CIREBON, Industri event yang sebelumnya mulai bangkit pascapandemi kini kembali menghadapi tekanan berat. Sejumlah pelaku usaha mengaku terjadi penurunan drastis terhadap permintaan event, terutama yang berasal dari sektor pemerintahan dan lembaga formal.
Banyak agenda seperti:
- seminar pemerintahan
- gathering instansi
- festival daerah
- kegiatan corporate
- acara pendidikan dan kampus
mengalami pengurangan skala bahkan pembatalan akibat kebijakan efisiensi anggaran.
Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap ribuan pekerja di sektor:
- rental sound system
- lighting dan panggung
- multimedia dan videotron
- dekorasi event
- crew teknis lapangan
“Lebih Parah dari Pandemi Covid-19”
Sejumlah pelaku industri event menilai situasi saat ini justru terasa lebih berat dibanding masa pandemi.
Saat pandemi COVID-19, sektor event memang sempat lumpuh total akibat pembatasan aktivitas masyarakat. Namun, pelaku usaha mengaku saat itu masih terdapat harapan pemulihan dan berbagai stimulus ekonomi.
Sementara pada kondisi sekarang, banyak vendor mengaku menghadapi:
- penurunan order secara drastis
- cash flow terganggu
- equipment menganggur
- crew dan pekerja kehilangan pendapatan
Situasi tersebut memicu keresahan luas di kalangan pelaku industri kreatif dan event nasional.
Seruan Solidaritas Industri Event Indonesia
Di tengah tekanan tersebut, muncul seruan solidaritas dari komunitas rental event support Indonesia.
Narasi yang ramai beredar di kalangan pelaku usaha berbunyi:
“Mungkin pemerintah gak peduli sama industri rental event support. Bayangin kalau kita bersatu dan solid. Terus kalau kita ngambek gimana? Bayangin aja.”
Ungkapan tersebut mencerminkan kekecewaan sekaligus ajakan agar pelaku industri event lebih kompak dalam menyuarakan kondisi yang sedang mereka hadapi.
Industri Event Dinilai Punya Dampak Besar pada Ekonomi
Pengamat ekonomi kreatif menilai industri event memiliki efek domino yang sangat luas terhadap perputaran ekonomi daerah maupun nasional.
Satu kegiatan event dapat menggerakkan banyak sektor seperti:
- UMKM kuliner
- transportasi
- perhotelan
- pariwisata
- pekerja kreatif
- vendor multimedia dan produksi
Karena itu, lesunya industri event dikhawatirkan ikut memengaruhi roda ekonomi masyarakat kecil yang selama ini bergantung pada aktivitas acara dan hiburan.
Harapan Pelaku Usaha kepada Pemerintah
Pelaku industri berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih terhadap sektor event support dan ekonomi kreatif.
Beberapa harapan yang mulai disuarakan antara lain:
- relaksasi kebijakan tertentu
- pembukaan kembali peluang event skala besar
- dukungan terhadap industri kreatif daerah
- pemerataan proyek dan kegiatan pemerintah
Selain itu, banyak pihak berharap ada ruang dialog antara pemerintah dan komunitas industri event agar kondisi usaha dapat kembali stabil.
Solidaritas Jadi Kunci Bertahan
Di tengah situasi sulit, solidaritas antarpelaku industri dinilai menjadi faktor penting untuk menjaga keberlangsungan sektor event Indonesia.
Banyak vendor, EO, rental equipment, dan pekerja kreatif kini mulai memperkuat kolaborasi agar industri tetap bergerak di tengah tekanan ekonomi.
Kesimpulan
Industri rental event support Indonesia tengah menghadapi tantangan berat akibat dampak efisiensi anggaran pemerintah sejak awal 2025. Sejumlah pelaku usaha bahkan menyebut situasi saat ini lebih berat dibanding masa pandemi COVID-19.
Di tengah kondisi tersebut, solidaritas dan perhatian terhadap sektor ekonomi kreatif dinilai menjadi hal penting agar industri event nasional tetap mampu bertahan dan bangkit kembali.