlancar arus lalu lintas sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan maupun perjalanan kereta api yang setiap harinya melintasi kawasan tersebut.


Fly Over Krucuk Dimulai dari Pilang Raya

Kepala Dinas Perhubungan Kota Cirebon, Gunawan, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil rapat koordinasi dengan berbagai pihak, fly over akan dibangun mulai dari kawasan Jalan Pilang Raya, kemudian melintasi perlintasan kereta api di Jalan Slamet Riyadi (Krucuk) sebelum kembali turun di sisi utara perlintasan.

Menurut kajian awal, panjang konstruksi fly over diperkirakan mencapai sekitar 400 meter dengan tinggi sekitar 11 meter agar memenuhi standar keselamatan jalur kereta api.

"Panjang fly over diperkirakan sekitar 400 meter dengan tinggi konstruksi sekitar 11 meter sesuai standar keselamatan," jelas Gunawan.


Solusi Mengatasi Kemacetan di Perlintasan Krucuk

Perlintasan sebidang Krucuk selama ini dikenal sebagai salah satu titik kemacetan terparah di Kota Cirebon.

Ketika pintu perlintasan ditutup karena adanya kereta yang melintas, antrean kendaraan roda dua maupun roda empat dapat mengular hingga ratusan meter, terutama pada jam berangkat kerja dan pulang kantor.

Dengan dibangunnya fly over, kendaraan nantinya tidak lagi harus berhenti menunggu kereta melintas sehingga arus lalu lintas diprediksi menjadi jauh lebih lancar.

Selain mengurangi kemacetan, proyek ini juga bertujuan meningkatkan keselamatan pengguna jalan dengan meminimalkan potensi kecelakaan di perlintasan sebidang.


Pemerintah Pusat Beri Respons Positif

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, mengungkapkan bahwa rencana pembangunan fly over tersebut telah dipresentasikan kepada Kementerian PUPR beberapa bulan lalu.

Menurutnya, pemerintah pusat memberikan sinyal positif terhadap usulan pembangunan tersebut.

"Mudah-mudahan fly over ini segera terealisasi. Yang terpenting bukan hanya pembangunan fisiknya, tetapi juga penyelesaian titik rawan kemacetan di perlintasan sebidang Krucuk," ujar Edo.

Ia menambahkan bahwa proyek tersebut merupakan kewenangan pemerintah pusat karena berada di ruas jalan nasional.

Pemerintah Kota Cirebon berperan mengusulkan, mempersiapkan administrasi, serta mendukung seluruh proses pembangunan hingga selesai.


Pembebasan Lahan Dimulai Tahun 2027

Tahapan awal pembangunan fly over akan diawali dengan proses pembebasan lahan yang dijadwalkan berlangsung pada tahun 2027.

Apabila seluruh proses berjalan sesuai rencana, pembangunan fisik akan dimulai pada tahun 2028.

Tahapan pembebasan lahan menjadi bagian penting agar proyek dapat berjalan tanpa hambatan administrasi maupun sosial.


PT KAI: Volume Kendaraan dan Kereta Sangat Padat

Vice President PT KAI Daop 3 Cirebon, Sigit Winarto, menjelaskan bahwa Kota Cirebon saat ini memiliki 11 perlintasan sebidang yang seluruhnya telah dilengkapi palang pintu dan dijaga petugas.

Meski demikian, tingginya frekuensi perjalanan kereta api yang diimbangi padatnya kendaraan menyebabkan beberapa perlintasan sering mengalami kemacetan panjang.

"Khususnya di Krucuk, pada jam sibuk penutupan perlintasan sering menyebabkan antrean kendaraan cukup panjang," jelas Sigit.

Menurutnya, pembangunan fly over merupakan solusi terbaik untuk memisahkan jalur kendaraan dengan jalur kereta sehingga kedua moda transportasi dapat berjalan lebih lancar.


Pemerintah Juga Kaji Underpass dan Fly Over Lain

Selain Fly Over Krucuk, pemerintah bersama PT KAI juga tengah melakukan kajian terhadap sejumlah perlintasan sebidang lainnya di Kota Cirebon.

Alternatif penanganan yang dipertimbangkan antara lain pembangunan underpass maupun fly over, disesuaikan dengan kondisi geografis, kepadatan lalu lintas, serta kebutuhan masyarakat.

Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya jangka panjang untuk meningkatkan keselamatan transportasi sekaligus mempercepat mobilitas warga.


Manfaat Fly Over Krucuk bagi Kota Cirebon

Jika proyek ini terealisasi sesuai jadwal, masyarakat diperkirakan akan memperoleh berbagai manfaat, di antaranya:

  • Mengurangi kemacetan di kawasan Jalan Slamet Riyadi dan Krucuk.

  • Mempercepat waktu tempuh kendaraan.

  • Meningkatkan keselamatan pengguna jalan.

  • Memperlancar perjalanan kereta api tanpa menghambat lalu lintas.

  • Mendukung pertumbuhan ekonomi dan investasi di Kota Cirebon.

  • Menjadi infrastruktur strategis untuk mobilitas masyarakat.


Penutup

Rencana pembangunan Fly Over Krucuk Cirebon menjadi salah satu proyek infrastruktur yang paling dinantikan masyarakat. Dengan panjang sekitar 400 meter, dimulai dari kawasan Pilang Raya, melintasi rel kereta api di Jalan Slamet Riyadi hingga menuju kawasan Krucuk, proyek ini diharapkan mampu menjadi solusi permanen atas kemacetan yang selama bertahun-tahun menjadi keluhan pengguna jalan.

Apabila proses pembebasan lahan pada 2027 berjalan lancar dan konstruksi dimulai sesuai target pada 2028, Fly Over Krucuk diyakini akan menjadi tonggak penting dalam peningkatan sistem transportasi.


 

Posting Komentar untuk "Fly Over Krucuk Cirebon Segera Dibangun, Dimulai dari Pilang, Panjang 400 Meter, Target Konstruksi Tahun 2028"

Admin
Selamat datang di Arsyafin Production, silahkan kirimkan detail kebutuhan Anda?