Cirebon Ajukan Diri Jadi Tuan Rumah Muktamar ke-35 NU, PCNU Tegaskan Kota Wali Siap Sambut Nahdliyin Nasional


CIREBON – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Cirebon secara resmi mengajukan diri sebagai tuan rumah pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU). Langkah tersebut dilakukan setelah mempertimbangkan kesiapan infrastruktur, jaringan pondok pesantren, hingga dukungan historis dan spiritual Kota Wali sebagai salah satu pusat perkembangan Islam Nusantara.

Ketua PCNU Kabupaten Cirebon, KH. Aziz Hakim Syaerozy, menegaskan bahwa Cirebon memiliki ikatan kuat dengan sejarah panjang Nahdlatul Ulama dan perjuangan dakwah Islam moderat di Indonesia.

“Dengan penuh hormat dan rasa khidmah kepada jam’iyah Nahdlatul Ulama, PCNU Kabupaten/Kota Cirebon menyampaikan ikhtiar dan harapan agar Cirebon dapat dipertimbangkan sebagai tuan rumah Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama,” ujarnya, Kamis (21/5/2026).

Cirebon Dinilai Punya Nilai Historis Islam Nusantara

Cirebon bukan hanya dikenal sebagai kota pesisir di jalur Pantura Jawa Barat. Wilayah ini juga menjadi salah satu pusat penyebaran Islam Nusantara yang memiliki akar sejarah sangat kuat.

Keberadaan maqbarah dan dakwah Sunan Gunung Jati menjadikan Cirebon sebagai simbol penyebaran Islam yang mengedepankan budaya, persatuan, dan dakwah yang sejuk.

Selain itu, Cirebon juga memiliki banyak pesantren besar dan berpengaruh seperti Pesantren Buntet, Pesantren Babakan, Pesantren Gedongan, hingga Pesantren Balarante yang selama puluhan tahun menjadi pusat kaderisasi ulama dan tokoh Nahdliyin.

Menurut PCNU, pelaksanaan Muktamar NU di Cirebon akan menghadirkan kembali memori kolektif mengenai akar dakwah Islam Nusantara yang ramah, moderat, dan membumi.

Jejak Tokoh Besar NU dari Cirebon Raya

Secara historis, Cirebon Raya juga melahirkan banyak tokoh besar Nahdlatul Ulama yang memiliki kontribusi penting bagi bangsa Indonesia.

Salah satunya adalah KH Abbas Abdul Jamil yang dikenal sebagai ulama pejuang dan panglima laskar jihad NU pada masa Resolusi Jihad yang dicetuskan KH Hasyim Asy'ari.

Tak hanya itu, nama KH Abdul Chalim juga disebut memiliki hubungan historis erat dengan kawasan Cirebon Raya sebagai salah satu tokoh penting dalam perjalanan awal organisasi NU.

Fakta sejarah tersebut menjadi alasan kuat mengapa Cirebon dinilai layak menjadi pusat pelaksanaan forum tertinggi organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.

Infrastruktur dan Akses Transportasi Dinilai Siap

Selain faktor sejarah dan budaya, kesiapan infrastruktur juga menjadi salah satu poin utama yang diajukan PCNU Kabupaten Cirebon kepada PBNU.

Secara geografis, Cirebon dinilai strategis karena berada di jalur tengah Pulau Jawa dan mudah dijangkau dari berbagai daerah seperti Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur.

Akses menuju kota ini juga semakin mudah dengan keberadaan Bandara Internasional Kertajati, jalur Tol Trans Jawa, serta konektivitas kereta api nasional.

Tak hanya itu, Cirebon disebut memiliki ribuan kamar hotel berbintang, homestay, dan penginapan yang tersebar di wilayah kota maupun kabupaten untuk menunjang kebutuhan peserta Muktamar NU.

PCNU: Cirebon Siap Secara Teknis dan Spiritual

PCNU Kabupaten Cirebon menegaskan bahwa kesiapan menjadi tuan rumah Muktamar NU bukan hanya sebatas teknis penyelenggaraan acara besar, tetapi juga bentuk khidmah terhadap jam’iyah Nahdlatul Ulama.

“Kami meyakini bahwa Muktamar bukan hanya forum organisatoris, melainkan momentum spiritual, kebudayaan, kaderisasi, dan peneguhan arah peradaban Nahdlatul Ulama,” ujar KH Aziz Hakim Syaerozy.

Pihaknya berharap PBNU dapat mempertimbangkan Cirebon sebagai lokasi pelaksanaan Muktamar ke-35 NU demi menghadirkan forum besar Nahdliyin di tanah para santri dan pejuang Islam Nusantara.

Cirebon dan Peluang Besar Menjadi Tuan Rumah Muktamar NU

Apabila terpilih, pelaksanaan Muktamar NU di Cirebon diperkirakan akan menjadi momentum besar bagi perkembangan ekonomi daerah, wisata religi, hingga penguatan identitas Cirebon sebagai pusat Islam Nusantara.

Kegiatan nasional tersebut juga diyakini mampu menarik ribuan peserta dari seluruh Indonesia, termasuk ulama, santri, akademisi, dan warga Nahdliyin dari berbagai wilayah.

Posting Komentar untuk "Cirebon Ajukan Diri Jadi Tuan Rumah Muktamar ke-35 NU, PCNU Tegaskan Kota Wali Siap Sambut Nahdliyin Nasional"

Admin
Selamat datang di Arsyafin Production, silahkan kirimkan detail kebutuhan Anda?