Jakarta — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menepis isu yang beredar di media sosial terkait kenaikan tarif listrik pada Mei 2026. Pemerintah, kata dia, memastikan tidak ada penyesuaian tarif listrik yang membebani masyarakat dalam periode tersebut.
Pernyataan ini disampaikan Bahlil pada Selasa (5/5), menyusul keluhan sejumlah warga yang mengaku mengalami lonjakan tagihan listrik dalam beberapa waktu terakhir.
Pemerintah Pastikan Tarif Listrik Tetap Stabil
Menurut Bahlil, pemerintah tetap berkomitmen menjaga stabilitas tarif listrik guna melindungi daya beli masyarakat. Ia menegaskan bahwa tidak ada kebijakan resmi terkait kenaikan tarif listrik pada Mei 2026.
“Kami pastikan tidak ada kenaikan tarif listrik,” ujarnya, sekaligus merespons isu yang ramai diperbincangkan di berbagai platform digital.
Harga BBM dan LPG Subsidi Juga Tidak Naik
Selain tarif listrik, Bahlil Lahadalia juga memastikan bahwa harga bahan bakar minyak (BBM) dan LPG bersubsidi tetap stabil.
Kebijakan ini dinilai penting untuk menjaga kestabilan ekonomi, terutama di tengah dinamika global yang memengaruhi sektor energi.
Pemerintah, lanjutnya, akan terus memantau kondisi pasar energi serta memastikan distribusi BBM dan LPG subsidi berjalan lancar tanpa adanya kenaikan harga.
Respons terhadap Keluhan Masyarakat
Isu kenaikan tarif listrik sebelumnya ramai diperbincangkan di media sosial, setelah sejumlah pengguna melaporkan tagihan listrik yang lebih tinggi dari biasanya.
Namun, pemerintah mengimbau masyarakat untuk mengecek kembali pemakaian listrik masing-masing, karena peningkatan tagihan bisa dipengaruhi oleh faktor konsumsi, bukan perubahan tarif.
Komitmen Jaga Stabilitas Energi Nasional
Pernyataan ini menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas sektor energi nasional, termasuk memastikan akses energi yang terjangkau bagi masyarakat.
Kementerian ESDM juga terus melakukan evaluasi berkala terhadap kebijakan energi untuk menyesuaikan dengan kondisi ekonomi dan kebutuhan nasional.
Kesimpulan
Dengan adanya klarifikasi dari Bahlil Lahadalia, masyarakat diharapkan tidak lagi khawatir terhadap isu kenaikan tarif listrik maupun harga BBM dan LPG subsidi pada Mei 2026. Pemerintah memastikan kebijakan energi tetap berpihak pada stabilitas ekonomi dan kesejahteraan publik.