CIREBON – Di tengah menjamurnya camilan modern dan makanan viral media sosial, makanan tradisional Indonesia tetap memiliki penggemar setia. Salah satu camilan legendaris yang masih banyak dicari hingga sekarang adalah rempeyek khas Cirebon.
Keripik tipis berbahan dasar tepung beras dengan tambahan kacang tanah, teri, atau udang kecil ini dikenal memiliki rasa gurih dan tekstur super renyah. Di Cirebon, rempeyek sering dijadikan pelengkap makan nasi, teman minum teh, hingga oleh-oleh khas daerah.
Kini, cara membuat rempeyek khas Cirebon juga banyak dicari masyarakat karena prosesnya cukup mudah dan bahan-bahannya sederhana.
Rempeyek Khas Cirebon Tetap Bertahan di Tengah Tren Kuliner Modern
Rempeyek menjadi salah satu camilan tradisional yang masih eksis lintas generasi. Banyak masyarakat Jawa Barat, khususnya Cirebon, menganggap rempeyek sebagai makanan wajib saat acara keluarga, hajatan, hingga hari raya.
Keunikan rempeyek khas Cirebon terletak pada teksturnya yang tipis namun tetap renyah serta aroma rempah yang kuat.
Selain kacang tanah, beberapa penjual tradisional di Cirebon juga membuat variasi rempeyek teri dan rempeyek udang rebon yang memiliki rasa lebih gurih.
Bahan Membuat Rempeyek Khas Cirebon
Berikut bahan-bahan sederhana untuk membuat rempeyek khas Cirebon di rumah:
Bahan Utama:
- 250 gram tepung beras
- 50 gram tepung tapioka
- 1 butir telur
- 300 ml santan
- 150 gram kacang tanah, belah dua
- Daun jeruk secukupnya, iris tipis
- Minyak goreng secukupnya
Bumbu Halus:
- 4 siung bawang putih
- 3 butir kemiri
- 1 sendok teh ketumbar
- Garam secukupnya
- Kaldu bubuk secukupnya
Cara Membuat Rempeyek Khas Cirebon
1. Haluskan Bumbu
Haluskan bawang putih, kemiri, ketumbar, dan garam menggunakan ulekan atau blender hingga lembut.
Bumbu inilah yang akan memberikan cita rasa gurih khas rempeyek tradisional.
2. Campur Adonan
Masukkan tepung beras dan tepung tapioka ke dalam wadah besar.
Tambahkan telur, santan, bumbu halus, dan irisan daun jeruk. Aduk hingga adonan tercampur rata dan tidak terlalu kental.
Pastikan tekstur adonan cukup cair agar rempeyek bisa tipis dan renyah saat digoreng.
3. Tambahkan Kacang Tanah
Masukkan kacang tanah ke dalam adonan, lalu aduk perlahan hingga merata.
Selain kacang tanah, Anda juga bisa menggunakan ikan teri atau udang kecil sesuai selera.
4. Goreng Rempeyek
Panaskan minyak dalam jumlah banyak menggunakan api sedang.
Tuangkan adonan sedikit demi sedikit dari pinggir wajan agar membentuk lembaran tipis.
Goreng hingga rempeyek berwarna kuning keemasan dan teksturnya renyah.
5. Tiriskan dan Sajikan
Setelah matang, angkat dan tiriskan rempeyek agar minyak berkurang.
Simpan dalam wadah tertutup supaya kerenyahannya tetap terjaga lebih lama.
Rahasia Rempeyek Renyah dan Tidak Mudah Melempem
Banyak pembuat rempeyek tradisional memiliki trik khusus agar hasil gorengan tetap renyah meski disimpan lama.
Salah satunya adalah menggunakan santan secukupnya dan memastikan minyak benar-benar panas sebelum menggoreng.
Selain itu, adonan yang terlalu kental bisa membuat rempeyek menjadi keras dan tidak renyah.
Penggunaan daun jeruk segar juga menjadi rahasia aroma rempeyek khas Cirebon yang lebih harum dan menggugah selera.
Cocok Jadi Peluang Usaha Rumahan
Selain mudah dibuat, rempeyek khas Cirebon juga memiliki peluang bisnis yang cukup menjanjikan.
Permintaan camilan tradisional terus meningkat, terutama menjelang hari raya dan musim liburan.
Banyak pelaku UMKM di Cirebon menjadikan rempeyek sebagai produk unggulan karena tahan lama dan disukai berbagai kalangan.
Dengan kemasan modern, rempeyek kini tidak hanya dijual di pasar tradisional tetapi juga dipasarkan melalui media sosial dan marketplace online.
Kuliner Tradisional yang Tetap Dicari Wisatawan
Bagi wisatawan yang berkunjung ke Cirebon, rempeyek sering menjadi pilihan oleh-oleh selain terasi, empal gentong instan, dan kerupuk melarat.
Rasa gurih dan tekstur renyah membuat camilan tradisional ini tetap memiliki tempat di hati masyarakat Indonesia.
Meski zaman terus berkembang, rempeyek khas Cirebon membuktikan bahwa makanan sederhana dengan rasa autentik tetap mampu bertahan dan bersaing di tengah tren kuliner modern.